Ketika Mas Gagah Pergi (part-3)


Hampir seharian ini tak ada satupun yang mengajakku ngobrol. Kenapa ya? Mereka seperti sedang enggan untuk bercengkrama dan bercanda, padahal kemarin kami begitu asyik menonton beramai-ramai foto-foto hasil dokumentasi dari kegiatan raker dua hari lalu. Tak segan-segan masing-masing dari kami berkomentar lucu tentang foto-foto itu sehingga gelak tawa pecah ketika foto lucu muncul di layar monitor PC Pras.

Kucoba kejutkan Lia lewat YM. Smilley lucu nan heboh muncul di awal agar ia tak murung. Jawaban yang aneh kudapatkan. “Siapa loe? Iseng banget sih! Aku lagi gak pingin bercanda tau.” Kaget atau shock, aku cuma bisa membalas dengan, “Maaf ya, cuma mo menyapa aja koq. Ok deh :(”

Lia beranjak dari depan PC, lalu melangkah ke luar. Cepat saja aku ikuti dia dari belakang. Ternyata dia menuju ke toilet, meskipun coba kupanggil tetap saja dia masuk tanpa sedikit pun menoleh. Rupanya dia mengambil air wudhu untuk shalat Dhuha.

Aku pun kembali ke mejaku menunggu dia selesai shalat. Sudah hampir 30 menit berlalu dan Lia masih di musholla ruangan. Jangan-jangan ketiduran pikirku. Aahh aku samperin aja, siapa tau beneran dia tidur lagi. Sungguh terkejut aku ketika melihat Lia dengan bercucur air mata dan suara yang sesenggukan menahan tangis, khusyuk berdo’a sambil bersimpuh di atas sajadah. Ada apa ya koq sampe dia sesedih ini? Padahal biasanya dia paling ceria di ruangan.

Entahlah. Akupun tak kuasa untuk menanyakannya.

Bersambung …

Cerita sebelumnya : Ketika Mas Gagah Pergi (part-1), Ketika Mas Gagah Pergi (part-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s