Harpitnas … Enaknya Ngapain


Hari Jum’at sore, lewat jam 17 WIB saat diumumkan lewat pengeras suara tentang Senin, 16 Mei 2011, sebagai hari libur (cuti bersama). Padahal jam kantor sudah lewat setengah jam, tapi ya sudahlah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Yang menarik adalah berita tentang rencana cuti bersama kami dapatkan dari detik.com, dan menurut informasi dari sumber terpercaya SKB yang meng-halal-kan Senin ini libur karena alasan cuti bersama itupun baru ditandatangani oleh ketiga menteri saat malam telah larut. Koq bisa ya?

Saya tidak akan membahasa lebih dalam tentang hal ini karena tentu akan banyak pertanyaan dan tanggapan yang arahnya jadi kurang nyaman, misal kenapa mesti muncul gagasan untuk menambahkan hari libur sebelum hari libur yang semestinya Selasa, 17 Mei 2011 (Hari Raya Waisak 2555) dan darimana gagasan itu berasal? Apa mungkin gagasan itu mucul tiba-tiba ketika melihat kalender bahwa Senin adalah hari kejepit (1 hari kerja di antara 2 hari libur) seseorang yang berpengaruh di negeri ini mengatakan “Wah itu harpitnas ya, enaknya itu libur biar kita bisa jalan-jalan ke tempat wisata”, lalu usulan mengubah SKB pun langsung diproses oleh kementerian terkait.

Sesuai pengumuman itulah, hari ini saya menyiapkan agenda dadakan, padahal ada beberapa agenda kerja yang sudah direncanakan sebelumnya untuk dilakukan hari ini tapi apa boleh buat. Tidak mungkin memaksakan lembur ketika hampir semua pihak terkait juga mengalami pencutian bersama. Agendanya adalah melayani keluarga tentu. Mulai dari mengantar putri kami ke sekolah, mengantar istri ke kantornya, survey harga akuarium, menemani anak-anak tidur siang sampai menjemput istri pulang kantor. Agenda yang tidak mungkin dikerjakan di weekday biasa kan, so nikmati saja.

Saya menemukan bahwa cuti bersama di harpitnas ini tidak populer untuk para pekerja swasta, entah apa karena memang dilakukan secara mendadak sehingga tidak efektif untuk diterapkan atau karena alasan mengejar target produktifitas yang mengharuskan mereka lembur. Padahal secara logika ketika Menteri PAN dan RB, Menteri Naker, serta Menteri Agama yang menandatangi SKB cuti bersama ini maka PN, PNS, juga pegawai swasta (pekerja dan buruh) akan menerapkan secara serentak. Ya semoga meski mereka (pegawai swasta) tetap bekerja hari ini baik pekerja maupun pengusahanya tidak dirugikan dengan kebijakan cuti bersama.

Nah, dari berita sore tadi yang terjadi di harpitnas ini adalah lonjakan jumlah wisatawan lokal di beberapa tempat wisata salah duanya: Puncak dan Ragunan. Ini menjadi berkah untuk para pengusaha (termasuk pemda) dan pengais rejeki (pedagang dll) di lokasi-lokasi tersebut karena dengan libur 4 hari (biasanya 2 hari, Sabtu-Ahad) maka pemasukan mereka pun bisa naik hingga 2 kali lipat akhir pekan biasa.  Selain itu, menurut pengakuan seorang sahabat blogger yang merangkap pengusaha warnet, tingkat kunjungan warnet pun meningkat dari Senin biasanya. Tentu karena ketika liburan anak-anak sekolah jadi lebih leluasa ke warnet (betul gak Mbak? he he he) dan tentu menambah pemasukan.

Sebenarnya ada hal menarik lain hari ini tapi berita malamnya agak kurang menyenangkan. Hari ini pengumuman kelulusan Ujian Nasional untuk tingkat SLTA (SMA, SMK, MA). Sebagian yang lulus akhirnya merayakan kelulusan mereka dengan konvoi di jalan raya (setelah mencoret-coret seragam mereka dengan cat warna-warni). Sebagian ditangkap polisi karena tidak mengenakan kelengkapan berkendara, melawan arus, ugal-ugalan dan tawuran. Kenapa ya generasi muda kita sekarang lebih senang mensyukuri nikmat dengan hura-hura gak jelas seperti itu. Bukankah lebih baik kalo mereka berbondong-bondong ke masjid atau gereja atau tempat ibadah masing-masing untuk sujud syukur berterima kasih kepada Allah (yang telah memberikan nikmat menuntut ilmu dan kelulusan UN)? Ayolah …

So, bagaimana dengan Anda. Apa yang Anda lakukan di harpitnas ini?

Iklan

12 thoughts on “Harpitnas … Enaknya Ngapain

    1. Luar biasa, berbalas komen lewat tengah malam begini. Lembur lagi ya Mbak, padahal kemarin (Senin harpitnas) sudah lembur. Barokallahu fikum, semoga Mbak sekeluarga diberkahi Allah dan usahanya lancar 🙂

    1. Gitu ya …, sebenarnya libur dengan cuti memang berbeda. Sebagian menggunakan masa cuti untuk bekerja bukan untuk berlibur. Tetapi menggunakan waktu libur untuk bekerja, sepertinya kurang bijak … karena setiap hal punya hak yang mesti dipenuhi 🙂
      Makasih kunjungan dan komentarnya, links updated!

  1. jelas2 kebijakan cuti bersama itu merugikan banyak pihak. meskipun pasti juga ada yg untung..
    misal: kalao di tempat kantorku, ada potensi kerugian nilai kontrak miliaran rupiah hanya krn satu hari libur. 😀
    kedua, bg bank-bank akan terjadi kekacauan mekanisme kliring dll. termasuk potensi duitnya. Jika dihitung scr keseluruhan, berapa miliar duit ilang pd hari itu krn semua serba mendadak.
    rapat2 tertunda, temu-temu bisnis ditunda, dll

    temenku yg sengaja niat tidak masuk cuti pd hari itu untuk nguruss administrasi pernikahannya dr jkt ke yogya pulang dg hampa krn kantor2 tutup.

    Bg dunia pariwisata, ketidak siapan dan kesigapan mereka tentu saja membuat mereka tidakbisa maksimal.
    belum lagi polisi dan yg ngtur lalu lintas akibat lonjakan pemakai jalan

  2. Liburnya dadakan artinya pejabat negara ngga liat kalender artinya pas akhir tahun sebelumnya (raker or apa namanya di PNS) itu ga jelas agendanya apa hehehee.. soalnya kita selalu liat penanggalan maklum, swasta… jadi tahun 2011 ini pun akhir2 tahun pasti deh kalender 2012 udah lecek-lecek liat libur2 kapan buat perencanaan target “jualan” 🙂

    payah yah.. mendadaknya itu loh.. kalau terencana pasti tak mengundang sensasi. Nah ini yang harpitnas 3 Juni pun begitu, tiba2 aja di bulan ini diketok palu. Napa ga dari taun lalu ya? motong cuti pns pula, kan kesian..

    1. Kalo dibilang gak ngeliat kaya’nya mustahil, cuma perencanaan target “jualan” itu yang belum atau tidak ada jadinya pas liat ada kesempatan libur tambahan langsung aja tergagap-gagap ngubah keputusan awal. Makanya kita liat aja penetapan cuti bersama 2012, apa akan mengulang kesalahan yang sama atau gak. Semoga lebih bijak lagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s