Karakteristik Orang Beriman


Hari ini untuk kesekian kalinya, sedikit dari kebanyakan, saya tertegun mendengar ceramah Jum’at yang disampaikan sang khotib. Betapa tidak, biarpun secara penampilan sang khotib tidak bisa dibilang muda tetapi gaya penyampaian beliau sungguh ‘lebih segar’ bahkan untuk saya yang belum setengah baya. Berikut saya kutipkan khutbah Jum’at yang menggugah itu.

Sosok Orang Beriman

Sudah sepantasnya kita yang menyebut diri muslim untuk memerhatikan sosok orang beriman yang telah dicontohkan oleh uswah khasanah (role model) kita Rasulullah SAW. Dan dalam Qur-an Surat Ibrahim (14) ayat 24-25, Allah SWT memberikan pelajaran bagi setiap muslim, sebab dua hal yang perlu dipahami: sebagai hamba-Nya (‘ibadurrahman) dan sebagai pemimpin di muka bumi (kholifatullah fil ‘ardh).

Sebagai hamba Allah SWT, muslim mempunyai kewajiban untuk mentauhidkannya sebagai mana makna syahadat yang merupakan amalan paling ringan bagi seorang mukmin. Tauhid yang berarti tidak menyekutukan-Nya dengan apapun selain dia, sejalan dengan nilai falsafah negara kita: Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelalaian atas kewajiban ini dapat berujung pada kemusyrikan, di mana musyrik tidak dibatasi dengan penghambaan kepada selain Allah tetapi secara luas dimaknakan memiliki orientasi yang lebih besar kepada makhluk Allah daripada orientasi pada-Nya. Sedangkan sebagai kholifatullah, muslim mempunyai kewajiban untuk menegakkan keadilan dan memberikan kebaikan seluas-luasnya bagi seluruh alam.

QS. Ibrahim (14): 24-25

أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُها ثابِتٌ وَفَرعُها فِى السَّماءِ
(24) Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤتى أُكُلَها كُلَّ حينٍ بِإِذنِ رَبِّها ۗ وَيَضرِبُ اللَّهُ الأَمثالَ لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَذَكَّرونَ
(25) (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

Karakteristik Orang Beriman

Dari ayat-ayat ini, para mufassirin bersepakat bahwa ‘kalimatat thoyyibah’ dimaknakan sebagai: tauhid dan dinul Islam. Tauhid sebagaimana dijelaskan di atas dan dinul Islam sebagai pedoman bagi muslim menjalankan kewajibannya sebagai kholifatullah. Hal yang pertama adalah fundamental (mendasar) sedangkan hal berikutnya adalah amanah, di mana merupakan amalan yang paling berat.

Setiap diri kita diberikan amanah pada banyak hal, seorang bapak di mana anak-anak menjadi amanahnya, seorang suami di mana istri adalah amanahnya, serta seorang pemimpin di mana ummat dan jabatan sebagai amanahnya yang nantinya pasti akan dimintakan pertanggungjawaban oleh Allah, Sang Kholikul ‘Alamin (Pencipta Alam Semesta).

Karakteristik mukmin digambarkan dengan indah oleh Allah SWT sebagai pohon yang memiliki 3 komponen utama: akar, batang-cabang-ranting, dan daun-buah. Pohon yang baik digambarkan memiliki akar yang menghunjam kuat  ke dalam bumi, batang yang tegak menjulang ke langit lengkap dengan cabang dan rantingnya yang rimbun, serta daun dan buah yang banyak.

Pohon yang baik adalah mukmin sesungguhnya. Akar yang menghujam kuat ke dalam bumi adalah gambaran dari keimanan yang kokoh, mantap yang dengannya mukmin tidak mudah terombang-ambing dengan ujian dan gangguan. Berbeda dengan akar yang mudah terserabut sehingga pohon akan mudah roboh. Keimanan yang lemah akan mudah digoyahkan, berpindah orientasi dari hanya kepada Allah menjadi orientasi kepada selain-Nya.

Batang yang menjulang ke langit, cabang dan ranting yang rimbun adalah gambaran mukmin yang menjalankan kewajiban-kewajiban Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Mukmin yang melaksanakan setiap perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, tegak sebagaimana batang pohon yang besar yang banyak cabang dan rantingnya. Cerminan mukmin adalah kualitas ibadahnya yang banyak, shohih dan istiqomah.

Daun dan buah yang banyak yang bisa dinikmati tidak hanya oleh manusia tetapi juga oleh makhluk lainnya seperti hewan-hewan, serta keteduhan pohon yang bisa dimanfaatkan untuk bersemayam di sana. Gambaran mukmin yang memiliki akhlak yang mulia (akhlakul karimah) di mana kemanfaatannya bisa dirasakan oleh semua makhluk. Akhlak mulia yang diibaratkan daun, buah dan keteduhan pohon yang sanggup memberikan berbagai kenikmatan untuk makhluk di sekitarnya. Tidak salah bila Rasulullah SAW diutus kepada manusia untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Inilah kesempurnaan kalimatat thoyyibah, dua aspek yaitu hubungan vertikal dengan Sang Pencipta (hablumminallah) dan hubungan horizontal dengan manusia (hablumminannas) serta seluruh makhluk di alam semesta menjadi kesempurnaan atas Tauhid dan Dinul Islam, yang menjadi karakter bagi setiap orang beriman. Wallahu a’lam bish showab.

4 thoughts on “Karakteristik Orang Beriman

  1. sepakat dengan content-nya Pak Abu,
    selain itu ada satu hal yg menarik bagi saya seperti dalam penggalan kalimat berikut ini

    “…biarpun secara penampilan sang khotib tidak bisa dibilang muda tetapi gaya penyampaian beliau sungguh ‘lebih segar’ …”

    Sang Khatib pada kesempatan kali ini tampaknya tidak hanya sekedar ingin menyampaikan materi khutbahnya, akan tetapi beliau seolah-olah ingin mengajak ruh kita beraudiensi dengan nash-nash yang disampaikannya. Nice post Pak Abu, vote : inspiratif!

    1. Wah ketemu sesama jama’ah Al Hidayah di sini, makasih Bos komentarnya. Btw, lapaknya buruan di-update content-nya biar para pengunjung segera aja daftar or minimal order kulit manggisnya 😀 Sukses ya, Bos!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s