Say it with a rose
Slogan romantis kuno yang konon tak pernah basi. Meski begitu saya belum pernah melakukannya. Test case lah … Eh it works! Malam itupun begitu romantis, meski si mawar sudah tak seindah semula
Menjadi suami yang romantis bukan perkara mudah buat sebagian orang termasuk saya. Selain karena tidak pernah pacaran sebelum nikah, saya terlahir dalam keluarga dengan 3 anak yang semuanya laki-laki. Meskipun ayah saya termasuk suami romantis tapi sepertinya tidak menurun pada saya, tidak tau dengan kakak dan adik saya.
Romantisme antarpasangan suami-istri memang tidak melulu diwujudkan dengan bunga atau coklat atau hadiah kejutan tapi bisa juga ditunjukkan melalui sikap dan ucapan. Mencium istri ketika berangkat dan pulang kerja seraya mengucapkan kata-kata manis seperti I love you, hari ini kamu cantik sekali dll adalah romantisme. Itu menurut psikolog dan ulama lho, teorinya simpel tapi praktiknya gampang-gampang susah.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan bukan. Karenanya meski pernikahan kami sudah menginjak tahun ke-9, saya akan mulai belajar menjadi suami romantis untuk istri tercinta.

sebenarnya untuk menjadi romantis mudah apabila laki-laki mau melihat lebih jeli, ciuman selamat pagi ketika sang istri masih setengah terjaga, atau pelukan hangat ketika dia sedang memasak…
aih itu mah keinginan saya kali ya?
Posted by honeylizious | 25/01/2012, 09:57Oh itu romantis ya? Hmm …. kalo itu mah sudah biasa, kirain itu kemesraan bukan romantisme. Jangan-jangan romantisme sama dengan kemesraan
*buru-buru cari kamus*
Posted by abu4faqih | 25/01/2012, 10:12