Berdamai dengan Tantangan

Manusia hidup pasti ada saja masalahnya, bisa besar bisa juga kecil. Sebagian menjadikan masalah sebagai musibah, sebagian yang lain menjadikannya tantangan. Apakah penyikapan ini tergantung pada kemampuan finansial (kekayaan)?

Seorang bijak mengatakan, “Kekayaan sesungguhnya terletak pada kelapangan dada”. Bahkan Nabi SAW. bersabda, “Kaya itu bukan banyaknya harta, tetapi kaya hati (selalu merasa cukup)”. Trus, mengapa manusia mesti pusing ketika datang masalah? Ya ya… karena kalo ketemu masalah manusia umumnya pake otak (logika), dan sedikit yang pake hati.

Saya berikan contoh sederhana.

Grafik di atas menunjukkan statistika jumlah kunjungan ke blog ini 7 tahun terakhir, tampak di 2018 sedikit menurun dari 2017 padahal trennya menaik sejak 2013 hingga 2016. Ini masalah… Beberapa posting saya belakangan menunjukkan bagaimana saya merespon masalah ini. Hampir semua pake logika, meskipun bawaan tulisannya jadi curcol alias baper. Buat saya saat itu, ini musibah. Mari kita lihat yang berikut…

Statistika kunjungan saya 2 bulan terakhir mencapai 1.065 atau hanya di kisaran 4,5% dari capaian di 2018. Dengan rata2 relatif 2,25% per bulan maka dengan logika akal saya hanya akan mencapai kisaran 27% di akhir tahun ini. Ini jelas musibah… Trus saya mesti pusing? Wkwkwkwk.

Memang manusia itu sering lupa, dengan niat dan tujuannya. Seperti halnya dengan blog ini, niat dan tujuan saya apa sih? Apakah saya membuat blog untuk menjadi selebblog macam Radityadika.com atau rahard.wordpress.com? Yang kedua itu subyektif saya wkwkwk. Atau untuk hal lain, misal seperti tertulis di sini. Nah kan, kalo pake hati semua jadi adem, Bro. Tidak penting banyaknya kunjungan ke blog ini, masalahnya adalah apakah blog ini berbobot (sesuai niat) dan bermanfaat (sesuai tujuan).

Banyak sekali hal yang melintas di fikiran saya tapi sedikit sekali yang kemudian saya tuangkan di sini, sungguh terlalu… ternyata masalah bukan dari luar tapi dalam diri saya. Dan saya mesti menyikapi ini bukan sebagai musibah melainkan sebagai tantangan: Seberapa saya sanggup mengoptimalkan resources yang saya miliki untuk mengoptimalkan kerja saya.

Ok, saatnya saya berdamai dengan tantangan…

Iklan

Pendaftaran Online Puskesmas Beji

Beberapa hari lalu anak saya mengeluh sakit mata, meskipun bukan belekan tapi dia mengeluh nyeri sehingga bakalan gak konsen juga di sekolah. Kami putuskan dia gak masuk sekolah, dan kami periksa ke dokter. Puskesmas menjadi pilihan pertama kami, alasannya selain dekat dan gratis (dengan BPJS) juga nyaman untuk anak-anak. Awalnya saya niat mengambil kartu antrean pagi2, tapi istri menginfokan sepertinya antrean Puskesmas sudah online sekarang. Saya lalu searching link-nya di internet.

Hasil searching pendaftaran online puskesmas Depok

Berikut step2 saya mendaftar online Puskesmas di lingkungan saya.

Continue reading “Pendaftaran Online Puskesmas Beji”

American Samoa Mengunjungi Saya

Tergerak oleh status seorang teman yang punya channel di YT, di mana subscriber-nya bejibun, saya iseng membuka dashboard WP saya. Di beberapa posting saya sebelumnya, saya begitu sedih melihat kenyataan netizen lebih memilih microblog ketimbang blog sehingga statistika pengunjung blog saya makin lama makin menurun seperti grafik berikut.

Saya jadi teringat kondisi ketika pengunjung blog ini begitu indah dilihat, dan dari berbagai wilayah di belahan bumi yang bahkan saya belum pernah kunjungi. Namun ada yang menarik ketika saya membuka statistika pengunjung kemarin, tidak banyak tapi dari hampir sepanjang katulistiwa bumi. Salah satunya American Samoa, mana itu ya? Saya jadi penasaran. Ok G****e, American Samoa…
Samoa Amerika, juga disebut dengan Samoa Timur, adalah sebuah wilayah tak terorganisasi dan terpisah milik Amerika Serikat yang berada di bagian selatan dari Samudera Pasifik, di timur negara Samoa. Populasinya pada 2003 berjumlah 70.260 jiwa dengan kepadatan penduduk 353/km². Wikipedia

Saya jadi berfikir, AS ini koq bisa ya punya wilayah yang terpencar2 gitu. Hawaii, Alaska, Samoa… gimana cara bisa begitu ya? Menurut Wiki ini step2 yang terjadi pada Samoa.

Luar biasa emang, gak kebayang wilayah yang jaraknya secara geografis 9.754 km dari AS bisa menjadi bagian wilayahnya bahkan ketika dipisahkan oleh Samudera Pasifik yang menghanyutkan. Wkwkw, hampir 2 kali lipat jarak Sabang ke Merauke. Mending kalo dari Sabang ke Merauke bisa mampir2 ke berbagai wilayah yang indah dengan pesona daerah masing2, lha ini dari AS ke Samoa kalo lewat jalan darat dan laut bisa mati kebosanan karena 90% waktunya dihabiskan di tengah lautan.

Sudah ya, saya ngantuk… siap2 terbang dulu.

Kisah Remaja Masa Kini (1)

Saya adalah pendatang di kota ini. Saya pindah ketika duduk di bangku kelas 6 SD. Saya benar-benar merasakan lingkungan yang berbeda antara kota tempat tinggal saya dulu dengan yang sekarang. Jika melihat ke belakang, saya ingat betul bahwa awal mula pindah ke sini saya benar benar tidak tahu apa-apa sampai kemudian saya menemukan hal-hal “baru” dalam adaptasi saya terhadap lingkungan baru. Saya merasa teman-teman saya aneh, kalo saat ini saya akan mengatakan teman-teman saya di kota ini seperti sudah dewasa sebelum waktunya atau mungkin anak usia 11 tahun memang bisa dikatakan sudah pantas untuk punya pemikiran seperti itu. Entahlah, yang jelas ini tidak terjadi di lingkungan saya sebelumnya.

Pada saat itu kami baru istirahat, selesai jam olah raga. Saya yang merasa sangat lelah kemudian berbaring di bangku. Seperti kebiasaan yang saya dan teman teman saya lakukan di sekolah yang lama. Tapi saat itu di sekolah yang baru, perbuatan saya menjadi hal yang menghebohkan. Teman saya memanggil teman yang lain dan mengatakan bahwa saya telah siap. Saat itu saya tidak mengerti apa yang dia maksud, tapi kemudian seiring berjalannya waktu saya memahami bahwa mereka berfantasi bahwa yang saya lakukan adalah seperti orang yang akan melakukan hubungan seksual.

Tidak hanya itu, pada suatu waktu di sela jam kosong teman saya membicarakan tentang kondom. Pada saat itu saya benar-benar tidak mengerti apa itu. Sampai saya menanyakan itu kepada nenek saya dan berakibat saya dimarahi tanpa mengerti benda apakah kondom itu.
Pernah juga kejadian pelecehan seksual antarteman saya, seorang anak laki-laki memegang payudara teman perempuan saya kemudian menciumnya lalu masalah ini ditangani oleh guru BK.

Teman saya juga ada yang sudah memakai narkoba, orang di sini menyebutnya “cimeng”. Seperti lintingan rokok yang kecil sekali. Itu pertama kalinya saya melihat benda itu dihisap oleh anak SD. Teman saya juga sering tertidur lemas di kelas, orang bilang dia habis minum obat-obatan. Dan kedua kalinya saya melihat benda itu adalah ketika saya ke pantai dengan teman-teman saya pada tahun 2016 silam.

Saya lulus dan masa SD berlalu. Saya kembali menemukan hal serupa ketika duduk di bangku SMP bahkan lebih ekstrim. Ya wajar karena di SMP usia semakin dewasa, semakin plural, semakin berani, dan semakin ngawur. Saat kelas 7, saya menemukan kakak kelas saya berdua-duaan dalam kelas yang kosong sepulang sekolah. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih dan ternyata memang banyak sekali kakak-adik kelas yang pacaran saat itu. Cinta anak remaja, terdengar menyenangkan.

Sampai pada suatu hari, tepatnya hari Senin sebelum upacara, teman saya memamerkan dadanya yang merah. Dia bilang itu adalah kecupan dari pacarnya. Semalam dia tidur dengan pacarnya, kemudian dia menceritakan tentang kecupan itu dan kondom. Saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan teman saya. Itu terdengar seperti khayalan. Mana mungkin dia yang masih kecil bisa tidur di rumah pacarnya yang pasti juga punya orang tua dan dia juga punya orang tua. Bagaimana orang tuanya bisa mengijinkan dia tidur di rumah orang lain. Saya saja jika keluar lebih dari jam 5 sore, orang tua saya marah besar. Saya sering diancam akan dikunci di luar. Saya tidak boleh keluar malam dan orang tua saya tidak pernah mengizinkan saya tidur di rumah orang lain dengan alasan apapun.

Tapi bagaimana dia bisa mengarang semua cerita itu. Dari mana inspirasinya, atau itu benar-benar terjadi. Entahlah. Saat itu kami baru berusia sekitar 12 atau 13 tahun, dan kemudian terjadi drama, pacarnya selingkuh kemudian mereka putus. Suatu hari kemudian teman saya bercerita bahwa dia hamil dan menggugurkan kandunganya dengan buah Nanas di kamar mandi. Dia melakukannya dengan kakaknya yang juga pernah melakukannya. Saya kembali tidak percaya dan berpikir bahwa itu hanya omong kosong. Terfikir teman saya berbohong karena dia dan pacarnya sedang tidak akur. Kebenaranya hanya Allah yang tahu karena sampai sekarang saya tidak habis pikir bahwa hal itu benar-benar terjadi.

Cerita lain datang dari orang yang berbeda, seorang teman laki-laki saya menceritakan pengalamanya. Dia bercinta (HS) dengan seorang wanita yang jauh lebih tua darinya, di atasnya 20 tahun. Dia banyak sekali mengetahui tentang seks. Dia menceritakan tante yang kesepian kemudian dia dan teman temanya sering dipanggil untuk melakukan “hal itu” dan dibayar. Saya melihat orang itu memang lebih terlihat dewasa di banding yang lain. Saya tidak tahu hal apa saja yang telah dilewatinya. Tapi mengerikan sekali saat ini jika melihat saya yang dulu berhadapan dengan orang yang seperti itu. Tapi Alhamdulillah Allah masih menjaga saya.

Saya punya teman baru di lingkungan rumah. Dua tahun lebih tua dari saya, sebut saja namanya Nonik dan seorang lagi satu tahun di atas saya, sebut saja namanya Mia.

Bersambung…

Galau

Saya tidak tau cerita mana yang mesti saya tuliskan lebih dulu, semua seperti berkecamuk dalam fikiran saya. Keprihatinan atas pergaulan bebas remaja, empati dan simpati atas keterasingan, atau haru biru kerinduan tak terlupakan 3 tahun ini. Namun demikian, akan saya tuliskan catatan singkatnya agar tidak sampe menguap atau terkubur tanpa ada manfaatnya.

Continue reading “Galau”

Manajemen Kentut

Sepintas terdengar saya seperti sedang kesal dengan pihak tertentu (sebut saja manajemen) sehingga saya mengumpat demikian. Mirip seperti ketika orang-orang yang sedang marah lalu melontarkan sumpah serapah atau sebutan-sebutan tidak sopan. Padahal bukan itu maksud saya, gaes. Mo tau yang akan saya bicarakan? Baca terus ya…

Continue reading “Manajemen Kentut”

Busway Dulu… Sekarang

Hari ini saya naik Busway ke bilangan Kuningan, semoga tidak macet karena ini hari Senin yang identik dengan kemacetan. Sudah lama sekali saya tidak naik bis Transjakarta, bahkan saya lupa kapan itu dan dengan tujuan ke mana. Yang saya masih ingat waktu dulu baru punya 1 atau 2 anak, saya dan istri jalan-jalan ke Monas naik Busway. Lumayan juga muter-muter tapi cukup nyaman karena bis ini termasuk yang terawat tidak seperti bis-bis kota lainnya.

Sebenarnya dulu banget dari Blok M ke Ragunan saya pernah naik bis kota AC, Steadysafe apa gitu cuma kelamaan trayek bis itu menghilang jadi orang gak punya alternatif selain Kopaja yang tau sendiri kualitas bis dan layanannya. Meski begitu hampir 3 tahun di ibukota, saya jadi terbiasa dengan Kopaja dkk. Pernah suatu masa saya tiap hari naik bis kota dan Kopaja pagi-sore, bahkan sampe ketiduran di situ seperti penumpang-penumpang lainnya. Begitulah kita, tresna jalaran saka kulina (kenyamanan muncul karena kebiasaan).

Continue reading “Busway Dulu… Sekarang”

(Melawan) Microblogging di Status

Ini yang saya maksud… bukan fenomena baru memang. Tapi sungguh menjadi ancaman bagi saya khususnya yang masih menganggap blog sebagai media terbaik untuk mencurahkan perasaan dan berbagi informasi.

Wkwkwk… bertransformasilah, atau punah. Ironis memang. Bahkan saya sendiri menikmati posting status dan status walking. Ini semacam virus yang saya tidak ingin terjangkit tapi seperti sudah kronis menjangkiti semua orang dan sayapun terpapar.

Pasang umpan ah… siapa tau nyangkut 😁

Ketika Menurun…

Statistik pengunjung blog saya semakin menurun akhir-akhir ini. Apa sebab?

Saya lalu berfikir, mungkin netizen sekarang lebih suka microblog dibanding blog yang sesungguhnya. Bahkan lebih ekstrim, netizen lebih suka status walking ketimbang blog walking. Entah mana yang benar…

Saya sendiri merasa lebih banyak meluangkan waktu untuk baca status di WA atau IG ketimbang baca blogfeed di WP wkwkwk… kelakuan.

Bagaimana dengan Anda?