Habis Hujan Terbitlah Cerah


Pagi tadi awan gelap menyelimuti langit Depok dan sekitarnya. Hujan deras disusul hujan gerimis menyambut orang-orang yang keluar rumah untuk beraktifitas. Untungnya ketika saya dan Fida berangkat menuju sekolah di hari pertamanya, hujan sudah mulai reda.

Di Jakarta Selatan ternyata tidak hujan, bahkan bekas air pun tak ada. Hingga siang cuaca masih cerah meski cukup berawan. Sore ini cuaca mendung menghiasi langit Jakarta dan sekitarnya. Alhasil ketika waktu pulang kantor tiba, langit mendung itu pun mulai menumpahkan air hujan.

Seperti mendapat perintah dari langit, para pengendara motor seperti saya pun memacu kendaraan lebih kencang untuk menghindari hujan. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hujan deras secara tiba-tiba turun seperti ditimpahkan sekaligus dari langit. Tidak sedikit pengendara motor yang memilih berteduh di tempat-tempat terlindung. Sisanya memberanikan diri menerjang hujan dengan atau tanpa jas hujan.

Teorinya waktu hujan sama dengan volume air dibagi intensitas hujan, atau kalo dinotasikan menjadi:

t = v/i ; t = waktu hujan, v = volume air, i = intensitas hujan

Maka bila hujan deras saat langit berawan hitam tipis, waktu hujan sebentar. Sementara bila hujan gerimis saat langit gelap tebal, maka waktu hujan menjadi lama. Ini sekedar teori asumtif ya, kalo perhitungan tepatnya BMG tentu lebih ahli.

Nah sore tadi, meskipun langit gelap tebal di langit Depok tapi karena intensitas hujannya besar alias hujannya sangat lebat maka waktunya pun cuma sebentar. Terhitung separuh perjalanan saya tempuh dengan dua kondisi berbeda, paruh pertama basah kuyup meski memakai jas hujan dan paruh berikutnya menikmati sinar mentari meski awan gelap masi tersisa di sana-sini.

Alhamdulillah, habis hujan terbitlah cerah 😀

Iklan

7 thoughts on “Habis Hujan Terbitlah Cerah

  1. tadi malam hujan di sini deras sekali.
    disertai angin kencang pula, anginnya berputar2 seperti sedang marah saja 😦
    hujan deras – berhenti – hujan lagi – berhenti, berulang-ulang seperti itu.
    sampai bingung menerjemahkan bahasa hujan 😦
    tapi jelas menakutkan, padahal tak ada petir.
    sepertinya aku bisa merasakan hujan tanpa pesan atau sebaliknya.

    pagi ini pun masih mendung, entahlah, akan turun hujan atau tidak.

  2. kalo sudah hujan terus setiap hari seperti di Pontianak, mau tidak mau flu akan menyerang saya dengan mudahnya, soalnya saya nggak tahan sama suhu dingin. Padahal di Pontianak terkenal dengan yang namanya panas, eh sekarang malah hujan terus tanpa henti, tapi daripada ngeluh emang mendingan bersyukur aja dapat rezeki 😀

    1. Setuju, hujan itu rizki. Hmm jadi di Pontianak sekarang sedang musim hujan juga ya, berarti kalo mo ke Kapuas Hulu lebih cepat sampai lewat sungai ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s