Saya PRAMUKA, Kamu?

Hari ini (mestinya kemarin ha ha…) tiada beda dengan hari-hari yang lain, tapi dulu pernah berbeda buat saya. Ya, hari ini Hari Pramuka.

Pramuka Pramuka Praja Muda Karana… Pramuka Pramuka Praja Muda Karana…

Saat SMP saya baru berkenalan dengan yang namanya Pramuka. Apaan sih? Ya pokoknya setiap Jum’at sore kami mesti balik ke sekolah lagi setelah pulang sebelum Sholat Jum’at untuk ikut kegiatan Pramuka. Apa kegiatannya? Pramuka jaman SMP yaitu: baris-berbaris, tali-temali, sandi-sandi, P3K, dll. Saya bahkan lupa dulu itu ngapain aja kalo Pramuka, yang saya ingat pulangnya sudah sore banget bahkan sampe rumah malam karena jarak dari sekolah ke rumah cukup jauh.

Beranjak SMA, Pramuka awalnya menjadi momok… Kenapa? Karena saya ada di saat MAPRAS, MAPTA, dsb. menjadi kegiatan wajib bagi murid baru. Di sini saya mengenal Pramuka sebagai sosok yang garang, galak dan tidak nyaman. Pakai atribut aneh, tugas seabreg, diteriakin dan kocar-kacir. Ya ya ya… mengingatnya selalu membuat tersenyum, koq bisa ya waktu itu dibegitukan padahal toh kami dengan para senior hanya terpaut usia beberapa tahun saja. Baiklah, kegiatan Pramuka sesudahnya memang lebih having fun: belajar di kelas, upacara, baris-berbaris, camping, wide-game, dll. Hingga tiba pada suatu masa… Pendaftaran Aktifis jreng jreng.

Seperti ingin mengulang masa perploncoan di awal SMA, saya dkk. dengan “suka hati” menyediakan diri kami dibentak-bentak dan disuruh-suruh bahkan dihukum untuk satu tujuan: menjadi sebagian murid yang aktif di kegiatan Pramuka sementara yang lain sudah tidak lagi he he he… tapi tentu bukan cuma itu sih (ada udang di balik bakwan kata orang). Menjadi aktifis Pramuka adalah pintu masuk paling mudah untuk menjadi Bantara. Kenapa mesti Bantara? Ya karena dalam dunia “militeristik” Pramuka jaman dulu, Bantara ibarat perwira, aktifis ibarat bintara, dan anggota lain ibarat tamtama. That’s it… hanya perwira saja yang bisa menyuruh dan mengatur bintara sekaligus tamtama. Dan perwira hanya tunduk pada pati (Pembina Pramuka).

Begitulah seperti bola salju yang menggelinding, aktifis itu berubah menjadi calon Bantara lalu berubah menjadi Bantara… dan saatnya kami memimpin barisan. Ahai… saya jadi kembali ke memori di masa-masa indah SMA dengan para mantan… dan biarlah memori ini buat saya saja #harubiru

Saya PRAMUKA

Kamu?

Iklan

Masjid di Sekitar Hotel di Indonesia

Eastparc Hotel Sleman, Yogya

Saat Anda berkunjung ke Yogya dan menginap di Eastparc Hotel, karena dekat dengan Bandara, mungkin Anda akan kesulitan menemukan masjid yang dekat. Hotel ini terletak di Jalan Kledokan, Ngentak, Sleman di mana tidak terdapat masjid di sepanjang jalan tersebut, tapi sebenarnya ada koq masjid di sekitarnya. Meskipun hotel ini menyediakan musholla yang cukup nyaman tapi bagaimana bila Anda ingin sholat di masjid?

Peta tersebut (Courtessy: Google Maps) menunjukkan masjid terdekat dengan Eastparc Hotel, yaitu Masjid Margotunggal. Lokasinya di belakang hotel, kira-kira berjarak 600 meter atau 7 menit dengan berjalan kaki.

To see this route visit https://goo.gl/maps/rQGsvTGXG2r

Nah, jika Anda berkesempatan lagi menginap di hotel ini maka tidak perlu khawatir tertinggal sholat berjama’ah (terutama Shubuh) di masjid karena Anda bisa ke Masjid Margotunggal.

Continue reading “Masjid di Sekitar Hotel di Indonesia”

Ceramah Halal Bihalal Paguyuban Bani Singosenjoyo

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Sekali lagi biar afdhol… Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Innalhamdalillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min shururi anfusina wamin sayyi-ati a’malina, man yahdillahu fala mudhillalahu waman yudhlil fala hadi-alah. Asyhadu an la-ilaha illallahu wahdahu la-syarikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluhu la-nabiya ba’dah. Wash sholatu wasalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi washohbihi waman walah wala-haula wala-quwwata illa billah.
Yang saya hormati, sesepuh saha pinisepuh paguyuban Bani Singosenjoyo sekalian. Bapak ibu pakdhe budhe paklik bulik kangmas mbakyu dan adik2 yang tidak saya sebutkan satu persatu tapi tidak mengurangi rasa hormat dan mahabbah saya kepada saudara2 sekalian.
Perkenankan saya memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT. karena hanya dengan nikmat dan rahmat-Nya sajalah saya bisa berada di sini, bertemu dengan simbah2 dan saudara2 sekalian. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah lestari kepada baginda nabi besar Muhammad SAW., keluarga, para sahabat dan pengikut beliau yang istiqomah hingga akhir zaman.
Saya di sini sekali2 bukan karena saya lebih pintar, bukan juga karena saya lebih ‘alim dari saudara2 sekalian tetapi karena mengingatkan sesama muslim adalah kewajiban bagi setiap pribadi muslim sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Ashr: Wal ‘ashr, innal insana lafi khusr, illalladzina amanu wa ‘amilush sholihati watawa shoubil haqqi watawa showbish shobr. Demi waktu, sesungguhnya manusia itu sungguh2 dalam kerugian, kecuali orang2 yang beriman dan beramal sholih, yang saling menasihati kepada ketaqwaan dan saling menasihati untuk kesabaran. Selain itu memenuhi sunnah Rasulullah SAW, junjungan kita bersama, seauai hadits beliau: Balighu ‘anni walau ayah. Sampaikan dariku walaupun hanya 1 ayat.
Saudara2 yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita telah sampai pada hari raya Idul Fitri 1439H. Di hari raya Idul Fitri ini ada 2 kebahagiaan yang dirasakan kaum muslimin. Kebahagiaan yang pertama, mendapatkan kemenangan setelah berpuasa Ramadhan selama sebulan penuh. Kemenangan apa yang diraih kaum muslimin dari puasa itu? Kemenangan atas hawa nafsunya, menahan diri dari makan minum dan berhubungan suami istri di siang hari, karena imannya kepada Allah SWT. Ganjarannya atas kemenangan ini kelak adalah surga. Banyak muslim merayakan Idul Fitri dengan sholat Ied tetapi tidak semua muslim yang merasakan kemenangan ini. Ciri2 muslim yang mendapatkan kemenangan ini adalah mantapnya ketakwaan dalam dirinya. Sholat 5 waktu terjaga, memelihara mulut, mata dan telinga dari kemaksiatan, ringan berinfaq, dan sebagainya. Bila kita masih malas beribadah dan beramal sholih boleh jadi kita tidak mendapatkan kemenangan itu.
Kebahagiaan yang kedua, berkumpul dengan keluarga dan saudara2 tercinta dalam sukacita. Berkumpul ini menjadi fitrah bagi manusia sebagaimana Allah menciptakan manusia berbangsa2 dan bersuku2 agar saling mengenal. Allah menciptakan umat manusia dari seorang lelaki dan seorang perempuan lalu dari keduanya Allah jadikan umat manusia yang banyak. Seperti hari ini, jumlah anggota bani Singosenjoyo sekarang jika dibandingkan dengan awal paguyuban ini mengumpulkan anggotanya dulu boleh jadi lebih dari 2 kali lipat. Mangan ora mangan sing penting kumpul, nggih boten? Kelak, orang2 beriman akan dikumpulkan Allah di surga bersama anak2 dan cucu2nya tapi dengan syarat … napa syaratipun? Syaratnya beriman dan bertakwa. Kita berdo’a, semoga Allah SWT. melindungi bani Singosenjoyo di dunia, tetap dalam keimanan dan ketakwaan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Cuma apakah berdo’a saja cukup?
Saudara2 yang saya cintai karena Allah ta’ala, dulu Presiden Suharto mendapatkan penghargaan dari PBB karena berhasil menjalankan suatu program. Ada yang tau? Nggih leres, Keluarga Berencana alias KB. Slogan yang saya ingat sedari kecil dulu, 2 Anak Cukup. Pegawai negeri wajib ikut KB, sehingga hanya difasilitasi jaminan kesehatan dll untuk maksimal 2 anak saja, kalo ada anak ketiga dst maka biasa disebut sebagai anak swasta. Nah kalo sekarang masih ada tidak program itu? Masih, tapi tidak wajib lagi. Kalo dulu tujuan Program KB untuk membatasi jumlah kelahiran alias menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia, supaya hidup lebih sejahtera. Kalo sekarang perlu tidak? Saya sekarang punya 4 anak, tapi saya ikut KB 2 kali jadi sementara pas. Tapi apakah cukup hanya dengan membatasi jumlah anak trus hidup sejahtera? Apakah KB juga bisa menjamin keluarga kita masuk ke surga Allah SWT? Jawabannya tidak, kecuali kita ubah pemahaman kita akan program ini.
Keluarga Berencana (KB) dalam terminologi Islam tidak terbatas pada membatasi jumlah anak, tetapi lebih daripada itu merencanakan kehidupan berkeluarga agar bahagia di dunia dan selamat di akhirat kelak. Begitu banyak ayat dalam Al Quran yang mengingatkan manusia akan hal ini, di antaranya:
  • Surat An Nur: … wanita2 yang baik adalah untuk laki2 yang baik, dan laki2 yang baik adalah untuk wanita2 yang baik pula …
  • Surat At Tahrim: Wahai orang2 beriman jagalah diri dan keluargamu dari api neraka…
  • Surat An-Nisa: … Dan hendaklah takut kepada Allah orang2 yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak2 yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka…
  • Dst.
Nah, kira2 program KB seperti apa yang bisa mengantarkan keluarga kita menuju kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat kelak?
Saudara2 yang dirahmati Allah SWT. Ada 2 tahapan besar bagi setiap muslim dalam berkeluarga. Yang pertama, Persiapan Berkeluarga. Berapa banyak pernikahan yang kandas di 10 tahun pertama? Banyak. Berapa banyak pernikahan yang berantakan di 10 bulan pertama? Lebih banyak. Berapa banyak pernikahan yang karam di 10 minggu pertama? Sangat banyak, contoh mudahnya pernikahan artis2 yang sering kita tonton di televisi. Kebanyakan kasus perceraian disebabkan karena pasangan suami istri tidak sungguh2 di tahapan pertama ini. Artinya boleh jadi persiapan berkeluarga hanya sampai pada 2 modal: Cinta dan Harta. Dan terbukti hal itu tidak cukup untuk membawa keluarga menuju keluarga yang langgeng. Nah, program KB perlu dilakukan karena penting dalam Persiapan Berkeluarga ini. Hal yang penting untuk dipahami di antaranya:
  • Keluarga yang baik dibentuk dari pribadi2 yang baik. Sebagaimana tsb di atas, setiap muslim semestinya menyadari bahwa sebelum membentuk keluarga yang baik, masing2 calon suami dan calon istri berusaha menjadi pribadi yang baik. Baik di sini tentu bukan pada paras, harta atau kedudukannya saja tetapi lebih pada agama dan akhlaknya. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW.: Wanita dinikahi karena 4 hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya engkau beruntung. Hal ini berlaku juga untuk wanita ketika menentukan calon suami.
  • Keluarga yang kuat dibentuk dengan niat yang kuat juga. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad: Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya. Setiap amalan muslim termasuk menikah sangat ditentukan dari niat awal, jika dilakukan untuk ibadah maka akan jadi ibadah tetapi jika hanya untuk kesenangan belaka maka akan mendapatkan kesenangan saja tanpa nilai ibadah. Menikah dalam Islam bukan hanya menyatukan 2 manusia (laki2 dan wanita) menjadi 1 keluarga tetapi mengikat mereka dalam perjanjian yang kuat (mitsaqon gholizho) di dunia hingga di akhirat kelak. Artinya tanggung jawabnya tidak berhenti di dunia saja tetapi berlanjut hingga di akhirat.
  • Keluarga sakinah sejatinya merupakan proses dan bukan hasil akhir. Kehidupan berkeluarga ibarat melakukan perjalanan dengan perahu melintasi samudera luas. Terkadang laut tenang dan menyenangkan, tapi tidak jarang berubah menjadi badai yang mematikan. Bila kurang persiapan maka tidak mustahil perahu karam meskipun pantai masih tampak oleh mata. Perlu ilmu dan ketrampilan yang cukup dari awak perahu untuk melakukan perjalanan hingga sampai di pantai impian. Kalo buat pengantin baru, pernikahan itu indah karena perahu masih ada di pantai. Tapi bagi pasangan suami istri yang sudah beberapa waktu bersama, pernikahan bisa jadi bagai siksaan waktu karena perahu terombang-ambing tanpa kepastian sampai di pantai impian.
Karenanya baik bagi adik2 yang belum menikah dan juga bapak ibu yang putra-putrinya hampir menikah, saya berpesan mohon jangan lupakan program KB untuk Persiapan Menikah ini: menjadi pribadi yang baik, miliki niat yang kuat dan persiapkan bekal yang cukup.
Saudara2 yang saya cintai karena Allah SWT. Tahapan yang kedua, Membina Keluarga. Saya berkali-kali mendengarkan nasihat pernikahan saat mengikuti akad nikah teman2 atau saudara2. Ada satu nasihat pernikahan yang menurut saya pas untuk saya ulas terkait tahap kedua ini. Ustadz asal Salatiga tersebut menyampaikan bahwa baik pasangan muda maupun pasangan tua, perlu melakukan 3 hal setelah menikah.
  1. Pengenalan Mendalam. Bapak ibu dan saudara2 di sini adakah yang tidak pacaran? Ada, tapi sedikit ya. Kalo saya tanya apa tujuan pacaran? Mengenal, ya mungkin dilakukan tapi cuma kulitnya saja. Kebanyakan yang baik2 saja yang muncul saat pacaran, karena memang ada hal lain yang dominan saat pacaran yaitu bersenang2. Nah, baik yang dulu pacaran maupun tidak perlu melakukan pengenalan mendalam terhadap pasangannya, meliputi pribadi maupun keluarganya. Karena menikah itu sesungguhnya menyatukan tidak hanya 2 orang melainkan juga menyatukan 2 keluarga besar. Kalo pacaran dulu, ketemu penampilan rapi, cantik, sikap juga lemah lembut. Sesudah menikah, melihat kenyataan kondisi pasangan dari tidurnya, bangun tidur sampai tidur lagi. Pengenalan mendalam ini penting, karena dari sinilah akan muncul kasih sayang di antara suami istri (mawaddah warohmah). Suami istri saling menerima pasangan apa adanya bukan ada apanya lagi, berbeda dengan saat masih pacaran.
  2. Penyesuaian. Pasangan suami istri yang sudah melakukan pengenalan mendalam terhadap masing2 sebaiknya melakukan penyesuaian. Di sini ada prinsip asah, asih, asuh. Suami menempatkan diri sebagai imam dalam keluarga sedangkan istri menjadi makmum. Kalo dulu masing2 bisa melakukan aktifitas sendiri2 sesuai keinginannya ketika berkeluarga semua harus disinkronkan dengan pasangan. Suami misal mungkin dulunya pulang kerja bisa mampir2, main ke rumah teman atau nongkrong2 di warung dsb. Nah kalo sudah punya istri tentu tidak lagi selalu seperti itu, kalo tidak perlu sekali ya langsung pulang. Atau kalo mendesak juga mengabari istri dulu. Demikian pula istri, dulunya bisa belanja kebutuhannya dengan bebas mo beli baju tiap bulan atau beli make-up dsb. Sesudah menikah tentu mesti ijin ke suami, beli baju menyesuaikan kondisi keuangan keluarga, modelnya juga mensinkronkan selera suami dll. Dan lebih jauh lagi, penyesuaian dengan kondisi keluarga besar masing2, karena menjadi menantu tidak lain berarti menjadi anak dari mertua kita.
  3. Pemeliharaan kondisi. Berkeluarga itu tidak akan datar begitu saja, pasti ada gelombang2. Mulai dari masalah internal sampai masalah eksternal. Mulai dari hal kecil misal selera makan atau cara mandi sampai hal yang besar seperti pendidikan anak atau memilih prioritas keluarga. Akan muncul perbedaan2 di antara pasangan suami istri dalam menyikapi suatu permasalahan. Kondisi yang baik setelah proses pengenalan mendalam dan penyesuaian akan diuji, apakah masing2 bisa menghadapinya dengan baik dan benar. Di sini butuh komitmen yang kuat dari anggota keluarga baik suami, istri maupun nantinya anak2. Tujuannya jelas, untuk menjaga keutuhan keluarga tetap dalam koridor menuju sakinah mawaddah warohmah. Bila pemeliharaan kondisi ini berhasil maka akan muncul ketentraman (sakinah) dalam keluarga. Dan ini mesti dilakukan terus-menerus dalam keluarga hingga akhir hayat.
Saudara2 yang dirahmati Allah. Menjadi pribadi muslim yang kaffah dan membina keluarga sakinah mawaddah warohmah adalah 2 hal utama dalam program Keluarga Berencana dalam pemahaman Islam. Insya-Allah ketika pribadi kita baik, keluarga kita juga baik maka masyarakat dan negara ini menjadi baik pula. Baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Semoga bani Singosenjoyo kelak akan dikumpulkan di surga Allah SWT. Aamiin aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. Dari saya kurang lebihnya mohon maaf.
Wal ‘afwu minkum, billahit taufiq walhidayah wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Puasa Ramadhan #28

Menjadi manusia adalah takdir dari Allah, kewajiban kita adalah memilih jalan yang benar. Menjadi pegawai negeri adalah takdir, kewajiban saya adalah melakukan tugas dengan benar. Menjadi bawahan adalah takdir, kewajiban saya adalah mengikuti pemimpin yang benar. Inilah politik kehidupan, memilih yang benar untuk kebahagiaan hakiki. Karena hidup hanya 2 kali, dunia dan akhirat.

*_Pesan dari Desa_*

– Masa tunggu haji di Kebumen sekarang 22 tahun, kuota haji tidak jadi ditambah pemerintah Arab Saudi karena Jokowi tidak menerima paket ekonomi Raja Arab. Jokowi lebih memilih Cina untuk investasi di proyek-proyek infrastrukturnya, padahal model Cina paket pekerjaan adalah dengan pekerjanya maka menganggurlah pekerja-pekerja kita.
– Ekonomi akar rumput sangat memrihatinkan, pajak bagi rakyat terus dinaikkan. Contoh: harga kelapa sekarang Rp 1.000,-/buah di pasar harga jual petani hampir *gratis*, harga sapi 450kg turun sampe *Rp 8,5 jt* padahal dulu setidaknya Rp 10,5 jt (daging potong per sapi cuma dihargai 85kg padahal dulu dihargai 105kg), beras petani dipersaingkan harga dengan beras impor sehingga petani tidak pernah menikmati jerih payah (dulu beras impor dibatasi agar harga beras lokal tidak jatuh di pasar).

Kalaulah infrastruktur itu menjadi prioritas nasional, maka perlu pendekatan yang lebih *manusiawi* buat rakyat kecil sehingga tidak menjadi korban. Meskipun dari kacamata kenegaraan boleh jadi pengorbanan rakyat itu menjadi *kontribusi* bagi pembangun. Pemimpin yang adil bukanlah pedagang yang berorientasi pada kelancaran bisnis semata tetapi juga memerhatikan betul nasib rakyat yang dipimpinnya dan menakar kesanggupan mereka mendorong kemajuan, bukan mengorbankan mereka seolah tiada makna. Demikian mohon maaf ya. Tapi buat saya *#2019gantiPresiden* tetap jadi pilihan.

Puasa Ramadhan #25

Malam ini kami menyempatkan diri i’tikaf di Masjid Agung Kebumen. Penampilan masjid ini sangat menarik, selain menampilkan ornamen klasik kayu jati sebagai tiang penyangga atapnya masjid ini juga dilengkapi fasilitas ibadah yang cukup lengkap dan nyaman. Sebut saja kamar mandi, toilet dan tempat wudhu terpisah bagi jama’ah putra dan putri, selain jumlahnya memadai kebersihannya juga cukup baik. Karpet masjid yang tebal lagi empuk di lantai sholat utama, mushaf Al-Quran di setiap tiang, kipas angin yang mendinginkan ruangan tersebut. Teras dengan lantai marmer yang sejuk, kipas angin di setiap tiang dan lampu-lampu benderang yang menghilangkan kesan suram.

Khusus di bulan Ramadhan, masjid ini buka 24 jam sehari. Berbagai kegiatan dipersiapkan pengurus masjid untuk memakmurkan masjid selama bulan suci ini. Jama’ah dimanjakan dengan berbagai kajian, ibadah sunnah hingga tabligh PHBI (peringatan hari besar Islam). Berikut program kegiatan menyambut Ramadhan di Masjid Agung Kebumen.

Malam ini malam ganjil di sepuluh akhir Ramadhan, kami menyengaja menginap di masjid untuk mengejar Lailatul Qodar. Awalnya kami ragu karena saat sampai pintu-pintu ruang sholat utama ditutup, tapi keraguan kami kemudian hilang ketika tidak lama pintu-pintu itu dibuka seiring semakin banyaknya jama’ah i’tikaf. Memang pelaksanaan i’tikaf di masjid ini belum sepenuhnya diatur oleh pengurus masjid sehingga hanya ada fasilitasi sholat tahajjud berjama’ah mulai pukul 12.30 hingga 13.30. Tidak ada kajian di awal malam, tapi ada sahur bareng di akhir malam yang disediakan pengurus masjid.

Namun demikian kami mengapresiasi pengurus Masjid Agung Kebumen, karena telah membuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk mengoptimalkan ibadah di bulan penuh berkah ini. Semoga segala amal kebaikan pengurus dan jama’ah diterima Allah ‘Azza wa jalla. Aamiin ya Rabbal ‘alamin…

Puasa Ramadhan #15

Anak kecil saja bisa…

Kira-kira kalau Anda dibilang orang seperti itu, apa yang muncul di benak Anda? Mayoritas tentu merasa malu atau bahkan marah. Nah, tidak untuk hal yang satu ini…

Tahfizhul Quran

Menghafal Al Quran adalah perkara yang umumnya orang akan bilang susah, tapi nyatanya kita disuguhi tayangan tivi “Hafizh Cilik” yang menampilkan para penghafal Quran cilik. Ini tentu kontradiktif bukan? Di saat kebanyakan orang dewasa menganggap hal itu tidak mudah dilakukan dan butuh waktu lama, di saat yang sama anak-anak kecil dan remaja melakukannya dalam waktu yang bahkan sangat singkat.

Memang, menghafal lebih mudah dilakukan anak-anak dan remaja dibanding orang dewasa tapi kalo yang dihafal lebih dari 600 halaman tentu tidak bisa dibilang biasa. Meski begitu banyak ulama memotivasi kita untuk menghafal Al Quran dengan alasan ia mudah dihafalkan, sebagaimana tersebut dalam Surat Al Qomar (54:17) sebagai berikut:

  • ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูŠูŽุณู‘ูŽุฑู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุงูฐู†ูŽ ู„ูู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ููŽู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู…ู‘ูุฏู‘ูŽูƒูุฑู

โ€œDan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?โ€

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah masih beranggapan hal itu sulit, atau sudah muncul optimisme dalam diri bahwa kita yang sudah dewasa inipun bisa menghafal Al Quran. Mari berbagi cerita…

Puasa Ramadhan #14

Ditanya sama bapak-bapak yang sedang ngobrol santai sambil nunggu rapat, “Apakah menghisap asap rokok batal?”

Saya jawab, “Jika merokok menggunakan mulut maka menghisap asapnya dengan mulut, ini membatalkan puasa. Menghisap asap rokok melalui hidung tidak membatalkan puasa, tapi jika niatnya mendapatkan kenikmatan seperti menghisap rokok melalui mulut maka sangat mungkin membatalkan pahala puasa.”

Bagaimana menurut Anda?

Puasa Ramadhan #6

Beberapa tahun lalu di Youtube saya menemukan tema yang tidak pernah saya pikirkan terlalu dalam/serius sebelumnya, Flat Earth alias Bumi Datar. Entah kenapa saya tertarik untuk mengikuti serialnya dari awal sampai akhir dan menjadi mulai terpengaruh. Saya juga melihat-lihat artikel terkait termasuk tulisan seorang PNS Batan yang kontra atas tema tersebut. Meski begitu saya tidak serta merta menjadi pengikut salah satu darinya, Flat atau Globe Earth.

Saya sadar ilmu dan kemampuan saya terlalu awam untuk bisa membuktikan kebenaran teori bumi dan langit ini sehingga lebih tertarik untuk mencari dalil-dalil naqli (wahyu Allah dalam Al Qur-an) yang terkait dengan hal tersebut. Beberapa rekan kerja termasuk junior saya di kantor sempat menegur saya, untuk apa memikirkan sesuatu yang tidak akan mengubah apapun. Bisa dibilang saya dianggap melakukan hal yang sia-sia. Boleh jadi begitu tapi pada akhirnya saya percaya bahwa apa yang saya lakukan tidak serendah itu, karena Allah menyebut-nyebut Ulil Albab dalam Al Qur-an di mana ia adalah manusia yang menggunakan akal pikiran untuk berbagai hal baik yang Allah wahyukan dalam kitab-kitab suci maupun alam semesta ini.

Lalu mengapa ini begitu penting? Dalam logika saya, manusia diberikan akal untuk mendukung keimanan. Meskipun semua manusia punya akal tetapi tidak semua punya iman. Ini menjadi pembeda, orang beriman dengan orang kafir/tidak beriman. Jika orang beriman menggunakan logika yang berujung pada keyakinan pada Allah, sedangkan orang tidak beriman tidak peduli apakah ujung penggunaan logikanya kecuali untuk kehidupan di dunia. Nah, ketika saya mengikuti atau membenarkan teori yang dimunculkan oleh orang kafir maka boleh jadi saya menjadi bagian dari golongannya. Saya tidak bilang pemikiran orang kafir tidak obyektif, tetapi sebagai orang beriman saya tetap harus selektif dan kritis atas motivasi di balik pemikiran tersebut. Mengutip ungkapan seorang Yahudi Amerika terkemuka, nothing personal it’s just business.

Sekarang coba kita tengok teori asal muasal alam semesta yang diyakini orang awam…

Bersambung ke Puasa Ramadhan #7