Kartun anak “Samba dan Sahabat”, sudahkah Anda menontonnya?


Beberapa hari ini saya sempatkan untuk menonton “Samba dan Sahabat”. Sebuah film edukasi animasi 3D kartun buatan anak negeri, debutan Kementerian Departmen Agama cq. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam cq. Direktorat Pendidikan Madrasah. Iklannya sudah tayang beberapa hari yang lalu di berbagai stasiun televisi nasional. Beritanya juga sudah muncul di beberapa media, seperti : http://showbiz.vivanews.com/news/read/189150-film-indonesia-siap-saingi–upin-dan-ipin-

Nah, berikut ini beberapa screen shot yang saya ambil dari Global TV pagi tadi :

Kisahnya bercerita tentang kehidupan sehari-hari lima sekawan, anak-anak yang sekolah di sebuah madrasah ibtidaiyah. Tokoh-tokoh utamanya adalah : Samba, Esli, Fadriel, Nabila dan Adnan. Ceritanya memang dibuat sarat makna, mungkin karena tujuannya untuk memunculkan karya dalam negeri yang mulai hilang nilai-nilai kepribadiannya. Seperti pendapat sutradara kita Garin Nugroho tentang serial kartun “Upin & Ipin” asal Malaysia berikut : http://showbiz.vivanews.com/news/read/189150-film-indonesia-siap-saingi–upin-dan-ipin-.

Walaupun bila dilihat dari teknik film dan animasi, “Samba dan Sahabat” masih kalah menarik dibandingkan dengan “Upin & Ipin”. Tetapi saya yakin ke depan film ini bisa menjadi kebanggaan kita, tinggal seberapa peduli kita memberikan support atas karya asli anak bangsa ini. Sebagai informasi, “Samba dan Sahabat” ditayangkan setiap pukul 05.00-05.30 WIB (Senin – Jum’at) dan 10.00-10.30 (Sabtu – Minggu) di Global TV.

Ayo tonton kartun dalam negeri!!!

To be continued …

17 thoughts on “Kartun anak “Samba dan Sahabat”, sudahkah Anda menontonnya?

  1. SUBHANALLAH.. ternyata ada juga orang yang peduli terhadap kondisi anak sekarang..
    pelajaran luar biasa. terima kasih telah berbagi..

    1. Seperti kebiasaan kita lah, selalu reaktif bukan proaktif. Walaupun sebenarnya kita pernah berjaya dengan film boneka “Unyil” misal, tapi … ya itulah sunatullah, kadang di atas kadang di bawah. Cuma berusaha agar masyarakat kita bisa lebih mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri 😀

  2. Pagi ini saya ngajak anak-anak bangun pagi untuk nonton Samba dan Sahabat di Global TV, ternyata … lho koq Dora The Explorer? Nah, trus …

  3. Hah,animasinya sangat dibawah standar,dialog antar karakter dikasih jeda 5 detik (like a retarded…),konyol jika ani..bukan,gambar bergerak ini mau jadi saingan upin ipin,saya bukan mengomentari unsur edukasinya,tapi animasinya yang mutunya bisa diungkapkan dalam 1 kalimat:HORRIBLE ABOMINATION OF MANKIND!!!!

    1. Istilah HORRIBLE ABOMINATION OF MANKIND sepertinya terlalu berlebihan. Sebut saja masih kaku seperti robot … Andra mungkin bisa membantu, kalo bukan kita siapa lagi? Eh, maaf … Andra orang Indonesia bukan? Maksud saya … karena hosting emailnya di Armenia. Btw, trims untuk kunjungan dan komentarnya 🙂

  4. Saya orang Indonesia,saya pakai mail hayastan.am biar sama kayak sepupu saya yang memang orang Armenia,dan saya suka bahasa Armenia,maaf kalau memang statement tadi berlebihan,tapi saya geram melihat kualitas animasinya yang kalau dibandingkan dengan kabayan saja masih jauh,padahal masih bikinan Indonesia juga,
    Jadi,knerek'(maaf)kalau agak kasar

    1. Saya sampai harus memastikan dengan googling nama Anda (maaf), karena menurut saya tidak familiar untuk orang Indonesia. Yang saya temukan seseorang di California dengan nama Andranik Jalalian, seorang First Dan Black Belts Hapkindo USA.
      Begitu ya, mungkin karena biaya yang harus ditanggung sendiri oleh Direktorat itu terlalu besar untuk bisa bersaing dengan Upin & Ipin yang disokong oleh saudagar migas, masyarakat, dan pemerintahnya (Malaysia). Terbukti ratingnya hampir melebihi Doramemon di musim kedua tayangnya (sumber : Wikipedia)

  5. Wah,saya sabuk hitam hapkido,hehe,Nama andranik itu bukan nama asli saya,itu lebih ke identitas saya,Andranik:anak tertua,Jalalyan:anak dari jalal/gagah,yah sepertinya orang2 berduit di Indonesia lebih tertarik investasi ke bidang politik (banyak pemasukan,banyak publikasi,banyak koneksi,banyak do…ups)daripada ke bidang yang lebih konstruktif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s