H-1 Ramadhan 1431H


Saat-saat yang menegangkan, seperti menunggu saat ijab qabul dulu he he he …, atau saat menunggu waktu kunjung saat ta’aruf sambil sholat Dhuha di masjid dekat rumah calon mertua. Yang saya bicarakan tentu bukan tentang itu, melainkan saat-saat menjelang Ramadhan ini. Detik-detiknya begitu berharga untuk diabaikan tanpa ibadah, sungguh merugi bila saya menyia-nyiakannya.

Suasana Ramadhan umumnya di negara-negara berpenduduk muslim memang berbeda, ada aura ibadah di mana-mana. Hal ini juga terjadi di kampus A.M.S. dulu dan mungkin sampai sekarang, juga di kantor saya. Hampir semua muslim meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya, tampak dari shaf-shaf sholat yang bertambah dan pembaca Al Qur-an di mana-mana di masjid/musholla ba’da sholat. Di Indonesia umumnya, masyarakat memaknai Ramadhan dengan puasa di siang hari dan tarawih di malam hari seakan-akan tarawih menjadi suatu kewajiban sedangkan masih banyak amalan ibadah yang bisa dilakukan selain itu. Yang agak memprihatinkan adalah bahwa fenomena padatnya jama’ah sholat tarawih tidak bertahan hingga akhir Ramadhan tetapi semakin maju (shaf-nya) hingga bersisa yang memang terbiasa dengan sholat berjama’ah. Semoga saya termasuk dalam golongan yang istiqomah, semoga juga Anda.

Hal ini sebenarnya tidak lepas dari kurangnya persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan, sehingga dalam menjalaninya masih terpengaruh banyak kondisi terutama suasana menjelang lebaran. Persiapan Ramadhan terutama pemahaman terhadap ibadah di bulan Ramadhan adalah suatu prasyarat untuk bisa menjalani Ramadhan secara maksimal, karena tanpa ilmu tentu amal menjadi kosong. Di sini saya bisa menyimpulkan pentingnya dakwah bahkan untuk ummat muslimin sendiri, karena sebagian di antara kita meyakini dakwah hanya untuk non-muslim. Dakwah = mengajak kepada Allah swt dan Rasulullah saw., tidak terbatas pada golongan non-muslim karena sangat mungkin di antara ummat muslimin sendiri masih banyak yang tidak mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya. Nah, untuk kasus persiapan Ramadhan dakwah ini bisa dilakukan dengan banyak cara, mulai dari lisan, tulisan hingga amalan lain. Beberapa orang mengirim SMS untuk mengingatkan teman dan saudara mereka tentang datangnya bulan Ramadhan, sebagian yang lain menggunakan e-mail atau kartu pos (mungkin sudah gak ada kali-red). Yang lain membuat buku, leaflet atau booklet tentang bulan Ramadhan, juga jadwal imsakiyah (yang paling populer untuk produsen produk-red). Sisanya menyampaikan dalam ceramah atau sekedar obrolan sehingga orang lain ingat dan bersiap-siap menyambut bulan Ramadhan.

Tahun lalu saya disibukkan dengan proyek renovasi rumah, tapi tahun ini sepertinya belum ada proyek kecuali yang sudah ada dalam rencana dan pekerjaan rutin. Semoga Allah swt. memudahkan saya untuk memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadhan ini. Saya harus punya slogan untuk menyambut sang kekasih :

Ayo Raih Ramadhan Terbaik!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s