Kasus-kasus terkait Zakat


image

1. Bagaimana bila seseorang keliru (salah sasaran) ketika membayar zakat, apakah harus diulang membayar atau tidak?
Jawab: Bila tidak disengaja maka tidak wajib mengulang, berdasarkan riwayat Ma’an dan Yazid. Yazid (ayah) memberikan zakat kepada yang tidak dikenal di masjid, karena Ma’an (anak) tau maka ia mengambil kembali uang itu untuk dikembalikan pada ayahnya tapi ditolak oleh ayahnya. Ketika hal itu dikonsultasikan pada Rasulullah saw maka beliau membenarkan keduanya karena ketidaktauan Yazid dan kesadaran Ma’an.
Namun bila dilakukan dengan kesadaran maka wajib membayar ulang zakat yang sudah dibayarkan, sebagaimana ketika seseorang membayar hutang kepada yang berhak (pemberi hutang atau walinya).

2. Apakah ketika membayar zakat harus diungkapkan bahwa ini zakat atau tidak?
Jawab: QS.2:271 “Apabila engkau menunjukkan dari kewajiban zakat yang ditunaikkan maka itu bagus. Dan apabila engkau memberikan itu kepada fakir atau kedelapan ashnaf maka itu bagus”. Artinya apakah ditunjukkan atau tidak tentang pembayaran zakat itu boleh karena dua-duanya bagus. Tentang pemahaman tentang keikhlasan di masyarakat bahwa ikhlas itu tidak dilihat, tidak dibayar, atau tanpa pamrih maka itu keliru karena yang benar adalah keikhlasan adalah kemurnian hati ketika melakukan kewajiban kepada Allah swt.

Kajian Fiqh by Ust. Achmad Bisri, Lc.

2 thoughts on “Kasus-kasus terkait Zakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s