Agar ibadah Ramadhan lebih maksimal


Saya terpikir untuk melakukan hal-hal berikut untuk satu tujuan: Agar ibadah Ramadhan lebih maksimal.

  1. Membuat jadwal kegiatan harian
  2. Menentukan target ibadah pribadi
  3. Membuat daftar evaluasi target ibadah

Seperti halnya manajemen umum, setiap pekerjaan akan lebih efektif bila direncanakan jadwalnya (schedule-red), ditunjukkan target-targetnya dan terakhir dievaluasi secara berkala. Itu yang paling simpel, karena ilmu saya terkait ini terbatas ya ini saja yang akan saya terapkan. Anda yang punya ilmu manajemen lebih mumpuni tentu bisa menerapkan ilmunya dengan lebih baik.

Membuat jadwal kegiatan harian

Sehari semalam terdiri dari 24 jam, di bulan Ramadhan kita memulainya di sore hari (sesuai penanggalan hijriyah berbasis bulan-red), saat Maghrib tiba maka tanggal berubah jadi bukan saat tengah malam (sebagaimana penanggalan masehi berbasis matahari-red). Karenanya kita bisa tentukan waktu-waktu sesuai aktifitas kita sehari-hari, bulan puasa biasanya lebih teratur terutama untuk buka puasa, tarawih dan sahur. Kita rencanakan mulai dari Maghrib sampai ketemu Maghrib berikutnya, apa saja ibadah yang bisa kita lakukan. Untuk yang sudah bekerja tentu bisa mengaturnya sesuai aktifitas pekerjaannya, nah di sini kita baru mendapatkan space waktu (peluang-red) untuk melakukan ibadah tambahan. Untuk yang kuliah atau masih sekolah juga bisa menyesuaikan.

Waktu luang di sela-sela aktifitas keseharian itulah yang akan dibuat jadwal kegiatannya, bukan jadwal aktifitas yang rutin. Misal kita buat jadwal aktifitas rutin kita selama bulan Ramadhan seperti ini:

18.00 – 18.45 : Buka puasa, sholat Maghrib, makan malam

19.00 – 20.30 : Sholat Isya’, sholat Tarawih

04.00 – 04.30 : Sahur

07.00 – 12.00 : Persiapan kerja, kerja

13.00 – 17.00 : Kerja, pulang kerja.

17.30 – 18.00 : Persiapan buka puasa (ngabuburit)

Maka kita dapati beberapa waktu luang di sela-sela waktu sibuk itu. Nah, kita bisa jadwalkan ibadah yang bisa dilakukan dalam waktu luang tersebut, misal seperti ini:

18.45 – 19.00 : Membaca Al Qur-an (tilawah-red); membaca buku Islami

20.30 – 22.00 : Tilawah; membaca buku

22.00 – 03.30 : Tidur

03.30 – 04.00 : Tahajjud; tilawah

04.30 – 07.00 : Tilawah; menghafal Al Qur-an (tahfidz-red); sholat Dhuha

12.00 – 13.00 : Sholat Dzuhur, mendengar ceramah/kultum;tilawah; membaca buku

15.00 – 15.30 : Sholat Asar

17.00 – 17.30 : Silaturrahim; tilawah; membaca buku

17.30 – 18.00 : Ngabuburit: mendengar ceramah agama; tilawah

Alhamdulillah, setiap waktu jadi bernilai ibadah kan. Selanjutnya kita tentukan target ibadah pribadi kita.

Menentukan target ibadah pribadi

Target itu penting, sesuatu yang akan kita capai dalam pekerjaan, tingkat atau intensitasnya. Kita bisa menentukan target ibadah dengan melihat pada dua kondisi : kondisi yang ada sekarang dan kondisi yang kita harapkan. Nah, apa bedanya target dengan kondisi yang kita harapkan? Bedanya, target meliputi setiap kondisi mulai kadar 0% (kondisi yang ada sekarang) hingga kadar 100% (kondisi yang diharapkan) atau berarti bisa bervariasi, yang terbaik adalah yang stabil atau semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Misal kita punya target tentang tilawah, maka kita lihat kondisi di atas. Ilustrasinya seperti ini:

Kondisi sekarang : jarang, paling banter 1 kali sepekan, saat Yasinan malam Jum’at.

Kondisi harapan : setiap hari walaupun cuma 1 lembar (2 halaman-red)

Kita bisa tentukan target itu secara bertahap karena kita punya maksimal 30 hari selama bulan Ramadhan. Misal seperti ini:

Kondisi pekan ke-1 : tiga hari sekali, 1 halaman

Kondisi pekan ke-2 : dua hari sekali, 1 halaman

Kondisi pekan ke-3 : satu hari sekali, 1 halaman

Kondisi pekan ke-4 : setiap hari, 2 halaman.

Alhamdulillah, di akhir Ramadhan kita sudah mencapai target untuk bisa tilawah setiap hari 1 lembar. Nah untuk lebih detil bisa langsung kita masukkan dalam jadwal di atas, misal kita lakukan ba’da Sholat Tarawih.

The last but not least, Membuat daftar evaluasi target ibadah pribadi

Sesudah kita membuat jadwal kegiatan harian dan jadwal ibadah tambahan, menentukan target ibadahnya, maka selanjutnya adalah mengevaluasi pelaksanaannya sehingga bisa memenuhi target yang kita harapkan. Salah satu alat bantunya adalah dengan daftar evaluasi. Dalam daftar itu kita cantumkan target-target ibadah pribadi kita dilengkapi dengan kolom-kolom sesuai tanggal/hari. Dalam penggunaannya, kita tinggal men-check (atau silang-red) atau memberi nilai kuantitatif/skor. Misal seperti ini:

Ibadah Pribadi – 1 – 2 – 3 – … – 8 – 9 – 10 – … – 15 – 16 – 17 – … – 22 – 23 – … – 30 –

Tilawah – v – x – v – … – 1 hal – 0 hal – 1 hal – … – 1 hal – 1 hal – 1 hal – … – 2 hal – 2 hal – … – 2 hal –

Tahajjud –

dsb

Nah, seperti ini kan jadi lebih terarah ya. Semoga saya masih sempat mewujudkan dua langkah di atas sebelum Ramadhan datang dan selanjutnya istiqomah dengan langkah ketiga. Jangan lupa slogan kita untuk Ramadhan tahun ini:

Ayo Raih Ramadhan Terbaik!

One thought on “Agar ibadah Ramadhan lebih maksimal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s