Hari ke-2 Ramadhan 1431H


Ini adalah pagi hari ke-3 Ramadhan 1431H. Sengaja saya tulis judul tulisan saya sejak kemarin minus 1 hari dari seharusnya karena saya ingin menjadikannya catatan harian (semacam memoar-red) sehingga sekaligus bisa saya manfaatkan sebagai bahan evaluasi buat saya pribadi.

Hari ke-2 Ramadhan … alhamdulillah.

Setelah menjelang Maghrib saya berusaha untuk mendapatkan 1 juz pertama dan tidak berhasil kemudian makan malam saya terlalu mepet sholat Isya’, alhasil saya sangat mengantuk ketika sholat Tarawih malam ke-2. Ba’da Tarawih saya putuskan untuk tidur ‘sejenak’ untuk kemudian bangun jam 21 melanjutkan tadarus bareng di musholla. He he he … walaupun sudah pasang alarm di HP, ternyata saya tetap tidak bisa bangun sesuai keinginan saya dan bablas sampai jam 22. Alarm biologis saya lebih kuat oleh kebiasaan memasukkan motor ke dalam rumah dibanding alarm HP yang akhirnya saya matikan dalam kondisi setengah sadar 1 jam sebelumnya.

Malam ke-2, mungkin penyesuaian buat badan jadi kurang kondusif diajak bermalam-malam tidurnya. Saya tidur awal dengan niat bangun lebih awal dan alhamdulillah bisa bangun jam 2.30 (dengan bantuan petugas ronda-red). Tahajjud dengan bacaan surat langsung membaca mushaf ternyata enak juga (kalo bahasa jawa penak, karena enak buat cita rasa makanan-red). Walaupun cuma 6 roka’at dan membaca 2 lembar mushaf memakan waktu hingga satu jam, subhanallah bagaimana dengan tahajjud Rasulullah saw yang menghabiskan Al Baqarah dan Ali Imran dalam satu roka’at?

Ba’da Subuh di musholla, saya tidur lagi (kebiasaan yang kurang baik-red) hingga hampir jam 7. Istri saya sudah mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah, untungnya mengepel lantai belum sempat dilakukannya sehingga saya masih dapat bagian. Walaupun mata masih berat dan tenggorakan kering (ingat … puasa, puasa-red) saya habiskan seluruh lantai rumah lebih dari 1/2 jam (untung rumah saya tidak terlalu besar-red). Setelah memanaskan motor dan mandi saya pun meluncur menuju kantor.

Menjadi seorang perencana

Tanpa sadar saya sering terposisikan menjadi perencana dari berbagai kegiatan. Semenjak kapan ya? Mungkin ini adalah takdir saya, terbukti dari kesertaan saya dalam berbagai event mulai dari pesantren kilat di SMA, camping dan mapta di Gudep, opspek di kampus hingga seminar di halaqoh. Menjadi panitia pengadaan barang dan jasa (PBJ) di BRR dan di kantor sampai tahun 2006. Sekarang saya terlibat dalam panitia pembangunan musholla, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tapi semua itu memberikan saya pengalaman berharga, sebagian pahit dan menyakitkan, sebagian menyisakan hutang yang harus saya tebus bertahun-tahun ke depan, sebagian sisanya membuat saya semakin yakin bahwa kita hanya bisa berencana dan hanya Allah lah semata yang Mahaberkehendak.

Merencanakan sesuatu adalah suatu hal yang umum dalam setiap aktifitas kehidupan. Perencanaan masuk dalam siklus manajemen. Menjadi perencana bisa berarti hanya membuat suatu konsep, tetapi bisa berarti juga harus memahami A sampai Z dari hal yang direncanakan. Mestinya ketika seseorang menjadi perencana  maka wawasannya menjadi lebih luas minimal tentang hal yang direncanakan, lebih baik lagi ketika sang perencana bisa menghubungkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman lain yang terkait dengan hal tersebut. Seorang perencana menjadi hulu dari tercapainya tujuan karena dia meramu input sekaligus prosesnya. Semestinya yang menjadi perencana adalah orang yang ikhlas, bijak, bervisi dan berpandangan menyeluruh (holistik-red). Seseorang dosen manajemen mengatakan, kalau Anda ingin mengetahui seluk beluk organisasi ini (kantor saya-red) maka masuklah (bergabung-red) di bagian perencanaan. Sesaat saya membenarkan perkataan itu, entah kenapa saya akhirnya benar-benar menjadi bagian darinya.

Inilah yang saya sebut takdir …

Capaian target dan PR

Alhamdulillah, hari ke-2 saya mencapai target-target ibadah saya walaupun ada juga yang terlewatkan (sungguh sayang sekali-red). Yang terlewat kemarin bisa saya kejar di hari ke-2 ini, tilawah jadi selesai 2 juz. PR: membuat jadwal harian, membukukan evaluasi harian, ma’tsurot, infaq, hafalan dan membaca buku. Hmm yummy …

Iklan

One thought on “Hari ke-2 Ramadhan 1431H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s