Macet di Perempatan Tugu Gong Tanah Baru (Cont.)


Kemacetan di perempatan Tanah Baru, tepatnya di Tugu Gong memang sudah menjadi kebiasaan. Di waktu-waktu tertentu, terutama di jam sibuk dan hari sibuk kemacetan sering tidak terhindarkan. Entah dari mana asalnya, seperti tiba-tiba saja berpuluh kendaraan sudah ngantri dengan semrawut di perempatan ini. Yang paling tidak tertib tentu saja kendaraan roda dua alias motor, karena ukurannya yang portable motor-motor dengan mudah menyusup di samping kendaraan roda empat dan segera memenuhi ruas jalan berlawanan. Menyedihkan …

Sebagian orang berpendapat, kemacetan diakibatkan karena tidak adanya lampu pengatur lalu lintas, sebagian yang lain menganggapnya karena tidak diatur dengan benar oleh Polantas, tapi menurut pandangan mata saya kemacetan di perempatan ini lebih disebabkan oleh ketidak-dewasaan para pengendara kendaraan terutama motor. Bagaimana tidak, ketika Polantas sudah memberikan aba-aba untuk mengatur kemacetan agar lebih lancar, para pengendara motor yang tidak sabar tetap saja menyerobot jalan hingga arus dari arah berlawanan tidak bisa maju sama sekali. Akhirnya, Polantas sering mengalah karena jumlah pengendara motor yang melakukan hal ini tidak sedikit.

Memang ketika kepadatan pengendara bermotor tidak tanggung-tanggung, jumlah Polantas yang mengatur menjadi faktor yang cukup signifikan. Betapa tidak, bila jumlah Polantas yang mengatur kurang dari 4 atau yang berarti berposisi di tengah-tengah maka kesempatan pengendara motor untuk menyerobot jalan sangat besar. Mereka sama sekali tidak takut apalagi patuh, mungkin dalam pikiran mereka “Tidak mungkin Pak Polisi menilang saya, toh macet begini.” Karenanya kondisi kepadatan harus diimbangi dengan jumlah Polantas yang bertugas, sehingga minimal setiap ruas jalan ada yang mengatur dan koordinasi pengaturan lalu lintas menjadi lebih efektif.

Dari sisi biker (pengendara motor), saya sendiri termasuk orang yang tidak suka mengambil jalan orang terutama di saat macet, karena pastinya tidak orang yang akan merasa dirugikan. Mungkin dia bersabar, tapi tidak tertutup kemungkinan dia akan mengumpat. Bagaimana jika dia mendoakan keburukan buat kita, apakah kita tidak khawatir doanya sebagai yang ter-dzholimi akan dikabulkan? Bagaimana dengan Anda?

Tulisan tentang pengendara motor akan saya posting kapan-kapan, insya’Allah.

Iklan

One thought on “Macet di Perempatan Tugu Gong Tanah Baru (Cont.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s