Sahabat dalam Doa


Sosok itu, sudah lama aku tak bertemu … semakin tegap saja. Dua kali pertemuan terakhir di masjid kantor ini, tempat yang semoga dirahmati Allah dan dirahmati juga kami yang berada di dalamnya.

“Eh Sus, sudah selesai? Kapan ujian?” aku menanyakan tesisnya saat berpapasan sesudah mengambil air wudhu.

“Insya’Allah pekan depan ujian, sidang seminar sih. Sidang tesisnya dua pekan kemudian”, jawab Susi dengan senyuman. Senyuman yang selalu kurindukan dari sosok ini.

“Syukurlah, semoga lancar ya …,” balasku pelan sambil berlalu menuju lantai sholat.

“Allahu akbar … Allahu akbar … La ilaha illallah!” iqomah berkumandang. Aku berdiri, melangkah ke depan, merapat di shaf kedua. Di sampingku Susi menyusul, masih dengan senyumannya. Sesaat dalam sujud, aku berdoa memohon kepada Allah agar sosok yang bersujud di sebelahku bisa menjadi sahabatku kembali, seperti beberapa waktu yang lalu. Dalam hati kuyakini, Susi pun berdoa memohon hal yang sama: sebuah persahabatan yang indah.

Iklan

22 thoughts on “Sahabat dalam Doa

    1. Mosok sih? (langsung cek ke TKP, mana … mana koq gak ada? langsung balik ke sini)
      Wah jebakan nih … tapi terima kasih telah menghibur saya 🙂
      Btw, koq blognya belum isi apa-apa sejak dibuat (April 2007), apa memang cuma pingin buat username wordpress aja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s