Menundukkan Pandangan (maka Selamat Dunia-Akhirat)


Seandainya semua wanita berhijab (menutup auratnya) maka selamatlah mereka … dan kita semua.

Ini bukan dogma illahi atau titah nabi, melainkan kata hati seorang insan yang fakir. Tidaklah selamat seorang hamba, kecuali mengikuti apa yang digariskan oleh pencipta-Nya. Logika ini sangat sederhana. Ketika sepatu kulit yang dibuat tukang sepatu untuk keperluan kantor-an dipakai untuk bermain bola di lapangan berlumpur maka usianya tidak akan lama. Bila kondisinya masih layak pakai sekalipun, sangat mungkin penampilannya menjadi tidak indah lagi.

Demikian pula dengan hijab wanita. Sebagaimana telah Allah SWT. gariskan dalam Al Qur-an Surah Al-Ahzab:59,

“Hai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin untuk mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”.

dan demikian pula perintah-Nya kepada semua wanita beriman dalam Al Qur-an Surah An-Nur:31,

“…Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya…”.

maka jelaslah Allah tidak menginginkan kecuali kebaikan untuk hamba-hamba-Nya, wanita yang diciptakan dalam bentuk yang indah. Sekali-kali tidak ada maksud untuk menyusahkan atau mengekang wanita, bahkan sebaliknya menyelamatkan dan memerdekakan mereka. Dari apa?

Sebagaimana menjadi kelaziman bagi kita manusia beradab (dan pula bahkan manusia yang dianggap belum beradab alias terasing/tertinggal), wanita indah di mata lelaki. Maka benarlah (dan begitu universalnya) apa yang Allah firmankan dalam Al Qur-an Surah Ali Imran:14,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”.

dan karenanya perintah di atas menjadi petunjuk bagi setiap orang beriman. Sekali lagi bukan untuk mengurangi kenikmatan melainkan untuk membebaskan manusia dari perbudakan hawa nafsu duniawi. Dan inilah misi sebenarnya dari Islam, yang dirisalahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan diteruskannya kepada kita semua.

Insan yang fakir merasakan sendiri dalam perjalanan hidupnya yang singkat. Berjuang untuk terbebas dari hawa nafsu terhadap godaan aurat wanita bukanlah perkara mudah, terlebih saat wanita-wanita di sekitarnya tidak menutup auratnya. Seperti pecandu narkoba yang berusaha insaf tetapi selalu saja ada yang menawarinya sabu-sabu. Demikian pula merokok … efeknya sungguh tidak sesederhana yang terlihat. Karenanya, menjadi nasihat yang indah bagi setiap wanita untuk memelihara kehormatannya sebagaimana bagi lelaki untuk menundukkan pandangannya.

Karena setiap insan (dalam lubuk hatinya yang paling dalam) ingin selamat di dunia dan di akhirat

10 thoughts on “Menundukkan Pandangan (maka Selamat Dunia-Akhirat)

  1. Iya… dunia akan indah jika semua menutup auratnya… tapi justru penjelasan seperti ini yang malah dijadikan serangan balik oleh kaum feminis… bilangnya mengekang wanita lah, hak asasi wanita lah…. 😦

    1. Begitulah, kodrat perempuan dan laki-laki memang berbeda …
      untuk Ramadoni cukup menundukkan pandangan dan …
      menyuruh istri juga anak-anak perempuannya berjilbab. That’s all 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s