Beli Kacang Dapat Uang


Asli, hari ini mungkin saya adalah salah satu orang yang beruntung. Bagaimana tidak? (Seingat saya sudah dua kali saya gunakan kalimat ini). Menjelang siang ini, saya makan kacang garing yang di bungkusnya tertulis BILA BERUNTUNG DAPATKAN HADIAH LANGSUNG UANG TUNAI Rp 1.000,- S/D Rp. 100.000,- dst …

Eng ing eng, hampir saja saya mengunyah sebutir kapsul plastik yang ada di antara kacang-kacang dalam bungkusnya. Ternyata kapsul itu berisi uang Rp. 1000,- (seribu rupiah), berarti saya termasuk yang sedang BERUNTUNG. Mungkin di antara Anda ada yang punya pengalaman serupa atau bahkan lebih beruntung, mendapatkan hadiah langsung dari produk-produk tertentu mulai dari makanan kecil, minuman sachet, tissue, hingga sabun cuci. Saya pernah bertemu dengan seorang anak muda dermawan, yang menyumbang cukup banyak untuk kegiatan sosial Sunatan Massal, yang mengaku mendapatkan hadiah berupa mobil dari salah satu produk sabun cuci. Kebenarannya sayang saya tidak mendapatkan informasinya karena sang dermawan cukup misterius. Saya jadi tergerak untuk menulis tentang ini, seperti ingin melanjutkan notes saya di FB yang lama tidak saya lanjutkan.

Indonesia adalah Pasar Potensial

Menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia belakangan mencapai 237 juta jiwa. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar nomor empat di dunia setelah Cina, India, Amerika Serikat [1]. Jumlah yang sungguh potensial bagi pasar manapun, nasional, regional maupun internasional. Di sekitar kita saja, bila dicermati hampir satu dari beberapa rumah berjualan. Pasar dan mall tidak pernah sepi dari pengujung, siang-malam. Industri produk konsumsi hampir tidak ada yang gulung tikar, bahkan berkembang terus hingga masuk ke pasar internasional. Perumahan menjamur, perkantoran semakin semrawut. Belum lagi produk-produk impor baik dari Cina hingga Eropa yang semakin membanjiri pasar dalam negeri [2]. Kondisi-kondisi di atas adalah indikator sederhana bahwa Indonesia masih sangat potensial untuk pemasaran produk-produk dalam dan luar negeri. Hal ini selalu mendorong produsen mencari peluang sebesar-besarnya untuk mengeruk keuntungan dari banyak penjualan termasuk di dalamnya dengan menawarkan hadiah kepada konsumennya.

Promosi dengan Hadiah-hadiah

Seingat saya sudah sejak lama, produsen di Indonesia menggunakan metode promosi dengan memberikan bonus hadiah. Yang saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, sebuah bank menjanjikan hadiah undian sebuah rumah mewah seharga 1 milyar bagi nasabah-nasabahnya. Mungkin Anda ingat nama bank-nya? Masih banyak contohnya dan sepertinya ini adalah salah satu trik dagang yang umum dipakai di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sudah tidak asing lagi dan bahkan menjadi sesuatu yang menarik terutama ibu rumah tangga, membeli produk sabun cuci tertentu karena langsung mendapatkan mangkuk gratis. Atau membeli susu merek tertentu karena langsung mendapatkan hadiah CD edukatif. Produsen impor yang bersaing dengan harga jauh di atas harga produk lokalpun akhirnya tidak bisa tidak turut juga memanaskan persaingan promosi hadiah ini, misal salah satu produk susu yang memberikan hadiah undian berupa iPad dan barang mewah lainnya. Bahkan BUMN yang notabene sebagian produknya disubsidi oleh pemerintah ikut-ikutan juga misal dengan menjanjikan hadiah undian untuk pembelian produk tertentu dengan kartu debit bank tertentu juga.

Saya dan istri saya sebagai konsumen kadang berbeda pendapat masalah memilih produk ini. Saya lebih banyak melihat pada fungsi dan kualitas, sedangkan istri mungkin lebih memikirkan alasan ekonomis karena mungkin ia lebih banyak dipusingkan dengan keterbatasan uang belanja yang saya berikan. Sah-sah saja dan saya tidak akan banyak memprotes, apa yang dipilih istri saya siap dengan konsekuensinya. Bukan begitu bapak-bapak? Cuma sedikit berkomentar tentang promosi berbentuk hadiah baik langsung maupun undian ini, apakah cukup mendorong industri dalam negeri untuk bisa bersaing dengan produk impor dan bersaing pula ketika dilempar ke pasar internasional? Kemudian efek dari jenis promosi ini pada konsumen, apakah cukup membuat mereka menjadi lebih selektif terhadap produk yang mereka beli dan kritis terhadap kualitasnya. Apakah seorang ibu yang sudah telanjur mendapatkan iPad paska undian hadiah akan melaporkan susunya yang tercemar bakteri sakazaki? Bagaimana pendapat Anda?

———————————– oOo ————————————

Referensi:

[1] http://birokrasi.kompasiana.com/2010/07/05/hasil-sensus-penduduk-2010-tanpa-rekayasa/

[2] http://www.rimanews.com/read/20110202/14970/pasar-indonesia-terus-kebanjiran-produk-impor

8 thoughts on “Beli Kacang Dapat Uang

  1. that’s a hard question…. 😀 depends on you ask to whom… 😀

    tp sy rasa….ibu akan tetap memilih menuntut deh…demi anaknya 😀

    kabar…link anda sdh sy psg juga…. silahkan di cek 😀 pada blogroll…link sahabat

    semoga silaturahmi tetap terjalin…

    1. Wah, makanya Depkes tidak mau mengumumkan daftar merek susu yang diduga tercemar bakteri itu, karena akan terjadi chaos terutama ibu-ibu ya. Tau sendiri kalo ibu-ibu yang sudah kalap demo, bisa buka-bukaan 😦
      Makasih, aamiin semoga demikian ya, Sky.

  2. widih, uang seribunya diselipkan ke dalam kapsul? dan uangnya lecek pula. wakakakak.

    saran saya: tuntut produsen makanannya. lempar konsumen dengan uang seribu lalu mengharapkan brand-nya naik itu sangat tidak fair. hehehehe

    1. Nah, ungkapan saya di pendahuluan adalah gambaran betapa sederhananya definisi beruntung untuk rakyat kecil seperti saya (maksudnya kurus :P). Atau naif …
      Kalo ngasihnya iPad gimana, apa cukup fair? 😀

  3. dulu waktu SD saya sering dapet duit serebu dari jajanan Kuaci, girangnya gak kepalang ^^ *mengenang masa kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s