Ketika Mas Gagah Pergi (part-2)


Hari ini entah karena kesibukan mulai tinggi atau teman-teman sedang malas ngomong, tidak banyak yang berbincang. Pras yang kusapa pun cuma mengangguk tanpa melihat ke arahku, matanya seperti tak bisa lepas dari layar monitor PC di depannya.

Lia yang biasanya menyapaku dengan nada suara yang khas hanya mengucap salam ketika masuk ruangan lalu duduk bersandar. Mungkin dia sedang tidak fit, tidak seperti biasanya dia tidak menyapa satu persatu kami yang di ruangan.

Aaah sudahlah, aku juga tak mau mengganggunya. Aku pun mulai membuka laman-laman berita di yahoo dan detik seperti biasa. Berita nasional sedang ramai membicarakan tentang Kiat Esemka, mobil SUV rakitan anak-anak siswa SMK di Solo. Pro-kontra mulai marak di kalangan pejabat negara, sebagian tanpa ragu sudah memesannya bahkan ada yang membeli beberapa unit sekaligus. Di negeri ini seperti tak ada yang tidak menarik untuk dijadikan bahan perdebatan memang.

Bersambung…

Cerita sebelumnya : Ketika Mas Gagah Pergi (part-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s