H-2 Ramadhan 1431H


Alhamdulillah, saya masih diberi Allah swt. usia hingga lewat 30 tahun dan semoga Dia masih memberi saya kesempatan bertemu lagi dengan Ramadhan tahun ini.

Ini adalah tahun pertama dari 10 tahun yang harus saya persiapkan untuk menggapai kehendak Allah (skenario-red). Secara duniawi sepertinya tidak buruk, karena minimal ada beberapa hal yang saya peroleh dan harus saya syukuri selamanya;

Pertama, saya sekarang tinggal di rumah sendiri. Saya lupa kapan persisnya saya dan istri pertama kali bertemu rumah itu, tapi saya masih ingat kapan pertama kali saya pergi ke rumah itu untuk melakukan perbaikan sesuai kesepakatan saya dan istri (renovasi-red): 29/30 Sya’ban 1430H. Hhmmm, ternyata hampir 1 tahun hijriyah rumah kami berubah bentuk dari wujud aslinya seperti saat kami membelinya melalui suatu proses panjang yang berakhir simple. (Yang ini tentu ada cerita tersendiri, insya’Allah akan saya tulis kapan-kapan bila sempat tentunya)

Kedua, saya akhirnya menyelesaikan kuliah S2 setelah 2 tahun tugas belajar. Saya masih ingat hari pertama kuliah saya adalah 1 Ramadhan 1429H, hampir 2 tahun hijriyah yang lalu. Subhanallah, Allah swt. memberikan nikmat yang saya sendiri tidak pernah benar-benar terobsesi dengannya. Untuk saya yang berpenghasilan pas-pasan (maklum PNS Gol. III, berapa sih gajinya?) tentu saja saya tidak berani bermimpi untuk mengambil kuliah S2 dengan biaya sendiri sementara kebutuhan keluarga saya belum bisa terpenuhi secara layak. Hanya Allah sajalah yang menunjukkan saya jalan untuk nikmat ini dan semoga Allah jua lah yang akan membimbing saya untuk memanfaatkan ilmu yang saya peroleh untuk kemaslahatan ummat ke depan.

Masih ada 4 bulan masehi untuk saya menghabiskan tahun pertama ini, dan semoga Allah swt. tetap memberikan saya kesadaran dan kesabaran untuk menjalaninya sehingga proses dan hasil sesuai kehendak-Nya tentu.

Menurut perhitungan Hijri-Gregorian Converter (software konversi penanggalan Hijriyah-Masehi yang saya copy dari lab Mercator beberapa waktu lalu he he he …) seumur hidup saya sudah melewati 30 bulan Ramadhan sejak Ramadhan 1400H dan tahun ini insya’Allah Ramadhan ke-31 untuk saya. Saya benar-benar berharap, semoga Ramadhan tahun ini bisa menjadi Ramadhan terbaik! Artinya, saya bisa menjalani Ramadhan tahun ini dengan ibadah yang maksimal.

Saya harap ini menjadi penyeimbang dari pencapaian saya sebelumnya (di atas-red). Karena manusia diciptakan Allah terdiri tidak hanya dari wujud fisik saja (yang terpuaskan dengan nikmat duniawi) tetapi juga wujud non fisik yaitu jiwa (yang hanya bisa terpuaskan dengan nikmat maknawi).

Nah kalo berbicara tentang maknawi atau non-duniawi atau biasa kita kenal dengan ruhani mungkin, manusia akan dikembalikan kepada asal muasalnya yaitu Sang Pencipta. Saya tidak sedang berbicara tentang tasawuf dan saya tidak pernah belajar tentang itu, saya hanya sedang membicarakan tentang iman, di mana hubungan antara hamba dan Rabb-nya menjadi sentral dari segala sesuatu (hablum minallah-red). Sebenarnya iman tidak bisa diarahkan hanya kepada konsep ruhani, seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang sekuler dan mungkin kita sebagian dari mereka. Iman meliputi wujud fisik dan non-fisik sehingga tingkat keimanan tidak pas kalo hanya disandarkan pada keyakinan hati semata melainkan terwujud juga secara fisik melalui ucapan dan amal perbuatan. Inilah konsep iman dalam Islam, seperti tersebut dalam hadits Rasulullah saw.

Ada satu catatan yang perlu saya cermati;

Mengimbangi pencapaian duniawi (nikmat Allah berbentuk fisik-red) dengan pencapaian akhirat (tingkat keimanan kita-red), contoh yang sederhana adalah saat kita memperoleh penghasilan (nikmat harta) yang maka kita tingkatkan iman kita dengan bersyukur dan berinfaq.

Ini insya’Allah menjadi kunci kebahagiaan saya dunia-akhirat. So, kalau sebulan ke depan akan saya habiskan untuk menikmati Ramadhan, trus 3 bulan kemudian apa target saya ya? Bagaimana pula dengan Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s