Fiqih Infaq, Sedekah, Fidyah, Kifarat dan Wakaf (Bag. 1)


Oleh Ust. H. Ahmad Bisyri Syakur, Lc., MA.

A. Infak dan Sedekah

Definisi
Imam Ibnu Abdis Salam: Infaq adalah pengeluaran/belanja sukarela dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah swt.
Al Qur-an: Orang-orang kafir menginfakkan harta mereka untuk mencegah manusia dari melakukan perintah Allah hingga mereka dikumpulkan di neraka jahannam.
Imam Tohir ibnu ‘Asyr: Shodaqoh lebih khusus diberikan kepada kaum lemah sedangkan infaq lebih umum. Shodaqoh atas dasar belas kasihan saja sedangkan infaq berdasar belas kasih, gengsi dll.
Shodaqoh berasal dari shodiq yang berarti jujur, benar.

Kesimpulan
Infak: pembiayaan utk segala kebutuhan yang tidak diwajibkan.
Sedekah: pengeluaran sebagai bukti atas iman tanpa ada pewajiban.

Dasar Hukum
Nabi saw. bersabda: Setiap muslim hendaknya bersedekah. Bila tidak mampu, bekerjalah sehingga mampu bersedekah. Bila tidak juga mampu, tolonglah si lemah. Bila tidak mampu juga, berbuatlah kebaikan dan tahanlah keburukan. (HR. Al Bukhori)

Ketentuan
QS. Al Baqarah(2):215 – segala kebaikan dapat menjadi infak
QS. Al Baqarah(2):262 – tidak mengungkit harta yang telah diinfakkan
QS. Al Baqarah(2):274 – bisa ditunjukkan dan bisa dirahasiakan
QS. Ali ‘Imran(3):134 – berinfak dalam setiap kondisi dan kontinyu

Diskusi
Tanya: Berinfak secara terang-terangan itu susah menghindari riya’. Apa lebih baik sembunyi saja?
Jawab: Kalo khawatir riya’ silakan disembunyikan tapi jangan menuduh orang lain riya’ dengan infak terbukanya. Untuk urusan hati cuma ybs dengan Allah yang lebih tau. Untuk urusan transparansi dan akuntabilitas maka keterbukaan adalah dibolehkan.

Tanya: Apakah makna ayat definisi infaq oleh orang kafir?
Jawab: Orang-orang kafir mengada-adakan acara yang menghalangi orang mukmin dari menjalankan perintah Allah seperti hiburan, film, olahraga, dll. Yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. *tidak ada maksud memprovokasi di sini*

Tanya: Mengapa kotak infak bukan kotak sedekah, karena dari definisinya lebih tepat?
Jawab: Boleh-boleh saja, diserahkan pada pengurus.

Wallahu a’lam bishowab.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s