Flek Paru-paru dan Liburan Mendadak


Flek Paru-paru

Kemarin saya tidak berangkat ke kantor, lebih tepatnya saya ijin untuk datang terlambat karena ada urusan penting: membawa Faqih kontrol ke RS. Setelah pada Jum’at pekan sebelumnya kami juga ke RS untuk hal yang sama, hari ini kami membawanya untuk mendapatkan hasil rontgen ke dua setelah 9 bulan terapi (pencegahan dan pengobatan) atas vonis Flek Paru-paru yang diderita Faqih. Saya pernah menuliskan tentang hal ini sebelumnya, masih ingat?

Sampai saat ini saya dan istri belum benar-benar clear, apa sebenarnya penyebab penyakit ini. Bagaimana bisa putra kami, Faqih, menderita penyakit ini. Apakah karena operasi cesar saat ia dilahirkan? Atau karena kipas angin dan sirkulasi udara yang kurang baik di rumah kami? Atau karena tertular penyakit serupa dari orang-orang di sekitarnya? Belum satupun menjadi alasan utamanya, dan mungkin kami tidak akan sampai pada kesimpulan terakhir.

Seingat istri saya, 3 bulan sejak ultah Faqih yang pertama, kami membawanya ke RS untuk memeriksakan kondisi batuk-pileknya yang sering sekali datang. Kami diarahkan agar Faqih menjalani tes mantouk, penguapan (inhalasi), dan rontgen paru-paru. Setelah tes mantouk pertama karena tanda-tandanya tidak terlalu jelas Faqih di-rontgen pertama kali, dokter menyatakan ada indikasi flek dan mesti menjalani terapi pencegahan selama 3 bulan. Mulai saat itu Faqih mesti minum obat setiap hari tanpa terputus.

Setelah 3 bulan, dokter memberikan tes mantouk kedua. Hasilnya ternyata positif, vonis flek paru-paru diberikan dokter pada Faqih dan artinya putra kami mesti menjalani terapi pengobatan selama minimal 6 bulan. Saya dan istri mesti bersabar karena Faqih harus melanjutkan minum obat tanpa terputus dalam jangka waktu yang lama, bersabar karena di usianya yang baru melampaui setahun ia harus minum obat dengan dosis yang mungkin jauh lebih banyak dibanding obat yang kami konsumsi seumur hidup.

Perjalanan pengobatan Faqih alhamdulillah berbuah manis. Setelah Jum’at kemarin di-rontgen kedua paska pengobatan 6 bulan, Senin ini kami mendapatkan kabar gembira karena dokter menyatakan flek paru-paru yang diderita putra kami telah hilang, artinya sementara Faqih dinyatakan sehat. Kenapa sementara? Karena menurut dokter, bila fleknya belum benar-benar hilang maka dalam 1 hingga 3 bulan ke depan tanda-tandanya akan tampak lagi. Sesuatu yang tentu tidak kami harapkan. Semoga Allah mengabulkan doa kami: Faqih sehat hingga dewasa nanti, terbebas dari flek paru-paru yang pernah dideritanya. Aamiin.

Liburan Mendadak

Terkait dengan aktifitas saya di atas, seperti telah saya sebutkan sebelumnya saya ijin untuk datang terlambat ke kantor. Hal ini setidaknya telah berjalan 9 bulan terakhir pada hari Faqih mesti kontrol ke RS.

Senin kemarin, setelah sampai di rumah dari RS saya segera bersiap menuju kantor. Sebelumnya saya sempatkan mampir ke sebuah toko komputer untuk membawa printer saya yang belakangan “mogok”, tidak mau diajak kerjasama. Entah apa penyebabnya, meski sudah saya oprek-oprek baik fisik printer maupun cartridge-nya ternyata belum berhasi juga. Yang terjadi lampu indikator printer berkedip-kedip dan status di komputer “offline”. Hadoh, kenapa ya? Nah, setelah diperiksa sama si abang toko komputer, kesimpulannya adalah: mesti ganti cartridge karena printernya normal cuma koneksi ke cartridge bermasalah.

Ganti cartridge adalah sesuatu yang saya hindari, karena harga originalnya cukup mahal, so biasanya saya hanya mengisi ulang baik di tempat yang bergaransi maupun yang seadanya. Si abang menawarkan ganti cartrigde di tempatnya dengan paket harga murah 165 ribu, padahal untuk yang kompatibel di tempat lain mungkin harganya bisa mencapai 300 ribuan. Wah, menarik sih, tapi bahkan untuk harga segitu saya belum menyiapkannya. So, konsultasi dulu ke menteri keuangan saya …

Selesai dengan urusan printer (padahal belum juga) saya meluncur menuju ke kantor. Di perjalanan saya sempatkan mampir ke SPBU untuk mengambil uang di ATM, sayang tidak bisa mengeluarkan uang dan akhirnya saya cuma bisa melakukan transfer. Balik ke parkiran, wah ban motor belakang saya koq sepertinya kempes tidak normal. Benar saja, ternyata bocor. Di siang hari yang terik kemarin saya tuntun pelan-pelan motor saya menuju tempat tamabal ban terdekat. Untungnya tempat tambal bannya cukup representatif karena ada tempat duduk dan atap yang cukup nyaman sehingga terhindar dari berpanas-panasan sementara ban motor saya ditambal.

Hampir setengah jam ban motor saya di-operasi kecil, saya bersiap untuk memacu motor saya karena sudah hampir Dzuhur. Tiba-tiba ada SMS masuk dan tertuliskan: “Bang, tidak perlu ke kantor lagi … ada perkenan untuk pulang jam 1. Terima kasih …”. Entah saya mesti bersyukur atau kecewa, tapi ya sudahlah berarti hari ini saya libur mendadak. Padahal tentu besoknya saya mesti agak kerepotan karena tentu absensi saya kosong alias membolos. Ya konsekuensi dari sebuah kebijakan: liburan mendadak yang tidak saya harapkan. Apakah ini suatu kebijakan yang benar? Akhirnya saya memutuskan untuk pulang ketimbang melanjutkan perjalanan ke kantor untuk menghindarkan diri dari ke-ambigu-an yang pasti muncul di ruangan.

Oh ya, ngomong-ngomong tentang “perkenan untuk pulang jam 1” itu saya asumsikan karena Senin kemarin kantor saya berulang tahun yang ke-65. Tentang ini sudah sempat saya tuliskan di halaman ini. Semoga yang terbaik untuk semua …

12 thoughts on “Flek Paru-paru dan Liburan Mendadak

  1. ttg printer, saya jg pernah mengalami itu mas…mungkin sebelum diputuskan ganti catridge dicoba dulu untuk di reset. cara resetnya setiap printer berbeda-beda. coba aja mas dion googling d internet.Nah, kalo gak bisa ya terpaksa…tp setidaknya dah berusaha sampe mentok..

    ttg flek, anak saudara sepupu ane juga pnya penyakit yg sama mas. kata doketr penyebabnya krn rumah yang ditinggali lembab…wallahua’lam sih…

    Buat faqih: mudah2han si flek dah gak datang lagi…Amin.

    1. Aamiin, semoga Opa. Biar kapan-kapan bisa diajak kopdar, ketemu sama Opa-Oma yang lain, diajak main-main terus pulangnya dikasih uang saku deh #abinya ngarep mode 😛

    1. Aamiin, makasih juga Bro.
      Iya, bisa dekat sama anak-anak meski cuma sehari dan ternyata pada gak mau bobo’ siang #stress … nikmati saja 😀

  2. sama dong dengan anakku si Ali Zen, bertepatan dengan ulang tahunnya yang pertama dia kena flek paru2 sampai opname. Alhamdulillah sekarang dah sembuh. Kalau aku amati di rumah sakit ,banyak anak yang punya penyakit sama bertepatan dengan hujan abu gunung Bromo. apa mungkin karena menghirup abu ?

    1. Sykurlah kalo Ali Zen sudah sembuh, setelah perawatan berapa bulan Pak? Waktu saya bolak-balik ke rumah sakit kontrol setiap bulannya, sering juga menemui anak-anak yang terkena flek tapi Bromo kan jauh dari Jakarta ya so mungkin ada sebab lain yang lebih umum kali ya Pak. Mungkin temen-temen bidang kesehatan bisa memberikan pencerahan buat kita semua. Ada yang berkenan?

  3. saya juga punya anak,pas 3 tahun ini kena flek paru,kasian banget harus minum obat tiap hari,apakah nanti bulan ke dua dan seterusnya bentuk obatnya sama,aduh soalnya bentuk obatnya serem banget sampe ga tega ngasihnya,

    1. Maaf Dwi, emang obatnya seperti apa? Kalo yang diberikan pada Faqih bentuknya pil coklat yang rasanya manis, pernah dia makan tanpa minum alias dikunyah langsung. Tentang jenis obat bisa dikonsultasikan dengan dokter. Sabar ya, semoga lekas sembuh setelah pengobatan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s