Teman Sejati, Bukan Sekedar Teman yang di-Add di FB atau Blog


Beberapa hari lalu saya membaca kolom di detik atau kompas (saya lupa) tentang mengapa penulis kolom tidak memilih facebook (fb) sebagai media sosialnya. Mungkin Anda ingat dan bisa memberikan link-nya. Menarik, dan saya setuju sebagian alasannya terutama tentang pertemanan. Saya memang bukan termasuk orang yang suka menambahkan sembarang orang dalam akun fb walaupun pernah suatu ketika saya tidak terkontrol menyetujui sebanyak-banyak orang yang meminta di-add untuk menjadi teman. Sayangnya, saya bukan orang yang selalu online untuk update status dan lebih parah lagi bukan orang yang selalu peduli dengan status orang, kecuali untuk teman yang benar-benar saya kenal.

Saya mulai berpikir tentang teman dalam jejaring sosial. Apakah memang penting sekali mempunyai banyak teman padahal tidak semua benar-benar kita kenal. Kalo saya pribadi mestinya berprinsip : ‘Carilah teman sebanyak-banyaknya, tapi yang membawa manfaat dan kebaikan”. Sedangkan di fb, tidak semua teman menjanjikan ha-hal tersebut bukan? Meskipun ada sisi-sisi ekonomisnya dari mempunyai banyak teman, misal ketika kita memiliki bisnis online tapi itu tentu bukan jaminan. Karena teman tentu berbeda dengan konsumen, teman = saudara terdekat sedangkan konsumen = raja. Tidak sepantasnya setiap kesempatan pertemanan kita ambil manfaat dari sisi keuntungan bisnis, semoga Anda setuju.

Setelah itu tindakan apa yang saya tempuh? Pilihannya adalah :

  1. Menghapus teman yang bukan teman sejati (teman sejati tidak melulu berkonotasi : sahabat dalam suka dan duka) dari daftar teman saya, atau
  2. Menjadikan teman yang bukan teman sejati, menjadi benar-benar teman sejati (nah lho, semoga Anda tidak bingung membacanya) 😀

Karena ada dua media sosial yang saya tulis di judul posting ini : fb dan blog maka saya mungkin akan menempuh kedua pilihan untuk keduanya. Lagi-lagi pilihan tidak selalu harus memilih kan, terkadang pilihan itu bisa kita ambil sekaligus. Sebagai ilustrasi, saat di restoran Anda ditawari minuman tentu sah-sah saja bila kita mengambil lebih dari satu menu misal kita minta minum putih dulu sesudahnya baru kita pesan jus buah. Demikian juga tentang pilihan di atas, saya akan memilah siapa yang akan saya coba jadikan teman sejati saya dan sisanya tentu akan saya hapus dari daftar teman saya.

Buat teman-teman fb mohon maaf bila suatu hari saya menghapus Anda dari daftar teman saya, Anda pun boleh melakukan hal yang sama. Bukan tidak mungkin suatu ketika kita ber-‘teman’ lagi kan? Buat sobat blogger, selama Anda tidak posting yang ‘aneh-aneh’ atau komen yang ‘destruktif’ saya akan berusaha menjadi ‘teman sejati’ (baca : sobat blogger Anda) yang selalu blogwalking dan komen atas postingan Anda (ingatkan saya untuk subscribe blog Anda ya). Mohon maaf dan terima kasih. Boleh komen, “Narsis/lebay/alay banget sih. Pengunjung blognya aja masih sedikit sudah pasang posting begini, mending yang sudah ribuan”. Karena hak berpendapat Anda dilindungi Undang-Undang Dasar. 😀

 

14 thoughts on “Teman Sejati, Bukan Sekedar Teman yang di-Add di FB atau Blog

  1. fungsi FB adalah media sosialisasi. seperti layaknya ketemuan offline, kita tentu memilih menambah teman yg jelas kita tahu siapa dan bukan yg asal add profil kita. namun setelah berteman ya tidak perlu dihapus kalau memang tidak ada kontak lagi. otak manusia memang maksimal hanya mampu memelihara hubungan intens dengan 150 orang saja. selebihnya tetap teman, namun kesempatan kontaknya tipis atau hilang.

    tapi ada yang bilang (saya lupa siapa) bahwa dalam hidup ini kita akan bertemu orang yang sama dua kali. jadi maksudnya adalah buatlah kesan baik setiap kali kita berpisah dgn orang itu.

    1. Sebenarnya pesannya adalah menjaga kualitas hubungan, Opa. Apa artinya teman kalo tidak menyapa kalo ketemu (online), tidak membalas sapaan, tidak kenal sama sekali (kita juga … sudah diam! | he he he meminjam kata-kata Opa). Makasih kunjungan dan nasihatnya 🙂

  2. Aih..FB saya sudah tiga bulan tidak aktif, dihold sama adminnya, saya tidak merasa kehilangan dengan hal itu. Blog sayapun sudah beberapa bulan tidak update. Tapi saya akan lebih aktif nanti mencari teman sejati di blog. Semoga saya teman sejati sampeyan, amin.

  3. Perlu dipikirkan ulang untuk menghapus teman di FB bro, bisa jadi dia akan bertanya2 dan berprasangka yang tidak baik kepada kita. Kecuali dia sudah benar2 menganggu kita, misal komentar atau status2nya yang kurang sejalan dengan pikiran kita.

    Tapi apa pun itu sah2 saja. bagaimana pun itu memang hak kita. Tapi alangkah lebih baiknya kita tidak selalu berpikir melulu dari sudut pandang kita saja 🙂

    Salam kenal ya #eh

    1. Hadoh (memakai kata dosen blogger …), dapat masukan dari para tetua blogger (dari mana istilah itu ya 😛 ). Akan saya pikir ulang, Bang. Toh seperti saya tulis … “Bukan tidak mungkin suatu ketika kita ber-’teman’ lagi kan?”. Ngeles … 🙂 , he he he kan saya sudah pasang link-nya mosok masih salam kenal sih (sudah diam! | ups, kelepasan lagi) 😀

  4. Hmm … *sambil memandangi fesbuk friendlist yang jumlahnya 54orang, -suami (teman tapi mesra hahaha), 1 akun warnet, 4akun khusus poker, jadi total teman ada 48org saja* … miskin apa ya? Hahahaha paraaaaaaah ….

    Sepertinya saya memang (terlalu) selektif dalam menambahkan teman di socmed satu ini, rasanya kok ga nyaman aja klo ujug2 nge-add seseorang yang minta di add, setelah itu sudah begitu saja.

    Sedangkan yang cuma 48 itu aja belum tentu sempat disapa satu per satu *semakin keliatan parahnya* hahaha … kecuali pas perlu, baru deh langsung send message *bukan di wall – ga bisa nge-wall*

    Soal teman sejati, kayaknya bukan tidak mungkin dari fesbuk pun bisa didapatkan, karena biasanya kan dilanjutkan dengan kopdar, dan klo cocok ya berlanjut deh persahabatannya 😀

    1. Ya, saya setuju Bu. Dan berprinsip seperti itupun tidak keliru (menurut saya sih) …
      Btw, bahkan ketika berteman akrab (meski lewat milis dan komen blog) belum tentu jadi teman di fb koq. Seperti alam yang berbeda (atau sayanya yang kuper hi hi hi). Makasih sudah mo sharing di blog saya, Bu. 🙂

  5. Cara berteman semakin revolusioner semenjak ledakan dunia maya. Tapi jejaring sosial biasanya musim-musiman. Dulu musimnya mirc, sekarang sudah gak lagi. Juga dulu musim friendster, kita dapat beberapa teman dari friendster, tapi sekarang gak ada lagi. Banyak jalan mencari teman sejati.

    Sah-sah saja kalau men-delete seseorang yang sepertinya tidak kita kenal. Memang hak kita kok. Karena itu kan bukan berarti kita tidak mau berteman. Kalau berteman, gak cukup di dunia maya. Namanya saja dunia maya, semu. Lebih baik di dunia sesungguhnya 🙂

    Salam kenal 🙂

    1. Salam kenal juga 🙂 , makasih sudah mengunjungi gubuk saya. Link updated!
      Memang sih, banyak cara berteman dan lebih baik kalo di kehidupan nyata. Maksud saya mungkin lebih dalam (seperti pendapat penulis kolom tentang tetangganya yang fb-an), kita add karena satu sekolah (dulu) tapi apakah memang kita kenal, bagaimana dengan karakter dan pergaulannya, apakah sesuai untuk menjadi teman kita. Ya seperti itulah, teman yang tidak sejati.

  6. diawal menggunakan fb, memang siapapun yg invite saya jd friend pasti diapprove. tapi tidak tuk sekarang. bahkan saya jg menghapus orang2 yg tdk saya kenal sama sekali walau blum smuany terhapus. Punya alasan? ya punya alasan tertentu, terkait dengan keamanan *berasa selebrity*

    salam kenal abuf4qih dari abu syazan. 🙂

    1. Salam kenal juga. Nah alasan itu juga masuk akal, siapa tau di antara ‘teman fb’ kita ada ‘agen’ … bisa agen produk atau bahkan agen rahasia asing. Wedeeeew … 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s