Faqih Demam setelah Demam Fida Reda …


Hari Ahad kemarin saya, istri dan anak-anak menyempatkan untuk survei lokasi study tour. Rencananya tanggal 2 Juni nanti, bimbel istri akan melaksanakan kegiatan rutin tahunannya, outing-class. Ahad pagi itu waktu dibangunkan, Fida mengeluh tenggorokannya sakit. Istri saya langsung menebak, ini pasti radang tenggorokan, karena Fida minum es lilin sehari sebelumnya. Survei tetap jalan bersama anak-anak meski Fida kurang sehat, kasihan anak-anak sering kami tinggalkan jadi kesempatan liburan kami manfaatkan betul untuk beraktifitas bersama mereka. Hari itu Fida dan Faqih kami ajak ke Kidzania (meski gak masuk) dan Planetarium (yang ini masuk).

Malam harinya, hingga Senin dini hari, Fida demam tinggi. Saya begadangan karena suhu badannya sampe 40 derajat Celcius. Tulisan Dr. Sonia menyarankan untuk suhu ini langsung mencari pertolongan dokter, tapi saya putuskan untuk menundanya hingga pagi karena kondisi Fida masih cukup stabil. Saya berikan saja pereda demam dan rasa sakit sehingga tidak terlalu tinggi demamnya. Senin pagi saya ijin ke kantor untuk datang terlambat, mengantar Fida ke klinik langganan kami dulu supaya sakitnya tidak berlarut-larut.

Alhamdulillah, Senin sore saat saya pulang kantor Fida sudah jauh lebih baik. Malamnya Fida minta ditemani saya main game di laptop, meski sempat ngambek waktu disuapin umminya tapi ba’da Isya’ dia sudah kembali ceria. Malamnya Fida tidur pulas, badannya sudah tidak demam. Tapi ada yang membuat saya kembali bersiap begadang, Faqih agak rewel sebelum tidurnya dan badannya agak hangat. Dalam pikiran saya sudah terbayang, dia akan demam seperti kakaknya. Dan benar saja, jam 3-an pagi saat saya terbangun badan Faqih demam sampe 39 derajat Celcius. Langsung saya bangunkan istri untuk memberi Faqih minum obat. Apakah Faqih tertular Fida radang tenggorokan? Wallahu a’lam.

Selasa Subuh, Faqih rewel minta ikut ke musholla. Biasanya permintaan serupa tidak saya penuhi, karena saking aktifnya pernah mic musholla habis digigitin sampe gak bisa bunyi hadoh … tapi karena masih agak demam, badannya pun lemah cuma bisa duduk saja di belakang shaf bapak-bapak. Kasihan dia, biasanya seneng banget kalo diajak ke musholla, lari-larian ke sana ke sini, teriak-teriak hingga mengganggu konsentrasi. Hmmm, saya sih cool-cool aja … namanya juga anak-anak, cuma kadang bapak-bapak senior yang agak gimana gitu. Tapi saya paham, mereka terganggu 😦

Saya belum membawa Faqih ke dokter, sementara masih diberi pereda demam dan rasa sakit. Kata istri waktu diperiksa sepertinya Faqih mau tumbuh gigi geraham belakang. Biasanya kalo mau tumbuh gigi Faqih memang demam beberapa hari, semoga demam yang sekarang juga tidak lama-lama. Btw, sebenarnya saya mau menuliskan tentang perjalanan survei kami Ahad kemarin. Tapi karena suasananya agak kurang kondusif maka saya pasang saja foto-foto Faqih bersama umminya di Pacific Place Shopping Mall ketika melihat pesawat AirAsia dan ketika Faqih menikmati keindahan sedan Jaguar. Doakan ya, Faqih … kapan-kapan abi bisa beli mobil (itu … gak harus sih) jadi kita tidak kehujanan lagi kalo jalan-jalan.

 

4 thoughts on “Faqih Demam setelah Demam Fida Reda …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s