Dispenser Susu untuk Adik-adik Mimi


“Miauw, miauw, miauw, miauw ….”, suara anak-anak kucing menggema ke seluruh ruangan.

“Duh, berisik banget sih … ganggu tidurku aja!”, keluh Mimi dalam hati sambil membuka matanya yang masih lengket. Kucing kecil itupun bangun dari tidurnya, suara adik-adiknya telah membuat ia terganggu. Padahal hari sudah siang, matahari juga sudah hampir sepenggalah. Mimi terus menuju ke sumber suara, menghampiri adik-adiknya yang sedang menangis karena kehausan. Mamanya sedang repot di dapur, menyiapkan makanan untuk Mimi dan adik-adiknya.

“Miauw … miauw, miauw miauw miauw!”. Langsung saja Mimi berteriak. “Adik-adik, sabar sedikit dong”, begitulah kira-kira dalam bahasa manusia. Ia kemudian menghampiri mamanya di dapur.

“Ma, adik-adik haus tuh …”, kata Mimi pada mamanya yang sedang memasak sup ikan. Hmmm, harum bau masakan membuat perut Mimi lapar.

“Mimi, bisa bantu Mama gak? Tolong buatkan mereka susu, bisa kan?”, jawab Mama membujuk Mimi untuk membantunya. Mimi kelihatan malas, tapi pergi juga dia mengambil botol-botol susu di rak piring trus menuju lemari makan.

“Gimana caranya, Ma? Mimi kan gak tau takarannya, ntar kalo kepanasan mereka pada ngeluh lagi …”, Mimi mencoba mengelak. Mendengar itu segera saja Mama mendekati Mimi, membelainya dengan lembut.

“Begini Mimi, perhatikan petunjuk Mama ya. Mimi kan sudah besar, sekali dikasih tau pasti Mimi paham. Mimi kan anak pintar”, kata Mama lembut sambil mengarahkan Mimi mendekati dispenser.

“Mi, lihat. Di sini ada 3 kran. Yang paling kiri untuk air panas, lihat di atasnya ada tanda cangkir. Yang di tengah untuk menyeduh susu dan bubur bayi, lihat ada gambar bayi di atasnya. Yang paling kanan untuk air biasa”, Mama memberikan petunjuk singkat sambil menuangkan air dari kran di tengah ke salah satu botol sampai hampir penuh. Mama lalu menuju ke lemari makan, mengambil kaleng susu dan membukanya.

“Perhatikan Mimi sayang, di dalam kaleng ada sendok khusus. Untuk satu botol, masukkan 3 sendok penuh susu ke dalamnya. Tutup botolnya, kocok, selesai”, petunjuk Mama ringkas tapi jelas. Mimi mengangguk-angguk, ia paham.

“Hhmmm, ternyata membuat susu adik tidak sulit koq”, gumam Mimi. Ia pun lalu melakukan hal serupa yang ditunjukkan Mama hingga lima botol susu siap.

“Sip, beres. Akhirnya aku bisa juga membuat susu buat adik-adik”, kata Mimi dalam hati sambil membawa botol-botol susu itu ke adik-adiknya yang masih menangis di kamar.

“Nih, susu-susu kalian. Ayo diminum sampe habis ya. Ini buatan kakak lho, pasti enak”, kata Mimi pada Mimo, Mamo, Mumu, Mumo dan Momo. Kelima adiknya pun minum dengan lahap. Mimi senang melihat adik-adiknya suka minum susu buatannya. Dalam hati ia berkata,

“Baru tau aku, ternyata membuat susu buat adik menyenangkan ya. Untung ada dispenser untuk adik bayi, aku mau buatkan susu buat mereka setiap hari ah …”.

“Miauw … miauw … miauw … miauw”, suara anak-anak kucing lagi. Kali ini nadanya gembira, dalam bahasa manusia artinya, “Makasih kakak, makasih kakak …”

Sejak saat itu Mimi selalu senang membuatkan susu buat adik-adiknya.

40 thoughts on “Dispenser Susu untuk Adik-adik Mimi

  1. waahh… mimi anak pintar…
    eh salah.., mimi kucing pintar.. 🙂

    dispensernya portable, gak, ya…? 🙂

    1. He he he, itu sudah masuk perhitungan Mim, mungkin akan ada ‘bintang tamu’ di episode berikutnya 😀
      Btw, cerita tentang Mima sudah pernah muncul belum ya? #sambil takut ditimpa#

    1. Sebenarnya karena belum ada ide lain, eh nyangkutnya di situ … kebiasaan sehari-hari karena anak-anak saya masih minum susu pake dot 🙂
      Salam kenal juga, Mas Herman. Makasih sudah mau berkunjung dan komen. Links updated!

    1. Cuma selintas ide Pak, di critical time … tapi memang dulu waktu masih SD saya sempat suka kucing lho 😀
      Kalo Bapak suka kucing juga gak?

    1. He he ini karena dikasih info sesama blogger Depok. Emang Kang Martho berminat ikutan lomba-lomba begini ya? Kalo berminat ntar setiap ada event insya’Allah saya kabari. Di sidebar kalo saya ikut pasti saya pasang, tapi biasanya saya suka mepet-mepet gitu dech ikutannya 😀

    1. He he he, lupa tidak menuliskan: “Mohon maaf bila terdapat kesamaan nama tokoh dalam dongeng ini, tidak ada unsur kesengajaan”.
      Makasih doanya, Gie 😀

  2. wah bro… aku baru belajar di blogspot neh… kalo diwordpress email yang berkomentar kelihatan, nah kalo diblogspot belum tahu dimananya… hehe

    kirim email aja ke emailku yang terlampir dikomentar ini bro.. email kosong juga ngga papa, yang penting aku jadi tahu email bro.. dan bisa segera mengirim requestnya 🙂

    1. Hi hi hi, mungkin lain kali pake Mami … bukan Mama 😀 #mencoba tetap fokus pada konteks pembicaraan# Makasih sudah kasih masukan kreatif 🙂

  3. Mas Dion, saya kirim naskah juga lho, tapi ternyata belum masuk daftar. sedih..hiks.. 🙂 . jarang saya update infonya, jd nggak tahu perkembangannya. Tahu2 sdh ada pengumuman pemenang. Dan nama saya tidak ada dalam daftar pemenang maupun daftar peserta.:) . Untunglah segera bangkit lagi. ttp smangat! ttp berkarya. smg sukses di event2 selanjutnya…

    1. Mungkin ada persyaratan yang belum terpenuhi atau lewat waktu he he he … ada lagi koq. Mau? Buka sticky post-nya, itu ikut kontes cerpelai … silakan 🙂

    1. Ada lomba cerpelai di bangaswi.wordpress.com tapi sudah expired, trus ada lomba tulis naskah film juga di situ silakan kalo tertarik … Tia sama ummi abinya sehat kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s