Topik Akhir Tahun


Tadinya saya mo menulis tentang topik-topik hangat yang menjadi buah bibir selama satu tahun terakhir, tetapi saya tergelitik untuk menulis sedikit tentang pelayanan operator telepon seluler sebagai pengantarnya.

Bonus Pulsa dari Operator Telepon Seluler

Saya pengguna SimPATI, sejak tahun 2002-an sampai sekarang. Selain itu, saya saya juga menggunakan Esia sejak tahun 2006-an. Lucunya kedua nomor saya itu adalah pemberian teman-teman dekat. Nah lho, koq bisa nomor-nomor itu pemberian? Teman saya membeli nomor perdana SimPATI di awal-awal handphone (HP) banyak digunakan di Indonesia, sekitar awal tahun 2000-an. Karena akan menjalani pendidikan polisi di Semarang, ian menitipkan nomor sekaligus HP-nya kepada saya dengan alasan selama pendidikan tidak diperkenankan menggunakan HP. Jadilah saya pengguna HP titipan dan aktif menggunakan nomornya untuk keperluan komunikasi pribadi saya. Bukan saya lancang, tapi memang begitu pesan dari si empunya HP kepada saya “Pake aja, Bro. Ntar kalo adikku mo ambil kasih HP-nya aja, nomornya simpan ya” Kira-kira begitu …

Hampir satu tahun berlalu sejak nomor itu dititipkan kepada saya, sesudah selesai pendidikan teman saya itu akhirnya mengikhlaskan nomornya untuk saya sedangkan HP-nya sudah diambil oleh adiknya. Nomor yang bersejarah, karena saya menjalani proses perkenalan hingga menikah dan punya dua anak sekarang, saya masih “setia” dengan nomor ini. Beberapa bulan setelah putri pertama kami lahir, saya aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal saya. Karena mendapat amanah di posisi yang mengharuskan saya melakukan komunikasi aktif ke banyak nomor lain, saya diberikan fasilitas nomor perdana. Nomornya Esia, yang di awal kehadirannya di tahun tersebut dipromokan paling murah, nomor yang sebenarnya menjadi nomor humas (CP) organisasi tetapi akhirnya saya pakai juga untuk keperluan pribadi saya, bukan berarti saya juga memanfaatkan fasilitasi pulsanya lho, he he he. Sejak saat itu saya menggunakan dua nomor sekaligus SimPATI (GSM) dan Esia (CDMA) sampai sekarang. Pengantar yang panjang lebar untuk sebuah pengantar ya, gak apa-apa lah ya.

Yang ingin saya bicarakan adalah tentang bonus pulsa yang ditawarkan oleh operator telepon seluler tersebut : SimPATI dan Esia. Kata orang SimPATI termasuk produk Telkomsel yang paling mahal harga layanannya. Mungkin karena ia mengklaim dirinya sebagai layanan operator telepon seluler paling senior kali ya, bahkan Telkomsel akhirnya menjadi salah satu dari operator yang terkena sanksi dari KPPU karena mahalnya harga pesan singkat (SMS). Beritanya bisa dibaca di sini. Menurut saya, memang harga layanan SimPATI mahal, selain itu bonus dan promo yang ditawarkan/diberikan pun tidak terlalu banyak. Terlebih di jaman persaingan operator telepon seluler seperti sekarang, SimPATI termasuk yang kurang produktif. Memang sih, Telkomsel akhirnya mengeluarkan prosuk baru yang lebih terjangkau, sebut saja Kartu AS tetapi terlalu banyak pelanggan yang memakai SimPATI sudah terikat dengan nomornya karena terhubung dengan begitu banyak orang dan sangat kecil kemungkinan untuk mengganti dengan nomor baru. Bahkan Telkomsel pada 2004-an mengeluarkan program mutasi dari prabayar ke pascabayar untuk SimPATI sehingga makin banyak pelanggan yang terikat dengan operator ini. Walalupun demikian saya termasuk yang menikmati bonus dan promo SimPATI walaupun cuma sedikit. Setidaknya ada 3 bonus dan promo yang biasa saya ambil dari SimPATI :

  1. Program Poin yang yang bisa ditukar dengan pulsa, SMS atau hadiah (baca : kupon undian). Saya belum beruntung dengan hadiah, tapi pernah menggunakan untuk SMS dan mungkin pulsa.
  2. Bonus 100 SMS harian gratis setiap pengiriman sejumlah SMS tertentu. Bonus ini yang paling banyak saya gunakan, sayangnya sampai sekarang saya belum paham berapa SMS harus saya kirimkan untuk mendapatkan 100 SMS gratis tersebut. Saya menebak-nebak, mungkin 10 SMS, tapi saya sering salah hitung, atau mungkin harus 10 nomor tujuan berbeda, saya belum dapat jawabannya.
  3. Layanan Talk Mania (TM) di mana dengan Rp 2.000,- akan mendapatkan 100 menit bicara (sesama Telkomsel) dan sekarang bonus 50 SMS. Saya mungkin baru menggunakannya satu atau dua kali, saya lupa.

Untuk Esia, kebanyakan bonus dan promonya tidak saya gunakan. Walaupun sebenarnya cukup menarik, seperti :

  1. Promo dengan SMS untuk potongan harga di outlet produk tertentu misal tiket masuk tempat wisata, dll.
  2. Bonus perpanjang masa aktif dengan menukar pulsa bernilai tertentu.
  3. Gratis nelpon ke nomor Esia di seluruh Nusantara (GANAS) dengan syarat pengisian pulsa minimal Rp 50.000,-

Setelah menggunakan dua nomor, praktis saya jadi lebih boros (baca : lebih banyak pengeluaran) karena harus mengisi pulsa di dua nomor tersebut, tetapi apa boleh buat. Padahal kalo dipikir-pikir, sekarang saya sudah tidak lagi aktif di organisasi sosial karena sudah pindah tempat tinggal. Alasan bahwa nomor kontak yang bisa disimpan di kartu SimPATI cuma 100 nomor juga sudah terbantahkan dengan kapasitas memori HP yang semakin besar. Alasan yang paling bisa diterima akhirnya adalah karena saya bisa memilah nomor mana yang akan saya gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, minimal sesuai nomor yang ia gunakan (untuk menghemat biaya, karena biasanya sesama operator lebih murah) dan mungkin untuk membedakan antara bisnis, pribadi dan organisasi.

Nah, kalo Anda. Layanan, program atau bonus apa yang paling sering digunakan? Kalo berkenan, silakan isi polling berikut :

Terakhir, beberapa hari yang lalu saya berpikir untuk menggunakan HP nganggur yang ada di rumah untuk komunikasi saya dan istri dengan buah hati kami. Mengingat putri kami sudah sekolah dan menurut pembicara seminar parenting yang saya ikuti komunikasi siang hari adalah penting, terlebih karena saya dan istri bekerja. Setelah berdiskusi dengan istri akhirnya saya memilih untuk membeli nomor perdana Flexi untuk keperluan ini. Pertimbangannya :

  1. HP yang nganggur itu menggunakan CDMA, sehingga pilihannya mengerucut ke : Flexi, Esia dan Fren saja
  2. Flexi lebih mirip PSTN (baca : nomor rumah) dibanding Esia dan mungkin akan lebih murah ketika menghubungi atau dihubungi dari PSTN
  3. Masa aktif Flexi counting (baca : akumulatif) berbeda dengan Esia yang fixed (baca : non akumulatif)

Hari ini istri saya meminta diisikan pulsa Flexi karena sudah habis, setelah ternyata komunikasi kami dengan putri kami ternyata efektif. Nah, sebelumnya saya cek pulsa dulu, untuk memastikan jumlah pulsa tersisa. Ternyata saldonya Rp 20,- plus Bonus Pulsa F2F : 350.000, F2Telkomsel 50.000, F2PSTN 50.000, dst hingga mungkin nilai totalnya Rp 500.000,- (saya lupa). Sayangnya ketika saya coba menggunakan bonus pulsa itu dengan mencoba menghubungi nomor PSTN dan Telkomsel, ternyata bonus itu tidak bisa digunakan. Asumsi awal saya, mungkin karena saldo pulsa utamanya terlalu kecil. Saya lalu mengisikan pulsa Rp 5.000 ke nomor Flexi itu, dan meminta istri saya mencobanya dengan menghubungi nomor SimPATI saya. Hasilnya … to be continued

Topik-topik Hangat Sepanjang Tahun 2010

Under construction …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s