Mestinya Lemsaneg juga konsern …


MANAJEMEN KOMUNIKASI PERTAHANAN

5 April 2010.
Liputan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.

MANAJEMEN KOMUNIKASI PERTAHANAN

Era Keterbukaan Informasi Publik menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Di satu sisi masyarakat membutuhkan transparansi informasi untuk semua lembaga atau organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Di lain pihak, transparansi seluruh informasi tidak mungkin dapat dilakukan oleh sebuah lembaga atau organisasi karena dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari yang bisa berdampak pada ketahanan dan keutuhan negara ini.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, pada Rabu, 30 Maret lalu Kementerian Pertahanan menggelar Workshop Defence Image Building di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Sedikitnya sekitar 200 peserta dari praktisi kehumasan pemerintah dan swasta, akademisi dan peneliti, serta para insan pers hadir pada acara tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoedin didampingi beberapa pejabat tinggi TNI.

Jend. (Purn.) Endriartono Sutarto menjelaskan bahwa pertahanan negara itu tidak semata-mata hanya di bidang militer. “Kita bisa berperang melalui komunikasi dan informasi, melalui diplomasi, melalui teknologi” ujar Mantan Komisaris PT Pertamina ini. “Dengan catatan, kesemuanya itu kita dorong dan dibawa ke arah kepentingan nasional, alih-alih kepentingan bisnis dan golongan.”

Lebih lanjut dikatakan bahwa tidak semua informasi perlu disajikan ke publik. Sambil memberi contoh kasus Gayus Tambunan dan Gerakan Tidak Bayar Pajak di jejaring sosial Facebook, dia mengatakan bahwa suatu informasi yang kurang baik sebaiknya tidak perlu dibeberkan kepada publik, apalagi media selalu menayangkannya dengan intensitas tinggi. Kredibilitas pemerintah akan anjlok. Masyarakat jadi tidak optimis terhadap negara ini dan itu akan berdampak pada sistem pertahanan negara kita. Media seharusnya konsisten dengan perannya sebagai public guardian.

Berbeda dengan pendapat Redaktur Harian KOMPAS Dr. Ninok Leksono, MA, “Yang rahasia itu justru taktik dan strategi perangnya,” katanya. Menurutnya jika pemerintah tidak berani mengambil tindakan untuk mentransparansi keadaan lembaga atau organisasinya, maka masyarakat akan mencari tahu dari sumber-sumber lain yang belum jelas keabsahannya. Hal ini menyebabkan ketahanan negara ini akan rusak karena isu yang belum jelas. Hal serupa juga disetujui oleh pakar telematika Roy Suryo. Media berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan manusia saat ini apalagi didukung oleh teknologi informasi yang sangat canggih.

Pada kesempatan yang sama pakar militer Andi Widjajanto menjelaskan mengapa istilah rahasia negara kemudian beralih menjadi istilah informasi strategis. Sesuatu yang bersifat rahasia bermakna tidak boleh seorang pun tahu mengenai hal itu. Sedangkan, sehubungan dengan UU KIP, seluruh informasi, termasuk rahasia negara, seakan-akan harus dibuka untuk publik. Untuk mengantisipasi persepsi yang salah, maka digunakan istilah informasi strategis.

Mengapa demikian? Rahasia negara identik dengan informasi yang tertutup. Padahal dalam kenyataannya, informasi tertutup itu tidak benar-benar tertutup. Informasi itu bisa diakses dan turut didistribusikan. Tetapi, hanya untuk kalangan terbatas karena dikhawatirkan jika sampai ke semua level, maka dampaknya akan sangat besar bagi ketahanan negara ini. Oleh sebab itu, setiap instansi perlu merumuskan manajemen komunikasi apa yang akan dijalankannya, apakah menjadi instansi yang serba tertutup atau terbuka karena disinilah inti dari defence image building, yakni meningkatkan yang sudah baik dan memperbaiki yang kurang baik.

Di-copy-paste dari http://www.bpn.go.id/Beranda/Berita—Artikel/Berita/MANAJEMEN-KOMUNIKASI-PERTAHANAN.aspx

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s