Mufida dan Ponsel Layar Sentuh


image

Berawal ketika kami membeli ponsel baru berfitur GSM-GSM-CDMA untuk mengganti ponsel GSM istri yang sudah sering rusak sehingga ponsel CDMA istripun menganggur. Mufida yang sudah biasa memakai ponsel itu untuk main game dan kamera kami percaya menjadi pewarisnya, itung-itung supaya kami bisa mengecek kondisi anak-anak saat kami bekerja. Jadilah Fida yang baru TK A bermain ponsel setiap pulang sekolah, bahkan ia sudah bisa menelpon kami.

Mufida sangat senang karena sudah punya ponsel sendiri hingga suatu saat … Ponsel itu dibanting Faqih hingga pecah berantakan. Sebenarnya kejadian ponsel itu dilempar oleh adiknya sudah sering terjadi tapi ya gitu, namanya anak-anak, setiap kali mereka berebut main ponsel selalu berakhir dengan ponsel sebagai korban. Faqih tertawa-tawa sedangkan Fida menangis. Hingga saya harus menenangkan Fida dengan menjanjikannya sebuah ponsel baru saat dia naik kelas. Sebenarnya ini cuma trik supaya Fida mau memaafkan Faqih, tapi ya itu imbasnya kami mesti memenuhi janji karena anak-anak tak bisa lupa dengan janji kita.

Jadilah Fida mendapat ponsel CDMA baru menjelang lebaran kemarin. Ponsel yang tadinya kami inginkan adalah Nokia second CDMA berkamera tapi karena sudah muter-muter nyari gak dapat juga yang cocok harganya akhirnya beli Hape Esia Starlight yang murmer. Walau kurang puas, setelah dibujuk-bujuk umminya akhirnya Fida mau juga. Lebaran pulang kampung bawa ponsel baru, Fida senang sekali. Dia tunjukkan ponsel barunya ke Mbah dan Eyangnya sampai ketika Pakdhe dan sepupunya datang. Eng ing eng …

Kakak sepupunya, Fara, membawa ponsel iPhone dengan layar sentuh dan game-game yang sangat menarik. Awalnya karena malu, Fida cuma melihat saja tapi setelah beberapa kali dipinjami oleh Fara lama-lama dia ketagihan juga sampe-sampe pernah suatu ketika nangis-nangis minta dipinjemin ponsel itu. Hadoh, sebentar dia sudah lupa dengan ponsel barunya 😦 dan sepertinya dia mulai kepingin punya ponsel layar sentuh juga. Wah, padahal saya tak punya dana khusus untuk itu.

Benarlah yang saya sangka, suatu ketika saat saya hendak dinas luar kota untuk waktu yang cukup lama Fida meminta sesuatu pada saya, “Bi, handphone layar sentuh ya!”. Dengan nada datar saya pun menjawab, “Insya’Allah, Nak!”. Alhamdulillah saya bisa membelikannya ponsel yang dimaksud, sekaligus memenuhi harapan saya pribadi memiliki gadget untuk mobile blogging 😀

Akhirnya, jadilah ponsel layar sentuh itu untuk main game Fida dan Faqih sampe-sampe isinya penuh dengan game seperti tampak pada gambar di atas. Hanya menyisakan dua link untuk saya: Youtube dan Internet. Dan sebentar lagi sepertinya keduanya pun akan segera jadi mainan baginya 🙂

Iklan

2 thoughts on “Mufida dan Ponsel Layar Sentuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s