KRL Khusus Wanita, Munajat Nasional untuk Keselamatan Bangsa, dan Penerimaan CPNSD Kota Depok 2010


Karena menulis belum mungkin setiap saat …

Kereta (Gerbong – red) Khusus Wanita

Ahad pagi kemarin, saya, istri dan anak-anak pergi ke Masjid Istiqlal untuk mengikuti suatu kegiatan akbar. Kami memutuskan untuk naik KRL karena Depok – Istiqlal bukan jarak yang dekat untuk ditempuh dengan kendaraan roda dua. Selain pertimbangan cuaca yang kadang tidak bersahabat, naik KRL adalah sarana transportasi paling murah yang bisa dipilih.

Kira-kira pukul 9.30 WIB kami sampai di Stasiun Depok Baru dan langsung membeli tiket KRL AC Ekonomi jurusan Bogor – Jakarta Kota. Harganya Rp 5.500,-/orang dewasa sehingga kami cukup membayar Rp 11.000,- berempat, biaya yang cukup ringan dibanding sarana lain kecuali motor tentu. Tidak berapa lama kami menunggu, KRL AC Ekonomi jurusan Jakarta Kota pun memasuki stasiun dan kami bergegas masuk di gerbong pertama karena posisi kami menunggu memang dekat dengan gerbong itu berhenti. Tanpa saya sadari, ternyata gerbong yang kami masuki adalah gerbong khusus wanita. Sehingga boleh dibilang kami (saya dan laki-laki yang juga masuk ke gerbong itu – red) telah salah kamar karena masuk di gerbong yang memang diperuntukkan khusus untuk wanita dan anak-anak. Waduh, sebelum KRL jalan saya sempat diperingatkan ibu-ibu yang ada di dalam tentang hal itu, tetapi mengingat saya dan istri masing-masing menggendong anak kecil (balita – red) akhirnya saya hanya bisa bilang maaf dan permisi untuk berpindah ke gerbong lain melalui gerbong itu. Saya dan istri pun merapat ke pintu sambung di bagian belakang gerbong itu. Iseng-iseng sambil menunggu gerbong sebelah lega (karena ternyata lebih sesak – red), saya mengambil beberapa foto dan memerhatikan beberapa tulisan yang ada di gerbong itu.

Saat petugas karcis memeriksa karcis, saya dan beberapa orang laki-laki yang ada di gerbong itu akhirnya harus rela berdesak-desak di gerbong sebelah karena mendapat peringatan dari petugas tersebut. Bagi saya ini adalah pengalaman pertama yang cukup menarik. Dalam hati saya bergumam, “Seandainya gerbong khusus wanita ini tidak hanya satu, tentu akan lebih nyaman untuk kaum ibu dan wanita ya”. Semoga KRL ke depan lebih baik lagi dalam pelayanan dan kenyamanan.

Munajat Nasional untuk Keselamatan Bangsa dan Ummat

Hari Ahad itu, kami naik KRL menuju Masjid Istiqlal untuk mengikuti kegiatan bertajuk Munajat Nasional untuk Keselamatan Bangsa dan Ummat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Konsultasi Syariah bekerjasama dengan beberapa ormas dan parpol dan ditayangkan Live melalui TVOne pada pukul 14.00 – 15.00 WIB (kalo tidak keliru, karena kami tidak nonton – red).

Pesertanya lumayan banyak, karena lantai utama Masjid Istiqlal penuh dengan jama’ah berpakaian putih-putih. Sebagian besar remaja dari berbagai majelis dzikir di Jakarta, sisanya keluarga dengan anak-anaknya. Tidak sedikit yang menempati lantai dua masjid walaupun tidak sampai penuh. Adapun acaranya sendiri, awalnya diumumkan mulai Dzuhur sampai Asar, namun pada kenyataannya acara efektif baru mulai pukul 14 saat acara Live-nya ditayangkan di televisi. Karena molornya acara, tidak sedikit jama’ah (terutama yang membawa balita – red) yang pulang terlebih dahulu padahal acara baru mulai. Termasuk saya dan keluarga, tidak megikuti acara sampai akhir karena anak-anak sudah terlihat gelisah, mungkin karena capek sudah menunggu sejak pukul 11 siang.

Pulangnya kami sudah membeli tiket KRL AC Ekonomi dan menunggu lebih dari 2 jam, ternyata KRL mengalami keterlambatan dikarenakan gangguan di stasiun UI – Pasar Minggu. Kami memutuskan untuk naik Busway Transjakarta ke Kampung Rambutan dan melanjutkan ke stasiun dengan angkot. Ternyata, kami sampai di UKI Cawang Maghrib sedangkan anak-anak sudah rewel. Bagini lah susahnya jadi orangtua, ketika anak-anak tidak bisa lagi bertahan dengan kondisi badan capek dan masih menempuh perjalanan. Akhirnya setelah sholat Maghrib di musholla terdekat, kami naik taxi sampai stasiun Depok Baru dan melanjutkannya dengan motor yang saya parkir di penitipan motor dekat stasiun. jangan kapok ya, anak-anak … 😀

Penerimaan CPNSD Kota Depok Tahun 2010

Jum’at kemarin saya diminta istri menngunduh informasi tentang penerimaan CPNSD Kota Depok tahun 2010. Saya buka website resmi Pemkot Depok untuk mendapatkan informasi itu dan mendapati link ke website penerimaan CPNS Kota Depok untuk melihat infromasi detilnya. Formasi yang dibutuhkan cukup beragam mulai dari D2 hingga S1, mulai dari tenaga pendidikan hingga analis tata praja.

Untuk Anda yang belum punya pekerjaan tetap atau ingin mengabdi dan melayani masyarakat Kota Depok melalui jalur PNS, silakan mendaftarkan diri karena masih ada waktu sampai tanggal 19 Nopember 2010 (cap pos). Informasi lengkapnya silakan buka di sini atau Anda bisa mengunduhnya melalui link ini. Semoga yang calon pegawai terbaik untuk Kota Depok mendapatkan pekerjaan terbaik sehingga maslahat untuk masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s