Kotak Sumbangan Resepsi


Pernahkah Anda menemui hal ini? Disediakan dua kotak sumbangan dalam sebuah resepsi pernikahan bertuliskan ORANGTUA dan ANAK.

Entah kebiasaan di daerah tertentu atau memang sudah umum di sebuah resepsi pernikahan, saya sering menemuinya dalam resepsi pernikahan di Depok. Seringkali saya jadi bingung, mesti ngisi yang mana ya karena tidak menyiapkan dua amplop tetapi cuma satu. ORANGTUA atau ANAK ya? Mana yang lebih membutuhkan …

ORANGTUA umumnya adalah pihak yang menjadi penyelenggara resepsi pernikahan tersebut, meskipun tidak mustahil hal itu dilakukan secara mandiri oleh anak (yang menikah). Penyelenggara tentu lebih membutuhkan sumbangan itu untuk menutup (setidaknya mengganti sebagian) biaya yang dikeluarkan.

ANAK yang baru saja menikah umumnya belum mempunyai modal yang cukup untuk keluarga baru mereka. Sudah maklum bila mereka lebih membutuhkan sumbangan itu untuk sekedar membeli beberapa perlengkapan rumah tangga atau untuk membayar kontrakan mereka bulan berikutnya.

Saya pikir ada baiknya bila saya menyiapkan dua amplop sekaligus ketika menghadiri resepsi sehingga bila terjadi hal di atas maka tidak akan bingung lagi karena dua-duanya diisi. ORANGTUA dan ANAK tentu menghargai sekecil apapun sumbangan (atau hadiah) kita dalam rangka resepsi pernikahan itu. So, menurut Anda siapa yang lebih berhak?

Iklan

6 thoughts on “Kotak Sumbangan Resepsi

  1. anak tentunya lebih penting, tetapi jika bicara biaya pesta, tentu orang tua juga pantas untuk mendapatkan uangnya kembali 😀
    kenapa ya tidak dibuat satu saja, dengan pembagian, kalau biaya pesta sudah tertutupi, bolehlah sisanya untuk anak 😀
    hanya saja,seringnya tidak bisa begitu, mungkin perolehan tidak menutupi biaya pesta, atau mungkin anak serakah yang lgs mengambil semua uang datang, ssehingga tinggallah orang tua yang ndlongoph hehehe

    klo di suku saya sih, ada 2 kotak juga, tetapi bukan ortu vs anak, melainkan pihak perempuan dan pihak laki2 😀

  2. klo menurut mim, kotak yag tulisannya ORANG TUA dan MEMPELAI digunakan hanya untuk menentukan sebenarnya sumbangan itu dari teman dan relasi orang tua atau mempelai, bukan untuk orang tua maupun mempelai 😉
    karena pada akhirnya hasil dari sumbangan itu dikumpulkan dan dicatat untuk kemudian jika yg memberikan sumbangan mengadakan pesta, uang itu akan dikembalikan lagi.
    uangnya sendiri nantinya akan dipakai untuk menutupi pesta yang telah diadakan ^^
    kebetulan dari lahir sampai sekarang tinggal didepok, jadi sebagaian besar tahu kebiasaan didepok 😛

  3. owh, baru tau…
    wah sekarang jadi lebih nampak ya….? jangan-jangan habis ini ada kotak tambahan… anak, orang tua mempelai laki-laki, rang tua mempelai perempuan…..wew…

    1. Lah itu Mbak-mbak, yang komen pertama mengakui adatnya pake pihak laki-laki dan pihak perempuan, so kalo Depok ketemu jodoh sukunya Mbak Nique (kalo gak salah Karo) bisa kejadian itu … 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s