wpid-2011-12-26-20.26.04.jpg

Berenang dan Terbakar


Serem gak judulnya? Maaf kalo terkesan seperti itu. Tapi memang kenyataannya begitu. Berikut ini sekali-sekali bukan kisah tentang imigran gelap yang kapalnya tenggelam beberapa waktu yang lalu tapi tentang wisata keluarga kami ke salah satu waterpark di Depok.

image

Rencana yang Tertunda

Sebenarnya wisata ke waterpark sudah kami rencanakan sejak lebaran kemarin, sayang selalu saja ada kendala yang menghalangi. Mufida sudah seringkali meminta berenang sehingga kami berusaha untuk memenuhinya. Namun setiap kali di akhir pekan kami rencanakan, situasi kondisi menjadi kurang mendukung.

Kondisi kesehatan adalah penghalang utama. Mungkin karena faktor cuaca, kami sekeluarga jadi sering sekali terserang penyakit. Mulai dari cacar air anak-anak, disusul gejala asam urat istri, kemudian batuk-pilek kami sekeluarga secara bergantian.

Kesibukan akhir tahun juga menyita waktu libur kami. Mulai dari rapat dan lembur kantor saya hingga persiapan menjelang UAS bimbel istri yang terkadang harus mengorbankan rencana wisata kami.

Tadinya kami berencana jalan-jalan ke Bandung atau puncak akhir tahun ini tapi lagi-lagi kesibukan pekerjaan memaksa kami cukup meluangkan waktu untuk hanya berenang dan bermain di waterpark terdekat. Sabar ya Sayang, semoga lain waktu kita bisa jalan-jalan dan berenang di Lembang, Ciater, atau setidak-tidaknya Cibodas.

Takut dan Ketagihan

image

Ini kali kedua kami berenang di kolam renang besar, pertama di waterpark Ceria Kukusan dan kali ini di waterpark Depok Fantasi GDC. Tempatnya cukup representatif, selain banyak arena permainannya mulai dari kolam renang anak dan dewasa berbagai air mancur, menara air terjun sampai papan luncur berbagai bentuk danukuran tersedia di sana. Mufida begitu senang ketika mulai masuk ke air, sementara Faqih ketakutan seperti waktu pertama kali berenang.

Entah karena memang takut air atau cuma karena kaget dengan dinginnya air kolam, Faqih terus-menerus berteriak takut sambil tangannya erat melingkari leher saya. Saya berusaha mengalihkan perhatian dan rasa takutnya dengan bermain di arena air mancur tetapi tetap saja dia teriak takut-takut. Kami putuskan untuk mengeringkan badan Faqih dengan handuk sembari memberinya cemilan di tempat istirahat.

image

Mufida semangat sekali berenang, dia naik dan meluncur beberapa kali sendirian dan hanya sekali mau meluncur bersama saya. Sayangnya dia masih takut meluncur dari tempat yang tinggi atau di pipa yang melingkar-lingkar jadi masih banyak arena luncur yang belum dicoba termasuk menara luncur yang tinggi itu.

Beberapa saat saya dan Fida meninggalkan Faqih dan umminya, kami mencoba pindah ke kolam yang bersebelahan dengan kolam dewasa. Airnya tidak sedingin di kolam anak-anak yang banyak permainannya. Kami istirahat untuk minum dan makan cemilan lalu membujuk Faqih untuk turun ke kolam lagi. Di kolam yang cukup hangat itulah rasa takut Faqih mulai berkurang dan lama-lama menghilang.

image

Ketika umminya menggantikan saya menjaga anak-anak di kolam, Faqih malah berani berenang di kolam dewasa. Jadilah mereka bertiga asyik bermain di sana, masing-masing dengan ban berenangnya. Ya, kami keasyikan berenang dan bermain hingga tanpa sadar kulit kami terbakar terik matahari. He he he, baru sadar di rumah ketika mandi sore kulit Fida memerah berbentuk baju renangnya sedang saya dan Faqih wajah kami berdua memerah terbakar matahari. Begitulah kisah kami hari ini:

Asyik berenang dan terbakar matahari 🙂

image

4 thoughts on “Berenang dan Terbakar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s