Kartun Pertama Saya dan Safety Riding (Continued)


Kemarin pagi iseng-iseng saya coba buat kartun animasi sederhana, istilah programming-nya “Hello World” lah … hoopla, hasilnya video .mov berdurasi 0:04 (4 detik) doang, padahal bikinnya ada sekitar satu jam-an lho, disambi sarapan pagi sih. He he he, lumayan.

Atau Anda bisa melihatnya di youtube melalui link ini : http://www.youtube.com/watch?v=JlVBGAwwkWk (.mov) atau http://www.youtube.com/watch?v=z7fwm7G7Iqg (.AVI)

Kembali ke Laptop Safety Riding

Pada pengantar safety riding saya mengambil profil lintasan yang saya tempuh sehari-hari. Mohon yang berniat jahat jangan cegat saya di tengah jalan ya, hi hi hi … . Maksudnya supaya lebih membumi, sesuai dengan kenyataan di lapangan (nah lho di jalanan kali maksudnya). Koq saya jadi sering kasih komentar buat tulisan saya sendiri ya??? (Narsis mode error). Nah selanjutnya saya akan membahas lebih jauh tentang Safety Riding antara Beji dan Ragunan tersebut.

Anda yang tinggal di Jabodetabek untuk waktu yang cukup lama tentu paham, “waktu adalah uang”. Saya tidak selalu sependapat dengan ini tapi selalu mendapat efek darinya. Salah satunya ketika berkendara di jalan raya. Jarang ada motor atau mobil jalan slow seperti di daerah atau pedesaan. Hampir semuanya entah itu kendaraan pribadi, kendaraan dinas ataupun kendaraan umum berpacu dengan kecepatan nyaris ‘optimal’. Saya gunakan istilah optimal karena hampir tidak ada aturan kecepatan yang dipatuhi, hampir semua tergantung pada situasi dan kondisi. Artinya saat ada kesempatan, pengendara akan memacu kendaraannya sekencang mungkin bahkan melebihi batas maksimal kecepatan yang diperbolehkan. Sepertinya orang-orang berlomba siapa yang lebih cepat dari yang lain, seolah-olah di lintasan balap saja. Buat Anda pengendara motor (karena kesempatan motor untuk ngebut lebih besar dibanding motor) tentu paham, dan bila Anda pengendara mobil tentu sering kewalahan dengan aksi biker-biker itu.

Nah tentang kebut-kebutan ini untuk jalur yang saya tempuh ada beberapa jalan yang sangat berpotensi bagi motor (terutama) untuk melakukannya, di antaranya :

  1. Jl. H. Asmawi, sesudah SPBU Beji ada jalur lurus yang agak menurun sampai depan RS Grha Permata Ibu (kurang lebih 300 meter). Dulu sebelum SMP Muhammadiyah persis sesudah gang SD ada lubang besar separuh jalan, sekarang sudah ditutup walaupun tidak sempurna.
  2. Jl. Bungur Raya, sesudah perempatan Kukusan sampai depan toko barang bekas ada jalur lurus menurun (sekitar 100 meter). Dulu sepanjang jalan ini banyak lubang tapi sekarang sudah ditambal. Sesudah jembatan kedua sampai hampir perempatan Gong Bolong ada jalur menanjak (sekitar 100 meter), kondisinya sangat mulus sehingga sangat enak dibawa ngebut.
  3. Jl. Tanah Baru, dari perempatan sampai pertigaan pangkalan M 20 ada jalur cukup lurus (sekitar 300 meter). Meski sudah ditambal karena dulu jalan ini berlubang hampir di sepanjang jalurnya, kini dengan kondisi tambalan yang tidak mulus pun masih bisa untuk ngebut.
  4. Sepanjang Jl. Kahfi I, sepanjang hampir 11 kilometer banyak ruas yang jalurnya lurus dan karena tidak terlalu banyak angkutan umum jadi tidak terlalu banyak hambatan di jalan ini kecuali di beberapa titik persimpangan.

Padahal di jalan-jalan tersebut ada banyak potensi keramaian seperti :

  1. Jl. H. Asmawi, ada SD di gg sebelum MTs Muhammadiyah 1 Depok jadi otomatis di jam masuk dan pulang sekolah di sepanjang jalur ini ramai anak-anak yang diantar-jemput maupun yang menunggu angkutan kota. Juga ada RS Grha Permata Ibu, di depannya ada saluran air yang barusan diperbaiki.
  2. Jl. Tanah Baru adalah jalan alternatif bagi komuter Bogor dan Depok menuju ke Jakarta sehingga di pagi dan sore hari selalu padat.
  3. Jl. Kahfi I, ada banyak sekolah di sepanjang jalurnya mulai dari SMP 131 dan SD Cipedak 01/02 di sebelahnya, MA Citra Cendekia seratus meter kemudian,  TK-MI-Mts Darussa’adah, PS-TK Madania, Sekolah Alam di Gg. H. Montong, Pondok Pesantren-SD-SMP El-Syifa, dan MTs Negeri 2 Jakarta di Jl. Benda. Selain itu juga ada empat SPBU Pertamina, dan persimpangan rawat macet seperti Pasar Timbul Ciganjur serta persimpangan Brigif-Warung Silah juga gang-gang yang mengkases jalan ini juga terbilang ramai.

Ini perlu menjadi perhatian kita khususnya pengendara kendaraan bermotor untuk mengendalikan diri, bukan apa-apa karena keselamatan diri dan orang lain jadi taruhan. Perlu dipahami jalan umum bukan lintasan balap, di mana kendaraan yang ada di lintasan itu menuju ke satu arah yang sama dengan penuh konsentrasi. Jalan umum digunakan oleh begitu banyak orang dengan tujuan dan konsentrasi yang berbeda-beda, karenanya tidak aneh bila sering kita menemui kecelakan lalu lintas akibat kebut-kebutan ini baik antarkendaraan roda dua, roda empat maupun di antara keduanya. Kecelakan-kecelakan ini umumnya terjadi karena ada salah satu atau kedua pihak tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga saling berbenturan. Salah satu sebabnya adalah karena pengendara tidak disiplin terhadap aturan kecepatan, marka jalan, atau tanda-tanda lainnya.

So, tags pertama untuk catatan safety riding saya adalah :

KECEPATAN

Kendalikan kecepatan kendaraan Anda, jangan biarkan orang lain atau kondisi jalan yang sepi ‘memaksa’ Anda untuk memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan. Kalaupun Anda bisa memaksimalkan kecepatan, selalulah waspada terhadap situasi jalan, karena boleh jadi pengguna jalan lain kurang berhati-hati sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Jangan lupa berdoalah sebelum memulai perjalanan berkendara Anda, karena hanya SangPencipta Yang mengetahui usia dan keselamatan kita.

To be continued … 

Sumber gambar : http://maps.google.com/ dan http://indophoto.multiply.com/photos/photo/288/3

4 thoughts on “Kartun Pertama Saya dan Safety Riding (Continued)

    1. Ini juga lagi belajar, Kang. Semoga tidak cuma satu ini, karena mo saya buat bisnis sampingan insya’Allah. Boleh-boleh aja nanti kita belajar sama-sama, siapa tau tertarik untuk bikin bisnis animasi bareng. Secara film yang saya tulis itu sudah tidak tayang lagi 😦

    1. Emang ada kontes blogdetik ya, kabar-kabari dong Opa biar kita blogger ‘bounty hunter’ bisa berkompetisi dan memenangi kontesnya. Mantap ya? Makasih 😀 , tapi biasa aja koq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s