Renovasi musholla kami


Musholla dan rumah kami

Saya baru tinggal hampir setahun di Depok. Sebelumnya saya sekeluarga tinggal di rumah kontrakan di bilangan Cilandak KKO. Setelah berbulan-bulan mencari rumah tinggal yang sesuai dengan keuangan kami, akhirnya kami memutuskan untuk membeli rumah di bilangan Beji, Depok.

Saat saya dan istri menengok rumah itu untuk pertama kalinya sebelum memutuskan untuk membeli, kami tidak sadar kalau rumah itu bersebelahan dengan sebuah musholla kecil. Ketika kami tahu, maka semakin kuatlah kemantapan kami untuk mengambil rumah itu menjadi tempat tinggal kami. Bagi kami memiliki rumah yang dekat dengan musholla/masjid adalah keberkahan tersendiri. Alhamdulillah, setelah melalui proses yang membutuhkan pengorbanan tidak ringan di malam takbiran 1430H kami pindah dan mulai menempati rumah itu.

Dalam foto di samping, atap rumah saya dengan asbes dan papan warna krem, tampak lantai 2 musholla di latar belakangnya.

Musholla Nurul Iman

Musholla adalah rumah Allah, tempat bagi saya dan muslimin yang lain untuk beribadah. Menjadi tetangga musholla adalah kebiasaan saya sejak belum menikah dan semoga menjadi kebiasaan kami sekeluarga walaupun kami berpindah-pindah rumah kelak.

Musholla Nurul Iman, musholla yang rumah kami menjadi terasnya. Letaknya di bilangan Jl. Nangka, Beji, Depok. Menjadi icon dari lingkungan RT kami, semoga menjadi kebanggan kami juga kelak di kampung akhirat. Bangunannya tidak terlalu besar juga tidak tampak megah, ukuran tanahnya mungkin tidak lebih besar dari rumah kami atau kurang dari 60 m2. Saya sendiri tidak tahu persis sejak kapan musholla itu berdiri dan oleh siapa, cuma sesekali sembari ngobrol dengan tetangga dan jama’ah sholat saya mengetahui kalau musholla itu dibangun dengan swadaya masyarakat lingkungan RT kami beberapa tahun lalu dengan beberapa tokoh sebagai panitianya. Walaupun keberadaan musholla ini menjadi sarana ibadah yang penting sekali bagi kaum muslimin di lingkungan RT kami namun pro kontra dan dinamika jama’ah ternyata cukup kental di sini. Saya sebagai pendatang baru akhirnya mau tidak mau harus ikut menjadi bagian darinya.

Inilah foto yang saya ambil di dalam musholla pertama kali, ketika saya sedang merenovasi rumah kami. Waktu itu Ramadhan 1430H, sehabis sholat Dzuhur berjama’ah.

Musholla Nurul Iman terletak hampir di tengah-tengah wilayah RT kami, bisa diakses dari dua gang terpisah yang salah satunya adalah gang masuk ke rumah saya. Kondisinya cukup nyaman walaupun terkesan kurang terurus, maklum kondisi kas musholla tidak memungkinkan untuk menggaji marbot untuk mengurus kebersihan dan kerapiannya. Musholla ini terdiri dari dua lantai; lantai dasar diperuntukkan jama’ah laki-laki dan lantai atas untuk jama’ah perempuan. Musholla ini menjadi tempat peristirahatan saya selama proses renovasi rumah, mengingat kondisi rumah yang berantakan dan tidak layak untuk sekedar beristirahat di bulan Ramadhan waktu itu.

Menjadi bagian dari jama’ah musholla

Menjadi tetangga musholla membawa pengaruh baik buat saya dan keluarga kami. Setidaknya ketika kami berada di rumah dan waktu sholat lima waktu tiba, kami tidak tertinggal untuk sholat berjama’ah di awal waktu karena ada panggilan adzan dan iqomah dari speaker musholla. Berbagai kegiatan ke-Islam-an seperti pengajian ibu-ibu dan kajian rutin bapak-bapak juga tidak terlewatkan untuk diikuti sehingga keluarga kami menjadi lebih dekat dengan nuansa Islam.

Menjadi jama’ah musholla ternyata tidak terbatas hanya menjadi jama’ah sholat lima waktu dan pengajian saja tetapi lebih dari itu menjadi bagian dari kehidupan dan dinamika beragama di lingkungan RT kami secara lebih luas. Mengapa demikian? Karena interaksi antarjama’ah musholla memberikan wawasan beragama yang lebih luas buat saya pribadi. Hal ini sangat sesuai dengan salah satu prinsip Islam:

Masjid (juga musholla) adalah pusat kegiatan kaum muslimin.

Kehidupan masyarakat muslim berawal dari masjid/musholla, sebagaimana keseharian kami dimulai dengan sholat Subuh berjama’ah setiap harinya. Tidak semestinya beribadah di musholla diidentikkan dengan hanya sholat dan mengaji tetapi lebih luas dari itu menyentuh lebih banyak dimensi kehidupan termasuk ekonomi dan pendidikan.

Renovasi musholla Nurul Iman

Bila mendengar renovasi tentunya yang terbayang dalam benak kita yang muncul adalah pembangunan fisik bangunan. Walaupun deskripsi itu tidak sepenuhnya keliru tetapi renovasi musholla yang saya maksudkan di sini lebih dari itu.

Renovasi musholla kami meliputi perbaikan pemahaman kami sebagai jama’ah, perbaikan fungsi dan kegiatan jama’ah musholla, serta perbaikan fisik bangunan musholla.

Saya tidak akan meng-klaim sebagai orang yang memelopori renovasi musholla Nurul Iman tetapi setidaknya saya menjadi saksi dari transformasi yang dialami jama’ah musholla khususnya dan masyarakat lingkungan RT kami umumnya.

Berkaitan dengan hal pertama, saya melihat terjadinya renovasi pemahaman yang terjadi mulai dari tataran pengurus musholla hingga jama’ah musholla walaupun tidak secara keseluruhan. Bila saat pertama kali saya ikut ngobrol dengan jama’ah sholat sebagai tamu, saya mendengar bahwa kondisi jama’ah musholla begitu banyak perbedaan pendapat sehingga tidak bisa melakukan sesuatu secara bersama-sama maka seiring berjalannya waktu saya menjadi bagian dari jama’ah musholla ini maka kondisi itu sepertinya tidak segawat yang saya bayangkan. Saat ini lebih banyak yang bisa bertoleransi dengan perbedaan itu, lebih banyak yang peduli dengan kemajuan dan kemakmuran musholla bahkan menyusun program  perbaikan kondisi ke-Islam-an di lingkungan RT kami. Seperti definisi renovasi maka pemahaman kami yang sempit saat ini sudah semakin luas, insya’Allah.

Dalam foto di atas, warga RT yang sebagian besar jama’ah musholla bahu membahu dalam kerja bakti PNPM.

Dalam hal fungsi dan kegiatan, beberapa renovasi dialami oleh musholla kami. Mulai dari fungsinya sebagai tempat ibadah umum yang tidak perlu dikontrol secara pribadi baik oleh pengurus maupun oleh oknum jama’ah sehingga setiap muslimin baik jama’ah musholla maupun musafir dapat dengan leluasa beribadah di musholla tanpa harus bingung mencari pemegang kuncinya hingga fungsinya sebagai tempat bermusyawarah untuk membicarakan segala permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat lingkungan kami. Demikian pula fungsi pendidikan yang merupakan ciri khas masjid/musholla yang tidak dimiliki tempat ibadah lain. Saat ini kami jama’ah musholla semakin sering berdiskusi baik dalam forum formal maupun informal di antara para jama’ah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di sekitar kami, mulai dari urusan keamanan lingkungan, kerja bakti pembangunan lingkungan, santunan yatim dan jompo hingga masalah politik. TPA yang dulu pernah ada kini mulai dirintis lagi, walaupun selalu berjuang untuk memertahankan peserta agar tidak semakin berkurang namun tanpa dimulai tidak akan ada yang didapat bukan.

Di bulan Ramadhan 1431H ini, musholla Nurul Iman menghadirkan suasana full-ibadah untuk seluruh jama’ahnya. Mulai dari kegiatan sholat Tarawih, tadarus Al Qur-an, pengumpulan dan pendistribusian zakat, infaq, shodaqoh hingga buka puasa bersama. Berikut beberapa foto dokumentasinya:

Beberapa jama’ah bertadarus ba’da sholat Tarawih.

Buka puasa bersama jama’ah dan anak-anak, setiap hari Ahad. Diawali dengan ceramah agama oleh Habib Alatas.

Yang terakhir, berkaitan dengan renovasi fisik. Musholla kami yang sudah tampak usang, dibandingkan dengan musholla sekitar yang mulai memerindah diri, sudah saatnya mendapat penampilan baru. Harapannya tentu setelah diperindah maka akan semakin nyaman untuk ibadah dan semakin makmur jama’ahnya. Beberapa pekerjaan renovasi yang kami lakukan adalah:

  1. Memasang keramik dinding
  2. Memasang atap tempat wudhu
  3. Mengecat ulang dinding
  4. Memerbaiki/mengganti pompa air
  5. Memerbaiki/mengganti sound system

Inilah foto dokumentasi saya selama masa renovasi tersebut.

Dan hasilnya sementara:

Alhamdulillah, ketiga renovasi itu kami lakukan secara bergotong-royong. Semoga musholla Nurul Iman semakin makmur dan jama’ahnya semakin maju lahir batin. Aamiin.

Beji, Depok

Abu Faqih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s