Dua Hati Satu Tujuan


Memandangmu walau selalu

Saya tidak sedang ingin menyanyi dangdut, tidak juga ingin membahas tentang itu. Cuma teringat tentang bait itu dan nasib pernikahan penyanyi lagu itu. Lagu mesra tapi mereka akhirnya tetap bercerai. Ironis memang, tapi yang seperti ini sudah menjadi hal yang wajar terjadi di sekitar kita.

Tidak ada manusia yang sempurna, benar dan orang juga memahaminya. Tidak ada hubungan yang sempurna, masih menjadi diskusi yang hangat di masyarakat. Di semua lini kehidupan secara luas mulai dari pribadi, sosial hingga politik mensyaratkan adanya hubungan antarmanusia. Bahkan ilmu tentang hubungan ini dipelajari dan dikembangkan sejak nenek moyang hingga sekarang, bahkan telah pula diatur dalam kitab-kitab suci agama.

Jadi apa masalahnya?

Saya lupa dulu waktu SMA pernah belajar sosiologi yang membahas tentang hubungan antarmanusia, masalah dan pemecahannya. Sejak SD malah kita belajar PMP, di mana nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tapi kita juga belajar sejarah, yang memberikan realita bahwa hubungan antarmanusia, antarbangsa dan antarnegara tidak pernah lepas dari masalah.

Nah, ada atau tidak efeknya bagi saya (kita) semua pelajaran di atas kenyataannya saya akan berhadapan dengan masalah hubungan itu. Mulai dari lingkup paling kecil, keluarga, hingga lingkup yang lebih luas, lingkungan, masyarakat, juga tempat kerja. Dan yang saya hadapi bukan mesin atau patung, melainkan manusia yang memiliki pikiran (otak) dan perasaan/kemauan (hati) yang unik (bermacam-macam).

So what gitu lho?

Masalah di antara manusia timbul karena keunikannya dan itulah seni kehidupan. Berbagai cara dilakukan manusia untuk menyamakan pemikiran dan berhasil! Masalah yang lebih rumit terjadi ketika manusia berusaha untuk menyatukan hati dan lebih banyak gagalnya daripada suksesnya. Bahkan nabi dan rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah pun tidak mampu melakukan yang satu ini.

Karena Allah telah menakdirkan bahwa hati-hati ini tak akan bersatu apapun caranya tanpa ijin dari-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam QS.Al Anfaal (8):63 yang artinya:

Dan yang menyatukan hati mereka (orang-orang beriman). walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat menyatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahagagah lagi Mahabijaksana.

Jadi ketika kita ingin menyatukan dua manusia dalam satu tujuan maka tidak cukup dengan menyamakan persepsi (pikiran) dan perasaan (hati) semata tetapi memohon kepada Allah Sangpembolak-balik hati supaya keinginan kita tercapai. Wallahu a’lam bishowab.

6 thoughts on “Dua Hati Satu Tujuan

  1. Tidak akan pernah bisa menyatukan 2 hati menjadi satu, yang ada adalah menyatukan visi dan persepsi tentang apa itu ibadah serta apa tujuan berumah tangga. Kesamaan visi dalam iman Insya Allah akan membawa keberkahan serta dimudahkan atas segala permasalahan, amien…

    Tulisan2nya dalam sekali ya 🙂

    1. Seperti sifat dasar manusia, Opa: “Saat ditimpa musibah, ia berkeluh-kesah, dan saat diberi nikmat, ia lupa (bersyukur)”. Makasih nasihatnya, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung … 🙂

  2. Saya pernah menasehati teman saya yang mau nikah, agar saat menikah ia dan istrinya harus menjaga “frekuensi ruhiyah” nya ga terlalu jomplang. Artinya, mereka harus menjaga kadar ketaatannya kepada Allah swt, dan jangan sampai ada salah satu di antara mereka yang kadar ketaatannya jauh di bawah yang lain. Karena “nyambung”nya hati adalah pada frekuensi keimanan yang sama.

    Ini teori saya siih *malu*

    1. Bukan teori antum kali, tapi hasil “belajar” selama ini …
      Itu juga menurut pendapat saya sih #gakmaluberpendapat 😀

      Btw, trims nasihatnya. Meski sudah “lama” menikah tapi nasihat buat yang “baru” menikahpun bermanfaat, insya’Allah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s