Ayah Bercerita #3

Ini kali ketiga saya mesti berhadapan dengan anak-anak yang masih sangat polos, dan saya tetap saja nervous. Dua kali sebelumnya saya begitu excited, sehingga saya menyiapkan cerita sekaligus peralatan pendukung untuk aksi saya di kelas TK ini. Berbeda dengan kali ini, saya agak kurang siap. Ehem…

Iklan

Mengunjungi Sejuta Masjid (Part #4)

Sebenarnya sudah beberapa kali terlewat post mampir di masjid/musholla. Seperti saat kami sekeluarga menghabiskan weekend di Kidzania. Kami menyempatkan sholat Maghrib dan Isya’ di musholla Kidzania. Kecil sekali memang untuk ukuran tempat wisata yang dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan pengunjung tiap harinya, tapi tetap bersyukur masih ada tempat untuk beribadah. Sayangnya kami tidak mampir di musholla/masjid Pacific Place yang pastinya lebih representatif untuk lebih banyak jama’ah, mungkin lain kesempatan.

Oke, sore kemarin saat pulang kantor saya mampir sholat Maghrib di Musholla Al Hidayah di bilangan Sawangan, Depok. Tempatnya sangat strategis khususnya untuk biker seperti saya, persis di pinggir jalan dan ada cukup tempat untuk parkir motor. Kalo Anda pake mobil memang parkirnya jadi agak jauh, di parkir ruko di sebelah musholla atau di parkir warung/toko di seberang jalan.

Lokasinya di sini: Jl. Raya Muchtar Kel, Sawangan Baru, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511. Persisnya di seberang Warung Mie Mbah Giyo.

Yang kebetulan lewat situ pas waktu sholat, sila mampir…

Mengunjungi Sejuta Masjid (Part #2 dan Part #3)

Sore ini mampir sholat Maghrib daerah Kp. Waru, Ciseeng. Masjid Jami’ Al Maarif ini dulunya kecil dan maaf agak kumuh. Tapi sekarang, alhamdulillah, megah dan nyaman.

Sila mampir sholat di masjid ini.

Jami Al Maarif Mosque
Jl. H. Mawi No.17, RT.3/RW.7, Warujaya, Kec. Parung, Bogor, Jawa Barat 16330
https://maps.app.goo.gl/hbBfrdNhDybVHKpC6
Shareloc by Google.

Ternyata malam ini mesti mampir sholat Isya’ di sekitaran Depok Jaya. Masjid Jami’ Baitul Hamid.

Sila mampir sholat di sini.

Masjid Jami Baitul Hamid
Jl. Leli II No.119-102, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
https://maps.app.goo.gl/3ZYeD3Si2LusTi7e7

Plus-Minus Naik Trans-Jogja

Perjalanan kali ini saya berkesempatan menjajal lagi moda transportasi umum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Trans-Jogja. Sudah beberapa tahun layanan Trans-Jogja dinikmati oleh masyarakat DIY, dan saya baru beberapa kali juga menggunakannya. Memang ada opsi-opsi moda transportasi lain seperti taxi, Grab, Gojek, atau ojek pangkalan, tapi dari sisi biaya tidak bisa dipungkiri tarif Trans-Jogja lebih murah daripada opsi lainnya. Untuk trip: Plaza Ambarrukmo – Terminal Jombor saja misal, tarif Trans-Jogja hanya Rp 3.500,- sedangkan Grab (car: Rp 38-55.000,-; bike: 19-35.000,-). Itu bagian plusnya Trans-Jogja. Sedikit minusnya adalah dari waktu tempuh. Untuk trip yang sama, dengan Grab hanya butuh waktu kurang lebih 15-25 menit sedangkan dengan Trans-Jogja butuh waktu 30-45 menit. Dari sisi kenyamanan tentu relatif tergantung selera masing-masing tapi yakin Trans-Jogja jauh lebih nyaman ketimbang bis kota konvensional. Jarak tempuh pemberangkatan dan tujuan juga jadi pertimbangan memang tapi sedikit berjalan kaki sehat untuk kita bukan.

Jadi itulah plus-minus naik Trans-Jogja. Buat kita masyarakat desa yang bergelut dengan kehidupan kota tentu menjadi salah satu pilihan terbaik saat membutuhkan transportasi dalam kota. Semoga ke depan Trans-Jogja bisa menjadi moda transportasi utama di Jogja dan sekitarnya sehingga kemacetan yang kini mulai menghantui kota sejarah ini bisa teratasi sebelum menjadi permasalahan besar yang mengganggu.

Mission (in)Possible

Suatu ketika saya dan anak-anak berencana melakukan perjalanan ke Bandung naik kereta dari stasiun Gambir. Somehow kami agak telat berangkat, nunggu KRL lama, jalanan ke Gambir dari Gondangdia macet, walhasil sampe di peron keretanya sudah jalan. Meski begitu kami tidak surut dan pulang ke rumah tapi melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain. Kondisi memang sempat uncontrolled, tapi saya dipaksa untuk selalu undercontrolled agar bisa happy ending. Jadilah kami bisa jalan-jalan keliling Bandung bareng keluarga di sana dan bersenang-senang di Trans Studio.

Beberapa waktu lalu saya dan Kakak Fida berencana ke Jogja dengan kereta dari stasiun Gambir. Kali ini saya tidak biarkan kami berangkat telat, dan saya sudah perhitungkan perjalanan dengan KRL akan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Di luar dugaan dalam KRL, beberapa kali berhenti karena antrean kereta di stasiun Manggarai. Perjalanan ke Manggarai yang mestinya cuma kurang lebih 45 menit molor jadi hampir 1,5 jam. Helloooo KRL… saya merasakan lagi kecemasan yang sama dengan saat kami ke Bandung dulu, bahkan bercampur sumpah serapah dalam hati. Hampir-hampir kami terlambat untuk kedua kalinya, padahal rencana dan tindakan sudah diusahakan mengantisipasi kejadian terdahulu. Sungguh kecil manusia itu ya, kesombongan tidak bisa mengalahkan kuasa Illahi. Di sini saya jadi tersadar, saya belum benar-benar pasrah pada-Nya.

Kejadian di atas adalah potret di mana kepasrahan dan pengharapan kepada sang Kholik mesti selalu ada dalam diri kita sebagai manusia. Bila kita merasa bahwa kita bisa mengatur semua hal di dunia ini, maka siap-siaplah kecewa. Manusia berencana, Tuhan Yang menentukan. Itu kata bijak orang-orang tua kita. Sederhana di lisan, tapi muncul dari kedalaman pemahaman dan banyaknya pengalaman.

Jadi, kalo ditanya lalu apa hubungan tulisan ini dengan film MI-nya Tom Cruise? Saya hanya bisa bilang, hanya Allah saja Yang tau. Kapan-kapan mungkin Anda akan paham walau tanpa saya jelaskan. Demikian …

Yang Menarik di Magelang (Bag. 3)

Ini lanjutan dari tulisan saya terdahulu, di sini dan di sini, tentang keindahan kota Sejuta Bunga. Tanpa saya sadari postingan itu sudah berumur 5 tahun lebih. Subhanallah, ke mana saja saya ya… he he, banyak tempat lain tapi saya belum menuliskannya. Padahal saya termasuk orang yang paling suka berbagi, terutama cerita. Maka saya mulai lagi sekarang.

Salah satu tempat favorit saya waktu kecil adalah Alun-alun, memang bukan lapangan yang luas itu melainkan tempat bermain game di salah satu pusat pertokoan di situ sebut saja Gardena. Buat cah Magelang yang bukan generasi milenial pasti paham maksud saya. Tapi sekarang situasi sudah berubah… Alun-alun benar-benar menjadi magnet untuk masyarakat kota Magelang khususnya dan wisatawan lokal sekitar Magelang umumnya. Kenapa begitu?

Pusat Jajanan

Di Alun-alun Kota sejak beberapa tahun terakhir dilengkapi dengan pusat jajanan (kuliner) yang menawarkan berbagai macam menu mulai dari lokal, nasional sampe internasional. Tapi jangan khawatir, harganya tetap bersahabat seperti sifat warga Magelang hi hi hi. Mulai beroperasi menjelang siang sampe menjelang tengah malam, pusat jajanan ini hampir selalu ramai pengunjung terutama di weekend. Tidak jarang pengunjung mesti sabar antre tempat duduk (yang memang masih terbatas) kecuali mereka memilih mode layanan yang kerakyatan, lesehan di pelataran rumput Alun-alun. Dan ini lebih menyenangkan untuk Anda dengan anggota keluarga lebih dari 4 seperti saya ha ha ha.

Lokasinya di sisi Utara di seberang deretan GKJ dan pertokoan. Dilengkapi tempat parkir yang cukup dan toilet umum yang bersih. Anda hanya butuh kesabaran ekstra, terutama di masa liburan, karena waiting time-nya bisa sampe 15 menit. Tapi jangan khawatir, Anda bisa menikmati keramaian Alun-alun sambil menunggu. Ada patung Pangeran Diponegoro yang historis, tower air yang melegenda, hingga water fountain yang akan saya ceritakan nanti. Pokoknya kita tidak akan bosan dengan suasana Alun-alun Kota Magelang.

Bersambung

Akhir Ramadhan 1440 H

Nasib Petani Kita

Saya menghabiskan Ramadhan tahun ini di kampung kelahiran istri, di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Ada ketenangan setiap kali datang ke sini, suasana pedesaan yang jauh dari hingar bingar dan kemacetan kota. Pemandangan lahan pertanian luas dan keramahan warga yang tidak akan saya temukan di kota tempat tinggal saya sekarang. Wilayah ini sekitar 12 km dari pusat kota, dikelilingi ribuan hektar areal persawahan produktif yang ditanami dan panen sepanjang tahun. Begitu menyejukkan bila memasuki Bocor saat tanaman padi menghijau segar atau ketika padi sudah siap panen. Namun keindahan pemandangan tak selalu seindah kisah hidup petaninya.

Tahun lalu saya silaturrahim lebaran ke beberapa simbah istri di kampung ini, seorang di antara mereka dalam obrolan kami mengeluhkan betapa harga-harga hasil pertanian tidak seimbang dengan pengorbanan mereka. Para tengkulak bisa seenak perutnya menentukan harga berdasar harga pasar yang tentu tidak selalu berpihak pada petani. Jadilah misal kelapa muda dijual petani dengan harga kurang dari seribu Rupiah. Lengkapnya saya tuliskan begini di posting saya sebelumnya. Tahun ini saat ngobrol berdua saja dengan bapak mertua keluhan itu kembali muncul. Betapa petani padi dan jagung mesti bertahan dengan kondisi yang sulit selama bertahun-tahun mereka menjalani profesinya. Tak heran bila sekarang tidak banyak generasi muda di desa-desa, wilayah-wilayah yang mulai ramai dengan pembangunan, yang masih mau bertahan dengan profesi orang tua mereka sebagai petani. Modal dan usahanya pasti, tapi hasilnya belum tentu. Ada faktor-faktor alam dan buatan yang mesti mereka hadapi di bisnis yang satu ini, dan sebagian besar tidak menguntungkan mereka.

Meski singkat penjelasan beliau kepada saya, tergambar dengan jelas dan detil bagaimana beliau menjalani kehidupan sebagai petani. Pribadi-pribadi yang begitu tegar dan tabah, sekaligus pantang menyerah dan penuh kepasrahan pada Rabb Sang penguasa alam semesta, Sang pengatur rizki untuk makhluk-Nya. Bagaimana tidak? Untuk mengurus tanaman padi dan jagung misal di areal seluas 100 ubin (sekitar 1.000 meter persegi), dibutuhkan modal senilai 800rb hingga 1jt 200rb. Sedangkan hasilnya, jika bagus bisa mendapatkan kisaran 2-3 jt tapi jika kurang bagus paling hanya kembali modal saja. Dan setahun cuma bisa 3 kali panen tergantung panjang atau pendeknya musim. Saat musim hujan panjang maka sawah ditanami padi-jagung-padi tapi jika sebaliknya maka sawah ditanami jagung-padi-jagung. Demikian pula beternak sapi yang diperkirakan butuh modal 3jt 600rb setahun, di mana hasilnya baru bisa dinikmati setelah 3 tahun sesuai berat dan ukurannya.

Memang tidak semua petani sama nasibnya, sebagian bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar misal petani cabe dan bawang di mana saat-saat tertentu harga pasarannya bisa melambung hingga 4-5 kali lipat. Termasuk petani padi yang sawahnya mendapatkan pengairan dari irigasi pemerintah sehingga tidak perlu mengusahakan sendiri, bisa mendapatkan keuntungan lebih dibanding petani yang tidak mesti mengusahakan sendiri pengairannya. Namun demikian secara umum kehidupan petani tradisional belum bisa dibilang makmur bahkan mencukupi sekalipun. Semoga ke depan pemerintah bisa mendorong kesejahteraan petani kita. Aamiin.

Ceramah Idul Fitri

Tahun ini lagi-lagi saya diminta Bapak untuk mengisi ceramah di pertemuan keluarga besar Bani Singosenjoyo. Dan berikut ini konsep yang saya buat.

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Innalhamdalillah…
Yang saya hormati sesepuh, pinisepuh, simbah2, pakdhe, budhe, paman, bibi, kangmas, mbakyu, adik2 yang meskipun saya tidak hafal satu persatu namun tidak mengurangi rasa hormat dan mahabbah saya kepada saudara2 sekalian.
Marilah kita memanjatkan syukur ke hadirat Allah swt. Yang atas limpahan nikmat dan rahmat-Nya kita bisa bertemu lagi pada pertemuan Trah Simbah Singosenjoyo. Semoga saudara2 sekalian Allah berikan kesehatan lahir-batin dan mendapatkan kebahagiaan di dunia hingga akhirat kelak. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi agung Muhammad saw., keluarga, para sahabat, juga pengikutnya yang setia hingga akhir zaman dan semoga kita semua termasuk di dalamnya . Aamiin.
Saudara2 yang dirahmati Allah, beberapa hari lalu kita berpisah dengan bulan Ramadhan.
  • Senang apa sedih?
  • Tentu senang, tentunya karena meraih kemenangan lulus puasanya 30 hari.
  • Tapi sedih, karena ditinggalkan oleh bulan yang penuh keberkahan.
  • Kemenangan apa Idul Fitri itu? (QS. Al Baqoroh: 183)
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة : 183]
  • Pertama, telah melaksanakan perintah Allah
  • Kedua, telah mendapatkan gelar bertakwa
  • Keberkahan Ramadhan?
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad)
  • Dibuka pintu surga, ditutup pintu neraka
  • Dibelenggu setan
  • Dilipatgandakan pahala ibadah
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan)” (HR. Ahmad)
  • Diturunkan Al Quran (QS. Al Baqoroh: 185
{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [البقرة : 185]
    • Diampuni dosa
    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
    “Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih)
    Pertanyaannya, apakah kita menjadi pemenang dengan mendapatkan keberkahan Ramadhan dan menjadi pribadi bertakwa? Maka jawabannya tergantung pada proses yang kita jalani selama Ramadhan kemarin.
    • Ilustrasi Preman vs. Ustadz
    • Ilustrasi godaan Warteg yg tertutup korden
    Nah, kalo kita simpulkan kemenangan orang mukmin adalah kemenangan melawan hawa nafsunya. Sebagian ulama menyebutnya sebagai jihad akbar setelah jihad fisabilillah, Rasul saw. bersabda:
    أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ
    (Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya)
    Mengapa jihad atas hawa nafsu penting, sehingga Allah swt. mewajibkan puasa Ramadhan? Karena manusia dianugerahi Allah 2 potensi: fujur dan taqwa.
    {فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا} [الشمس : 8]
    {قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا} [الشمس : 9]
    {وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا} [الشمس : 10]
    Jadi barangsiapa bisa mengalahkan hawa nafsunya (fujuraha) insya’Allah dialah orang yang mendapatkan kemenangan sejati.
    Saudara2 yang dirahmati Allah swt.
    Hari ini kita berada di bulan Syawal, yang mempunyai arti peningkatan.
    • Mengapa peningkatan?
    • Ada 2 jenis muslim sesudah Ramadhan
    • Ada yang menjaga kualitas amaliyah Ramadhannya
    • Ada yang kembali ke kondisi sebelum Ramadhan, artinya tidak lagi melakukan amal
    • Bagaimana kita menjaga kemenangan di bulan Ramadhan?
    • Tetaplah menjalankan perintah Allah swt. dan sunnah Rasulullah saw. apapun kondisi kita.
    • Hindari perbuatan maksiat dan segala hal yang syubhat/meragukan.
    • Recharge (isi kembali) selalu iman kita dengan majelis-majelis ilmu dan dzikrullah
    Saya berharap saya pribadi dan saudara2 sekalian termasuk dalam golongan orang2 yang mendapatkan kemenangan sejati dan istiqomah menjaga kemenangan di sebelas bulan beirkutnya sampai kita bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan. Aamiin.
    Kalo ada yang benar dari yang saya sampaikan sesungguhnya berasal dari Allah Sangpemberi petunjuk, sedangkan bila ada salah dan khilaf tentu dari kebodohan saya pribadi. Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf.
    Akhirul kalam, Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik.
    Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq.
    Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

    Semoga Ramadhan tahun ini terbaik dan kita bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin.