Hari ke-27 sampai ke-30 Ramadhan 1431H


Critical time of losing the rest of Ramadhan …

Malam ganjil tinggal dua malam tapi malam ke-27 terpaksa harus saya habiskan di perjalanan antara Magelang – Depok. Semoga bukan perjalanan yang sia-sia, karena sekali lagi alasannya : Saya Ingin Pulang. Konsekuensi memang tidak pernah mudah, itulah sebabnya para penganut Budha menganggap keinginan ‘duniawi’ sebagai sebuah siksa. Kalau dalam terminologi Islam, keinginan terhadap dunia dilatih untuk tidak mendominasi kehidupan ummatnya, ya dengan puasa Ramadhan ini. Dalam perjalanan balik ke Depok ini saya mengambil beberapa gambar dengan kamera digital saya, dan saya cukup tertarik dengan hasilnya karena seperti Fireworks saja, he he he.

Sampai Depok, badan tidak dapat dipaksa terus ON, dan malam ke-28 terpaksa dihabiskan di kamar tidur tanpa ibadah yang intensif. Malam ke-29 adalah malam ganjil terakhir, rencana untuk mabit di Masjid Baitul Hikmah saya batalkan karena beberapa alasan : memenuhi undangan ifthor jama’i dari seorang saudara, mendapatkan giliran ronda untuk terakhir kalinya, dan  persiapan mudik ke-2 di Ramadhan tahun ini. Walhasil, saya hanya mabit di Musholla Nurul Iman dan menghabiskan malam dengan sedikit tahajjud, sedikit tilawah, dan banyak tidur (kondisi badan belum fit – red).

Pagi harinya ada banyak kegiatan dalam benak saya, mulai dari membereskan rumah yang mo ditinggal mudik, mencuci motor karena kehujanan, hingga bersiap untuk mudik bareng bis kantor. Sebagian besar terselesaikan, yang tertinggal berpamitan dengan tetangga (karena terbatasnya waktu – red). Pagi itu jam 9.30 saya dan rekan-rekan kantor mudik bareng dengan bis sewa yang biayanya disubsidi dibayar penuh oleh Kepala kantor (dinas – red). Jadilah perjalanan 24 jam mudik saya dimulai dari halaman kantor …

Perjalanan di hari ke-29 menuju Magelang, kota kenangan, kampung halaman sementara tempo dulu. Kemacetan di Nagreg, diisi dengan obrolan penghapus penat dan tilawah (lagi-lagi mengejar target – red). Sesekali ambil foto kejadian yang ditemui dalam perjalanan, lebih sering tertidur kelelahan.

To be continued

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s