Safety Riding


Bagian pertama dari tajuk “Keselamatan Berkendara”

Sudah lama saya ingin menulis tentang safety riding. Bukan karena saya paham betul tentang hal itu, toh saya juga bukan polisi lalu lintas (polantas). Lebih karena saya sudah hampir 14 tahun mengendarai motor roda dua, setelah sebelumnya terbiasa dengan sepeda roda tentunya. Selain itu sepertinya saya tidak dalam waktu dekat akan beralih ke kendaraan roda empat, walaupun pernah juga beberapa bulan dengan penuh semangat mengendarainya meski tidak punya SIM.

Antara Beji dan Ragunan

Setiap hari saya pp. rumah – kantor antarkecamatan antarprovinsi (AKAP), Beji Depok Jawa Barat – Pasar Minggu Jaksel DKI Jakarta. Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Berikut rute panduan mengemudi dari google maps :

1. Ke arah utara di Jalan Haji Asmawi menuju Jalan Nangka – Depok Mulya 1  
2. Belok kanan di Jalan Kukusan 
 
 
3. Ambil ke-3 kiri menuju Jalan Bungur – Kukusan
   
4. Ambil ke-2 kanan menuju Jalan Tanah Baru   
 
5. Ambil ke-2 kiri menuju Jalan Mohammad Kafi 1
   
6. Belok kanan untuk tetap di Jalan Mohammad Kafi 1   
 
7. Belok kanan di Jalan Margasatwa
 
8. Terus ke Jalan Margasatwa Barat   
 
9. Belok kiri di Jalan Saco
 
10. Terus ke Jalan Harsono Rm
 
Pagi jam 7 pagi situasi sudah agak lega, karena sekolah di Jaksel masuk jam 6.30 menyisakan pekerja yang masuk jam 7.30 (di bilangan Cilandak dan Pasar Minggu) atau yang masuk lewat jam 8 (di wilayah Jakarta lainnya). Kemacetan (lebih tepatnya antrian) baru ditemui di ujung Jalan Kafi sebelum masuk Jl. Margasatwa (atau sebelum pertigaan Kampung Kandang). Beberapa persimpangan yang berpotensi antrian antara lain : 
 
1. Perempatan Tugu Gong Bolong di Jl. Tanah Baru  
2. Pertigaan ujung Jl. Tanah Baru (pangkalan M.20)
 
 
3. Perempatan Brigif-Warung Silah
 
4. Pertigaan ujung Jl. Kafi (hampir pertigaan Kampung Kandang)  
 
Tidak ada satupun lampu pengatur lalu lintas di sepanjang rute itu, so sangat tergantung pada ketertiban pengguna jalan, polantas dan polisi ogah (polisi cepek). Pagi biasanya bertugas di perempatan Tugu Gong Bolong dan perempatan Brigif-Warung Silah. Sesekali di Brigif, polantas melakukan ‘penertiban’ bagi pengendara yang tidak menggunakan kelengkapan (misal helm), walaupun sepanjang pemantauan saya selalu ada saja pengendara yang tidak lengkap tapi tidak semua ditertibkan. Seperti hukum rimba saja, hanya kijang yang dibidik (tidak beruntung) akan diterkam oleh raja hutan.
 

Sudah lebih dari setahun saya melalui rute itu, setiap hari kerja. Kadang-kadang hari libur juga, kalo ada kegiatan yang mengharuskan saya atau istri ke daerah Pasar Minggu. Untuk tujuan lain saya lebih memilih rute melintasi kampus UI lewat pintu utama.

To be continued …

One thought on “Safety Riding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s