Memaknai 28 tahun kehidupan …


– Jakarta, 06/12/07 –
    Kehidupan ibarat aliran sungai, membawa segala yang ada di atasnya ke mana ia mengalir. Di musim kemarau airnya surut, menampakkan bebatuan tajam yang ada di dasarnya. Sedangkan di musim hujan, airnya pasang bahkan terkadang meluap  membanjiri daratan yang dilaluinya.
    Manusia ibarat benda yang ada di atas aliran sungai. Ada yang tenggelam, ada yang mengapung. Sebagian terbawa arus, sebagian yang lain tersangkut di bebatuan atau di pinggirannya. Ada pula yang melawan arus, namun ia mesti memiliki kekuatan yang besar untuk melakukannya.
    Sungai …, berawal dari hulu berakhir di hilir, bermula dari mata air yang bening berkesudahan di muara yang keruh penuh sampah. Membawa manfaat di saat tenang, membawa petaka di kala banjir. Persis seperti hidup, membawa pada kebaikan di saat hati tenang, penuh syukur, khusyu’ beribadah pada-Nya, memberi keselamatan pada semua makhluk. Namun ia , membawa keburukan ketika hati tamak akan dunia, lalai untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik, mendengki pada orang lain.
     Di banyak komunitas manusia, pada tanggal-tanggal tertentu diperingati sebagai hari ulang tahun (hari lahir) bagi seseorang yang mereka sayangi. Beberapa orang mengisinya dengan memberikan hadiah atau makanan kepada keluarga, saudara, atau sahabatnya. Sebagian yang lain, mengisinya dengan puasa hari lahir, entah dicontohkan nabi atau tidak. Demikian lah mereka mengungkapkan syukur atas nikmat usia yang diberikan Penciptanya.
    28 tahun bukanlah waktu yang sebentar. 28 tahun = 336 bulan = 10.227 hari = 245.448 jam = 14.726.880 menit = 883.612.800 detik. Kalau dalam sehari kita tidur 6 jam, bekerja/belajar 8 jam, berhibur/bermain 4 jam, bersosialisasi 4 jam dan beribadah 2 jam, berarti kita :

  1. tidur selama 7 tahun;
  2. bekerja/belajar selama 9 tahun 4 bulan;
  3. berhibur/bermain selama 4 tahun 8 bulan;
  4. bersosialisasi selama itu juga; dan
  5. beribadah selama 2 tahun 4 bulan !

Ternyata waktu untuk bersujud di hadapan-Nya hanya separuh jika dibandingkan dengan waktu untuk bermain, jauh lebih singkat daripada waktu untuk bekerja bahkan untuk tidur. Demikian kah cara kita bersyukur akan nikmat-nikmat Allah yang tidak mungkin kita hitung walau dengan super komputer tercanggih  yang pernah dibuat manusia? Kalau jawabannya tidak, berarti kita harus berubah !
    Kemudian, apakah hanya dengan menambah waktu beribadah kita di hadapan Allah, ataukah ada cara yang lain? Tentu ada cara yang lain. Tidak ada ruginya memang menambah porsi waktu kita untuk bermunajat kepada Nya, namun akan lebih bermakna di mata Allah bila kita mengubah muatan tidur kita, muatan kerja/belajar kita, muatan berhibur/bermain kita dan muatan bersosialisasi kita dari muatan duniawi semata menjadi muatan ibadah hanya kepada Allah SWT. Sesuatu yang mungkin mudah diucapkan tetapi tidak mudah untuk dikerjakan.
    Bukankah kita telah dianugerahi mukjizat Rasulullah SAW yang biasa kita pajang di lemari, yaitu Al Qur-an? Lebih dari itu, bahkan banyak buku yang memberikan gambaran bagaimana beliau mempelajari, memahami, mengamalkan sekaligus mengajarkan kepada seluruh manusia? Artinya, tinggal seberapa besar kita mau memaknai kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal di kehidupan selanjutnya.
    Betapa banyak manusia, menjadi “orang besar” di usia mudanya. Apakah kita termasuk di antara mereka? “Besar” tidak selalu berarti “besar” di hadapan semua manusia, “besar” bisa juga bermakna “memberi manfaat” kepada orang-orang di sekitarnya. Menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya, menjadi suami yang sabar dan tekun, menjadi bapak yang diidolakan anak-anaknya, atau menjadi tetangga yang menjaga diri dari melukai perasaan orang lain. Begitu banyak makna “besar” bagi orang yang benar-benar memahami kehidupan, dunia-akhirat. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin.
    Kebenaran semata-mata datangnya dari Allah, sedangkan kesalahan kata, kekeliruan makna, dan kekhilafan sikap adalah karena kefakiran saya. Mohon maaf dan terima kasih. <Abu Fida>

NB: Posting pindahan dari blog.friendster, katanya mo ditutup … hik hiks 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s