Menu Pagi dan Menu Siang


Menu Pagi

Mungkin Anda mengira saya akan membahas tentang menu sarapan. Maaf, tapi Anda keliru …

Menu tidak melulu berkaitan dengan makanan bukan, bisa juga topik surat kabar, majalah, bahkan siaran televisi. Sayangnya saya juga tidak akan membahas tentang hal itu, tetapi tentang pengalaman saya dan istri berobat ke RS pagi ini. So, it’s all about living … in a harmony I hope 😀

Pagi ini saya dan istri ke RS karena obat flek paru-paru untuk jagoan kecil saya hampir habis. Sebagaimana seperti hal yang sudah rutin pagi hari sebelumnya saya meminta rujukan ke Puskesmas karena keluarga saya memanfaatkan fasilitas asuransi kesehatan dari kantor. Sesampai di RS, seperti biasa istri langsung menuju ke tempat pengambilan nomor antrian kemudian menunggu panggilan nomor dari loket pendaftaran. Sesudah mendaftar kami mendapat nomor antrian di poli anak. Antri terus ya, namanya juga negara beradab: antri is a must (baca: antri itu emas = berharga).

Setelah menunggu dipanggil, menimbang berat tubuh Faqih, akhirnya kami dipanggil masuk ke ruang periksa dokter anak. Sesuai perhitungan kami ini adalah kunjungan ke-6 dari program pengobatan flek untuk jagoan kami (6 bulan). Agak kurang nyaman ketika bertemu dengan dokter karena beliau sepertinya sangat sibuk dengan BB-nya (baca: Blackberry tentu bukan bau badan). Meskipun beliau tidak tampak berbicara dengan seseorang di sana dan berbicara dengan kami seperti biasa, tapi kami jadi merasa kurang mendapat perhatian penuh beliau. Sungguh sangat disayangkan. Lebih sedih lagi ketika saya bilang ini masuk bulan ke-6 pengobatan, dokter itu menepis dengan mengatakan bahwa ini baru masuk bulan ke-5 seperti yang tertulis di status Faqih. Hah koq bisa begitu, saya dan istri saling memandang. Heran meski tidak bisa membantah karena memang di status tertulis 5 romawi untuk kedatangan ini. Saya berusaha meyakinkan dokter bahwa ini kedatangan ke-6 kami tapi dokter tetap ngotot bahwa ini kedatangan ke-5 lalu beliau menulis resep. Kami hanya bisa pasrah, karena selain antrian pasien lain masih panjang, dokter itu sepertinya tidak akan berubah pikiran dan tetap kekeh dengan catatannya. 😦

Di luar ruang periksa saya dan istri kembali saling bertanya dan saya meminta istri saya untuk meminta ijin untuk melihat status anak kami, istri pun melakukan permintaan saya. Istri saya mencermati status dan menemukan bahwa di kedatangan ke-3 kami ke RS (bulan ke-3) anak kami diperiksa oleh dokter lain dan itu dibenarkan oleh perawat asisten dokter (karena dokter sedang ke luar negeri katanya). Tetapi sayang informasi itu seperti tidak berarti buat dokter dan akhirnya kami harus bersabar dengan kondisi ini. Memang di negeri ini terutama di RS umum dan fasilitas kesehatan umum lainnya masih sering terjadi ketidaknyamanan seperti ini, terutama karena oknum dokter/petugas kesehatan seringkali merasa lebih paham dan menutup kesempatan bagi pasien/keluarganya untuk mengajukan pendapat/permintaan. Kata-kata yang muncul ketika dikomplain terkadang sungguh memprihatinkan sehingga tidak akan saya muat di sini.

Dalam perjalanan pulang, di atas kendaraan saya coba memantapkan perhitungan kami dan akhirnya kami sampai pada kesimpulan bahwa dokter itu tidak menghitung kedatangan kami ketika ditangani oleh dokter lain, jadi pengobatan anak kami dihitung kurang padahal berarti akan berlebihan waktunya dari yang diprogramkan. Walaupun kami paham, kami tidak menguasai ilmu kesehatan terlebih tentang flek paru-paru. Kami hanya khawatir ada efek samping yang kurang baik untuk jagoan kecil kami ketika harus minum obat terus-menerus selama waktu yang lama, dan bahkan berlebihan karena ketidaktelitian pihak RS. Saya bilang ke istri, kedatangan selanjutnya saya akan berbicara baik-baik dengan dokter itu, bukan untuk menyalahkannya tentu tapi untuk meluruskan yang keliru meskipun pengobatan anak kami mungkin tetap akan diperpanjang. Semoga Allah membuka mata hati dokter itu sehingga bisa lebih profesional dan lebih user friendly kepada setiap pasien. 🙂

Menu Siang

Siang telah tiba … siang telah tiba … hore hore hore! Waktunya ‘tuk makan siang …, menunya masakan istri … Siang telah tiba … waktunya makan … hatiku gembira …

Lebay dah ….

Menu siang ini apa ya? Mungkin Anda bisa menebaknya, berikut foto hasil akhir pekerjaan saya terhadapnya.

Clue-nya: berkuah, nikmat tiada duanya, seger dan mak nyus … 😀

Semoga menu siang menghapus kesan tidak menyenangkan di menu pagi, habis gelap terbitlah terang …

Iklan

5 thoughts on “Menu Pagi dan Menu Siang

    1. Kan makan mesti habis, kata nenek kalo gak habis ntar ayamnya mati lho 😛
      Btw, maaf masih keliru Opa. Clue tambahan yang hijau itu hanya garnis bukan komponen utamanya 😀

  1. Jagoan kecil lekas sembuh ya nak…. Doakan saja dokter ‘semi autis’ itu masuk islam (kalo dia bukan islam) 🙂

    Yang ini lucu:
    antri is a must (baca: antri itu emas = berharga).

    Semangat happy family ya kang 😉

    1. Aamiin … makasih, Pak. Dokternya secara penampilan muslim sih, sayangnya kurang profesional saja.
      Iya itu pasti gak nyambung ya lucunya …
      Semoga juga Pad Ade sekeluarga 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s