Renungan di Awal Tahun 1432 Hijriyah


Alhamdulillah, kita sudah memasuki Tahun Baru 1432 Hijriyah.

Selamat datang tahun baru, selamat mengisi lembaran baru …

Tepat pagi hari saya melangkah ke tahun ke-2 pasca 30 tahun kehidupan saya di dunia ini, sore harinya seluruh ummat Islam di muka bumi menyambut hadirnya Tahun Islam 1432 Hijriyah. Momen unik yang sangat berharga …

Walaupun malam sebelumnya dan mungkin berhari-hari sebelum itu saya sempat menghadapi cobaan dalam kehidupan berkeluarga, tetapi saya tetap harus mensyukurinya. Betapa tidak, berapa banyak nikmat Allah yang sudah diberikan kepada saya pribadi dan keluarga saya. Saya tentu tidak akan mampu menghitungnya apalagi menghargainya (maksudnya menilai dengan uang – red). Pertanyaannya kemudian adalah sudahkah saya melakukan kewajiban saya baik kepada Allah, saya sendiri dan juga keluarga saya, sebagai tanda bahwa saya mensyukuri nikmat itu? Pertanyaan mudah yang sulit menjawabnya, terlalu sulit bahkan bila kita tidak mau jujur kepada diri kita sendiri. Padahal Allah Mahatau bukan?

Evaluasi Akhir Tahun

Hal yang wajar dilakukan di setiap momen akhir tahun adalah melakukan evaluasi, biasa juga disebut muhasabah. Artinya kita menghitung dan menimbang apa saja yang sudah kita lakukan selama satu tahun terakhir. Apakah amal baik kita lebih banyak dari amal buruk kita atau malah sebaliknya. Bila kita terbiasa membuat perencanaan dan laporan untuk setiap aktifitas harian kita, evaluasi akhir tahun akan lebih mudah dilakukan karena kita tinggal merekap saja yang sudah kita tulis dalam laporan. Kita akan mendapatkan capaian dari rencana-rencana yang sudah kita buat, berapa persen yang sudah terwujud dan berapa yang belum. Hal ini akan memudahkan kita untuk menentukan rencana-rencana kita di tahun berikutnya. Darinya kita juga bisa menganalisa apakah faktor-faktor yang mendukung keberhasilan, juga faktor-faktor yang menghambat tercapainya suatu tujuan. Agak rumit dan ribet memang, tapi kalo kita mau fair memang cuma ini cara yang paling efektif untuk mewujudkan slogan :

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin …

Boleh dibilang tidak ada cara lain yang lebih logis, menurut saya sih 😀 Bagaimana menurut Anda?

Perencanaan Awal Tahun

Langkah berikutnya setelah evaluasi adalah membuat perencanaan untuk tahun yang akan berjalan. Masing-masing orang bebas menentukan teknis untuk hal ini. Sebagian membuat resolusi, sebagian yang lain mungkin hanya memimpikannya. Ada yang menuliskan dalam notes atau buku kerjanya secara detil, bahkan membuat jadwal harian dengan targetnya masing-masing. Umumnya orang yang sudah biasa merencanakan aktifitasnya di awal tahun hanya akan membuat target bulanan, selanjutnya akan membuat target harian di awal bulan, demikian seterusnya hingga jam dan menit pun tak terlewatkan. Betapa banyak orang sukses melakukan hal ini, dan memang bila dibandingkan dengan orang yang biasa hidup dengan santai tanpa target-target yang memusingkan akan terlihat perbedaan hasil yang dicapai oleh masing-masing. Bila tidak ribet mungkin tidak akan terwujud slogan :

Hari esok harus lebih baik dari hari ini …

Hal ini memang tidak mutlak, boleh jadi ada beberapa orang yang terkecualikan dari pendapat saya ini. Bagaimana dengan Anda?

Tahun Baru Hijriyah bagi Orang Mukmin

Bila kita melihat sejarah munculnya penanggalan Islam, yang disandarkan pada tahun saat Nabi Muhammad dan para sahabat berhijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah – red) maka spirit yang mestinya muncul dalam diri setiap orang beriman (mukmin – red) adalah semangat untuk berpindah dari kondisi yang lemah (buruk – red) ke kondisi lain yang kuat (baik – red). Hal ini bisa diwujudkan baik melalui suatu mobilitas fisik maupun non fisik, horizontal maupun vertikal. Contoh yang sederhana dengan mobilitas fisik : berpindah tempat tinggal dari rumah kontrakan ke rumah pribadi (bagi yang sudah mampu) atau setidaknya pindah dari kontrakan yang kurang sehat ke kontrakan lain yang lebih sehat. Sedangkan contoh sederhana tanpa mobilitas fisik : mengubah kebiasaan ngerumpi (tentu dengan bumbu gosipnya) misal saat chatting dengan diskusi positif yang menambah wawasan kita. Masih banyak contoh sederhana sampe rumit lainnya dan itu sangat bergantung pada situasi dan kondisi kita masing-masing. Bagi mukmin dimensi hijrah tidak terbatas pada nilai-nilai materi melainkan juga termasuk di dalamnya nilai-nilai ruhani, karena dalam keyakinan orang beriman kehidupan dunia hanyalah sementara dan kehidupan akhirat adalah lebih kekal dan lebih baik.

Sebuah artikel menarik tentang Makna Hijrah bisa Anda baca di http://halaqahlembayung.wordpress.com/2010/12/06/makna-hijrah/ 

Evaluasi dan Resolusi Tahun Ini

Akhirnya supaya tidak OMDO atau NATO, saya coba untuk kesekian kalinya melakukan hal-hal tersebut di atas. Saya mulai dari evaluasinya.

Target-target tahun kemarin :

  1. Menambah momongan, alhamdulillah anak kedua saya laki-laki lahir sehat-normal April
  2. Menyelesaikan tesis dan merampungkan kuliah S2, alhamdulillah ikut gladi wisuda Agustus kemarin
  3. Melunasi sebagian hutang, belum tercapai (berlanjut menjadi target tahun ini)
  4. Meraih Ramadhan terbaik, belum maksimal karena kondisi badan tidak fit dan berbagai kepentingan
  5. Mudik lebaran membawa anak-anak bertemu kakek-neneknya, alhamdulillah bisa pulang walau banyak rintangan
  6. Memberikan kontribusi ilmiah untuk almamater, masih dalam proses karena terbentur situasi dan kondisi
Faktor-faktor pendukung dan penghambat :
  1. Komitmen saya dan keluarga, pendukung bila konsisten dan sebaliknya saat tidak konsisten (perlu perbaikan sistem dan komunikasi)
  2. Manajemen waktu, pendukung bila rapi dan sebaliknya bila kacau balau (buat jadwal dan tepati dong, buat target dan berusaha)
  3. Manajemen uang, pendukung bila hemat dan sebaliknya bila tidak terkontrol (karena belum bisa produktif sih 😦 )
  4. Kesehatan, pendukung bila sehat dan sebaliknya bila sakit (perlu perbaikan gaya hidup nih, olahraga dan makanan bergizi)
  5. Kondisi eksternal (perlu antisipasi dan proaktif untuk mengatasi ini)
Resolusi tahun ini :
  1. Manajemen diri lebih baik, terutama mengatur waktu dan uang
  2. Membaca setidaknya 12 buku, atau satu buku/bulan
  3. Melunasi 2/3 hutang, selanjutnya menabung
  4. Menambah penghasilan dengan usaha sampingan
  5. Mengusulkan sistem kerja yang lebih baik, menyesuaikan mainstream nasional dan menyukseskan reformasi birokrasi
  6. Belajar lebih dalam tentang : manajemen organisasi, ilmu kripto modern dan komputasi paralel
  7. Olahraga teratur (minimal 3 kali sepekan) dan makan makanan bergizi (perbanyak sayuran dan buah)
  8. Back to asolah … rutinkan shaum sunah dan tahajjud, silaturrahim ke ortu dan family meeting.
Sepertinya cukup untuk sementara, kalo ada tambahan bisa diubah lagi kan. Semoga tahun kemarin yang sudah berlalu, amal sholih kita diterima Allah dan dosa-kesalahan kita diampuni-Nya. Semoga setiap kondisi menjadi pendukung keberhasilan kita dunia-akhirat. Dan semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin … dimudahkan segala urusan kita dan diberkahi segala yang Dia berikan untuk kita. Aamiin.
Iklan

3 thoughts on “Renungan di Awal Tahun 1432 Hijriyah

    1. Masih on-going process, Pak. Mungkin akhir bulan Muharram baru mulai ada output/capaian. Makasih sudah berkunjung Pak, semoga tidak bosan memberi nasihat. Salam kenal juga, saya kangen Bandung …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s