Kemarau, Hujan dan Banjir


Alhamdulillah, semenjak saya pulang dari kampung kemarin sudah dua kali Depok dan sekitarnya diguyur hujan. Meskipun cukup deras hingga membuat banjir di beberapa wilayah dan genangan di berbagai lokasi jalan, hujan masih sangat diharapkan oleh seluruh warga masyarakat. Betapa tidak sudah lebih dari 6 enam bulan (kalo gak salah hitung), kemarau ini sudah mendera seluruh wilayah tanah air. Beberapa daerah sudah merasakan dampak buruk dari musim kemarau ini, mulai dari persawahan di Jawa dan Sumatera yang puso karena sulitnya pengairan, penduduk di daerah pegunungan yang mulai kehabisan persediaan air sehingga harus mengambil air di sumber-sumber air yang jauh dari permukiman, hingga hewan-hewan peliharaan seperti rusa Istana Bogor yang mulai kekurangan minum. Innalillahi wa innailaihi raji’un …

Hujan adalah nikmat yang tiada tara, di saat bumi didera kemarau berkepanjangan. Di Jawa Timur, sebagian masayarakat mulai menggelar kesenian yang dipercaya dapat mendatangkan hujan. Sayangnya belum ada himbauan resmi dan atau gerakan nasional dari MUI dan pemerintah untuk melaksanakan shalat meminta hujan, Istisqa’, padahal inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. sebagai salah satu syariat shahih dalam Islam. Adapun adab shalat tersebut dapat diunduh di sini (http://www.islamhouse.com/p/231629). Semoga Allah memberi kita kemudahan urusan air ini.

Sore kemarin, menjelang Maghrib, bermula dari wilayah Selatan Depok merambat ke Utara hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya, hujan deras turun. Akibatnya, jalan-jalan di wilayah Depok dan sekitarnya terendam air hujan. Banjir lokal insidental ini terjadi di beberapa titik kepadatan lalu lintas. Sebagai contoh di sepanjang jalur kepulangan saya, titik-titik rawan banjir yang mesti diwaspadai adalah:

  • Persimpangan Jl.Taman Margasatwa, Jl. Saco, dan Kavling POLRI Ragunan, ketinggian air bisa mencapai 50 cm bahkan lebih.
  • Jl. Kahfi I, tepatnya di depan Dealer Yamaha Kampung Kandang, ketinggian air mencapai 30 cm.
  • Persimpangan Jl. Kahfi I dan Jl. Kelinci, tepatnya di depan Futsal 1919 meskipun sekarang sudah teratasi dengan perbaikan saluran airnya.
  • Jl. Bungur Raya, tepatnya di depan Mall Rongsok meskipun sudah mulai teratasi dengan perbaikan jalan dan saluran airnya.
  • Jl. KHM. Usman, tepatnya di depan RS Grha Permata Ibu meskipun juga telah teratasi dengan perbaikan saluran air.

Risiko terbesar genangan air di jalanan adalah bagi pengendara motor, meskipun kendaraan roda empat tidak pula terhindar dari risiko yang sama. Motor biasanya lebih rentan terhadap genangan air yang dapat mengakibatkan mesin mogok karena perapian terendam air. Mobil sekalipun bisa mengalami hal serupa, sehingga boleh jadi efeknya lebih parah. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dan waspada saat hujan deras turun, bila ragu lebih baik berhenti di tempat yang aman dan nyaman sambil menunggu hujan reda dan genangan air berkurang. Semoga meskipun banjir ini membawa kemaslahatan yang lebih besar, tidak membuat kita para pengendara kendaraan kerepotan.

Berita terkait:

Iklan

8 thoughts on “Kemarau, Hujan dan Banjir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s