April yang Panas, Hati-hati dengan Kesehatan Anda


Beberapa hari terakhir, tepatnya sejak masuk bulan April, cuaca Jabodetabek umumnya cerah di pagi hari, panas di siang hingga malam hari, cukup berangin, dan dingin menjelang terbit matahari. Sepertinya mulai masuk musim kemarau, meskipun sebagian orang masih menyebutnya pancaroba. Pergantian musim ini, dari penghujan ke kemarau biasanya menimbulkan beberapa efek terutama bagi kesehatan. Bagi Anda yang mempunyai aktifitas cukup padat atau ibu-ibu yang mempunyai balita sebaiknya lebih waspada terhadap perubahan musim ini.

Efek Perubahan Musim pada Kesehatan

  1. Kekurangan cairan tubuh. Cuaca yang berubah, suhu udara dari sejuk ke panas, kelembaban udara dari basah ke kering, menyebabkan penguapan air menjadi lebih tinggi termasuk cairan tubuh kita. Bila aktifitas kita tidak diimbangi dengan menambahkan volume asupan cairan baik melalui minuman maupun makanan, maka yang akan terjadi adalah tubuh kita akan mengalami penurunan kadar cairan tubuh. Dalam kondisi yang melebihi normal, kekurangan cairan tubuh itu disebut dehidrasi.
  2. Gangguan saluran pernafasan atas. Cuaca yang kering dan cukup berangin menimbulkan kualitas udara menurun. Debu dan kotoran yang tertiup angin dan turut naik ke udara bersama penguapan air, menyebabkan konsentrasi kotoran dalam udara meningkat. Ini bisa berimbas pada kualitas makanan dan minuman yang tidak terjaga higienitasnya. Akibatnya, udara yang kita hirup dan makanan/minuman yang kita konsumsi pun mengandung lebih banyak kotoran dibandingkan saat cuaca sejuk. Kotoran yang masuk ke tubuh melalui pernafasan dan makanan akan menimbulkan gangguan terhadap saluran pernafasan, bila kondisi tubuh lemah misal karena kurang istirahat atau kurang asupan vitamin bisa menyebabkan infeksi atau biasa disebut ISPA, INFLUENSA dsb.
  3. Gangguan kulit dan wajah. Cuaca panas dan udara kering dapat menimbulkan satu lagi efek bagi kesehatan, yaitu bagi kulit dan wajah kita yang bersinggungan langsung dengannya. Suhu panas akan mendorong kulit menghasilkan keringat dalam jumlah besar untuk menurunkan suhu tubuh, kondisi basah keringat ini bila berlebihan bisa menimbulkan beberapa masalah seperti jamur kulit, biang keringat dsb. Demikian pula wajah yang terpapar kotoran di udara, lebih mudah kotor dan menyebabkan masalah seperti jerawat atau flek hitam.

Mungkin masih banyak efek perubahan musim ini bagi kesehatan tubuh kita. Anda bisa berbagi.

Cara Mengantisipasi Efek Tersebut

Dari berbagai sumber terutama pengalaman dan ibudanbalita.com, beberapa hal berikut bisa kita lakukan untuk mencegah efek-efek buruk perubahan musim terhadap kesehatan.

  1. Memastikan asupan nutrisi terjaga dengan baik. Nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) yang cukup akan menghindarkan tubuh dari kekurangan nutrisi baik akibat cuaca maupun aktifitas. Nutrisi mikro (vitamin dan mineral) yang seimbang akan menjaga daya tahan tubuh dari berbagai penyakit.
  2. Menjaga higienitas udara dan makanan/minuman. Udara yang bersih akan menghindarkan kita dari gangguan pernafasan, sedangkan makanan/minuman yang higienis menghindarkan kita dari berbagai penyakit. Gunakan masker di udara terbuka, cucilah bahan makanan, alat masak dan makan, tutuplah sumber air minum.
  3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tubuh yang terpapar langsung dengan udara yang kotor perlu mendapatkan perhatian lebih, baik kulit maupun wajah. Demikian pula lingkungan sekitar kita, mulai dari rumah, halaman hingga lingkungan sekitar rumah kita. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penurunan kondisi udara dan makanan/minuman sehingga kesehatan pun lebih terjamin.
  4. Istirahat cukup dan berolahraga. Menjaga keseimbangan aktifitas dengan memberikan tubuh kita porsi istirahat dan olahraga yang cukup akan meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan tubuh kita. Dua hal ini seringkali kita lupa, saat cuaca dominan cerah maka ada baiknya kita manfaatkan kesempatan ini karena di musim hujan tentu istirahat akan lebih banyak porsinya dari olahraga.
  5. Hindari stres dan berdoa. Yang terakhir yang mesti kita lakukan untuk menjauhkan kita dari efek-efek negatif perubahan musim adalah menghindari stres dan tidak lupa selalu berdoa, memohon kesehatan lahir-batin kepada Sang Pencipta. Ketenangan hati dan jiwa akan menambahkan kekuatan jasmani kita, insya’Allah.

Demikian sedikit yang bisa saya bagi untuk kita semua, menyambut perubahan musim tahun ini. Semoga kemarau maupun penghujan membawa kebaikan untuk kita semua. Btw, kalo benar April ini masuk musim kemarau apa mungkin siklus musim di Indonesia akan kembali normal seperti dulu. Saya harap demikian, bagaimana dengan Anda?

Iklan

8 thoughts on “April yang Panas, Hati-hati dengan Kesehatan Anda

  1. ah saya ragu dengan musim sekarang. gak menentu jadwalnya. tapi saya setuju dgn ‘wabah’ flu yg mulai merata. sebaiknya ambil langkah preventif 😀

    1. Mba Ajeng??? Hi hi hi, gak apa-apa deh, tak kenal maka kenalan karena lebih penting teman dari saingan 😦
      Btw, senang kalo bermanfaat buat semua 🙂
      Abu Faqih siap mampir ke blognya Lia, ditunggu ya 😀

  2. [cara mengantisipasi efek] 1-4 mungkin masih bisa tapi untuk point yang ke-5, agak susah yaa. kadang stress membuat kita tidak bisa berfikir.

    1. Maka ketika stres, berdoalah … gimana, Bang? Karena berdoa tidak perlu berfikir, cukup merasa dengan hati tulus-ikhlas 🙂
      Makasih kunjungannya, semoga sehat selalu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s