4 Hal yang Dengannya Diraih Kebahagiaan Dunia-Akhirat


Kemarin malam saya menghadiri sebuah kajian rutin di musholla samping rumah. Materi pengantar yang dibawakan oleh sang ustadz adalah tema sesuai judul di atas. Berikut catatan yang saya ingat, saya bagikan untuk Anda semua. Semoga bisa menjadi media evaluasi untuk kita semua.

Manusia adalah makhluk yang mempunyai sifat tidak pernah puas, selalu mencari kebahagiaan menurut ukurannya masing-masing. Sehingga diilustrasikan dengan suatu nasihat bijak (a.k.a hadits) sebagai berikut:

Nabi Muhammad SAW berkata : “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ingin memiliki lembah emas kedua ; seandainya ia memiliki lembah emas kedua, ia ingin memiliki lembah emas yang ketiga. Baru puas nafsu anak Adam kalau sudah masuk tanah. Dan Allah akan menerima taubat orang yang mau kembali kepada-Nya.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim)

Padahal kehidupan di dunia ini hanyalah sementara sedangkan di akhirat kekal abadi. Tidak salah bila solusi terbaik baik setiap problematika manusia berujung pada agama, yang meyakini bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan materi dan tidak hanya dengan akal saja. Sejalan dengan hal ini bila tujuan kebahagiaan manusia telah diluruskan menjadi tujuan yang hakiki, kebahagiaan dunia dan akhirat dijaminkan atas dirinya. Ada resep bagi orang-orang yang beriman (a.k.a meyakini hari akhirat) untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat yaitu:

  1. Hati yang bersyukur. Sifat manusia yang tidak pernah puas itu mendorong manusia untuk terus-menerus mengejar dunia meskipun sebagian besar kenikmatan duniawi telah dicapai. Padahal tidak ada jaminan bagi siapapun yang telah mendapatkan kenikmatan dunia akan mendapati kebahagiaan, contohnya seseorang yang dulunya pas-pasan sehingga ke mana-mana naik motor berdua dengan istrinya. Setelah sukses dan bisa membeli mobil, masing-masing pergi dengan mobilnya sehingga akhirnya bercerai karena suatu sebab. Tinggallah penyesalan, “Mending dulu ya waktu masih susah rukun dengan istri/suami …” Lain dengan orang yang hatinya bersyukur, akan muncul sifat qona-ah (merasa cukup dengan yang dimiliki dan tidak dengki dengan kelebihan orang lain) sehingga tidak mudah tergoda bisikan setan yang mendorong untuk mendapatkan kenikmatan dengan cara yang keliru. Meskipun hidup dalam kekurangan, ketika hati bersyukur tidak merasa susah karena kebahagiaan hakiki adanya di hati.
  2. Lisan yang selalu berdzikir (mengingat Allah). Sumber malapetaka manusia salah satunya bersumber dari lisannya. Ketika seseorang tidak bisa mengendalikan lisannya maka kecelakaanlah yang akan didapatkannya. Namun sebaliknya, bila lisan selalu digunakan untuk kebaikan dan banyak mengingat Allah, maka kebahagiaan akan didapati meskipun dalam kondisi apapun. Lisan yang digunakan untuk beribadah dan saling menasihati untuk kebaikan akan memberikan manfaat bagi pemiliknya, di dunia maupun di akhirat. Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya, karenanya lisan yang digunakan untuk memperbanyak berdoa adalah sikap terbaik bagi setiap manusia. Karenanyalah kebahagiaan dunia dan akhirat akan diperoleh.
  3. Badan yang sabar dengan cobaan. Badan adalah nikmat yang Allah berikan kepada setiap manusia, dengannya manusia menggapai harapan kebahagiaannya di dunia. Sayangnya tidak jarang manusia menggunakannya juga untuk bermaksiat, sehingga meskipun ia mendapatkan kenikmatan tetapi hakikatnya akan menjerumuskan ia ke dalam jurang kenistaan. Setan selalu menggoda manusia untuk menggunakan badannya untuk bermaksiat, karena dengannya ia akan mendapat kemenangan. Contohnya ketika seseorang kesurupan dan dibacakan ayat-ayat Al Qur-an maka setan akan mencoba bertahan dalam tubuh yang kesurupan. Tetapi ketika seseorang memberinya sesaji dan setan itu pergi darinya maka kemenangan yang didapati hakikatnya adalah kalah karena mengikuti kemauan setan.
  4. Pasangan yang sholih dan tidak banyak menuntut. Setiap manusia diberikan pasangan hidup untuk meraih ketenangan hidup. Pasangan yang terbaik bukanlah pasangan yang cantik/ganteng, kaya, dan berkedudukan tinggi melainkan pasangan yang sholih yang memberikan ketentraman lahir batin. Ilustrasinya, istri yang sholihah adalah istri yang pengertian dan sabar. Istri yang ketika suaminya pulang kerja tidak langsung menanyakan tentang upah sang suami, tetapi lebih pada memberikan servis terbaik untuk suami. Demikian juga suami, yang ketika pulang kerja tidak melampiaskan rasa kesal atau capeknya kepada istri. Meminta yang sewajarnya dan tidak berlebihan, memahami bahwa istri di rumah tidak berarti tidak capek apalagi yang sama-sama bekerja. Suami yang tidak segan membantu meringankan pekerjaan rumah, tidak menyerahkan semua urusan itu kepada istri. Pasangan yang sholih inilah yang akan menemani kita di dunia dan juga hingga di akhirat, karenanya tidak salah bila mesti saling mendukung untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki.

Akhirnya, semoga bermanfaat terutama buat saya. Semoga juga bermanfaat untuk Anda semua. Bila ada koreksi, saran atau masukan silakan karena saling menasihati adalah hak sekaligus kewajiban kita sebagai sesama manusia.

————————-oOo————————-

Sumber gambar/foto:

  1. laely-widjajati.blogspot.com
  2. amiryess.blogspot.com
  3. pvie-saktiy.blogspot.com
  4. mimpipejuang.wordpress.com
Iklan

3 pemikiran pada “4 Hal yang Dengannya Diraih Kebahagiaan Dunia-Akhirat

  1. حدثنا محمد بن جابان الجنديسابوري ثنا محمود بن غيلان ثنا مؤمل بن إسماعيل ثنا حماد بن سلمة ثنا حميد الطويل عن طلق بن حبيب عن بن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال * أربع من أعطيهن أعطي خير الدنيا والآخرة قلبا شاكرا ولسانا ذاكرا وبدنا على البلاء صابرا وزوجة لا تبغيه خونا في نفسها ولا ماله

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s