Hari ke-23 sampai 26 Ramadhan 1431H


Mengejar Lailatu’l Qodr

Malam ke-23 saya baru bisa mulai i’tikaf (belajar, karena baru mabit-red) di masjid Al Marhamah. Malam ke-21 sebenarnya sudah pingin, tetapi kondisi badan sedang kurang fit jadi mabitnya di musholla Nurul Iman saja. Begitu juga malam ke-22, pas giliran ronda malam di lingkungan jadi cuma mabit di musholla sepulang ronda. Belajar i’tikaf ini sudah saya jalani beberapa tahun terakhir, terutama sesudah lulus kuliah D3. Menggunakan malam hari untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Kholik (taqorrub ilallah). Aktifitas ibadahnya bisa bermacam-macam seperti sholat sunnah/tahajjud, tilawah Al Qur-an (sambil ngejar target yang tertinggal-red), berdzikir/wirid, muhasabah (menghitung-hitung dosa untuk bertobat-red), berinfak shodaqoh dan lain-lain (misal membaca buku agama-red).

Beri’tikaf adalah satu-satunya cara yang diajarkan Rasulullah saw. untuk mengejar Lailatul Qodr (memanfaatkan 10 malam terakhir bulan Ramadhan-red). Karenanya saya akan berusaha melakukannya di sisa hidup saya, dan harapannya tidak terus-terusan belajar tetapi bisa melakukannya secara penuh (mulai sore sampai sore, fullday di masjid-red).

Beberapa target yang tertinggal

  1. Yang masih saya ingat adalah tilawah yang baru menginjak juz 23 atau terlambat 3-4 juz dari yang ditargetkan.
  2. Sholat tarawih malam ke-25 dan malam ke-27.
  3. Sholat sunnah rawatib di malam-malam yang sama.
  4. Al ma’tsurat pagi hari ke-25.
  5. I’tikaf malam ke-25 sampai malam ke-27, dua yang pertama dan terakhir karena dalam perjalanan mudik mengantar anak-istri sedang yang di tengah karena lagi-lagi kondisi badan tidak mendukung (masuk angin sampai demam-red).

Kakek dan cucunya (Atau cucu dan kakeknya-red)

Seperti punya ikatan batin atau memang sifat anak-anak saya mudah bergaul, ketika sampai di rumah Eyangnya mereka langsung aja lari ke sana-sini. Waktu lihat Kakeknya pertama kali si kecil seperti takut-takut, tapi habis kenalan semua barang dilempar-lempar deh bikin kakeknya teriak-teriak “Jangan … Awas … !!! dll”.

Berikutnya barulah muncul kata-kata dari kakeknya untuk si kecil, “Kamu koq persis seperti Pakdhemu ya, waktu kecil gak ada yang ditakutin, semua buat mainan gak tahu di rumah siapa dianggap seperti rumah sendiri, malah dia yang ngatur-ngatur”. Untungnya kakeknya ngomong sambil ketawa-ketawa.

Satu lagi yang bikin deg-degan, si kecil ini masih ngompol di mana-mana padahal neneknya paling bersihan. Untungnya lantai rumah neneknya sudah diganti keramik jadi gampang bersihinnya. Maklum hawa di Magelang memang terhitung lebih dingin dibanding Depok atau Ragunan sekalipun jadi si kecil jadi sering ngompol. Akhirnya si kecil kami pakaikan sandal di dalam rumah. At last but we hope at least, si kecil pipis di atas sofa yang covernya sudah diganti baru sama neneknya. Waaa … alhamdulillah neneknya tidak marah, habis si kecil nggemesin sih …

Ya Allah, begitu beratnya menjadi hambamu yang ikhlas. Mudahkan urusan kami, dunia dan akhirat.

Ayo Raih Ramadhan Terbaik !!!

2 thoughts on “Hari ke-23 sampai 26 Ramadhan 1431H

  1. Mas beruntung masih bisa ikut i’tikaf, saya sampai saat ini baru niat, tapi saat ini belum terkabulkan. Bahkan untuk sekalipun….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s