Polisi Cepek atau Traffic Light?


Sebenarnya saya sudah sering memikirkan ide ini tapi mungkin agak sulit merealisasikannya. Saya bilang sulit bukan karena kerumitannya dalam perhitungan teknik, melainkan karena berhubungan dengan hajat hidup beberapa orang yang biasa disebut Polisi Cepek.

Rumah saya ada di sebuah gang pada sebuah jalan, persis sesudah “leter S” atau “leher angsa”. Jalannya memang tidak terlalu lebar meski muat berpapasan dua kendaraan roda empat. Masalah sering muncul di 2 tikungan tajam yang saling berhimpit tersebut, yang akibatnya membentuk huruf S atau leher angsa. Nah di sini dua kendaraan yang berpapasan menjadi sulit, kalo tidak dibilang macet, untuk bisa melewatinya secara bersamaan alias akan lebih lancar bila bergantian.

image

Dulu, mungkin sekarang juga masih ada, Pemkot memasang cermin agar pengendara kendaraan roda empat bisa melihat ada tidaknya kendaraan lain di tikungan itu tapi sepertinya tidak efektif karena meski “kelihatan” sepi tiba-tiba bisa muncul kendaraan sehingga kemacetan tak terhindarkan. Karenanya muncullah para “penyelamat” jalanan yang kita sebut Polisi Cepek.

Polisi Cepek atau sebagian orang mebyebutnya juga Pak Ogah, karena identik dengan tokoh di serial Unyil itu meski beda peran, membantu mengatur buka-tutup di letter S itu sehingga tidak terjadi kemacetan, persis dengan fungsi Polisi Lalu-lintas. Bedanya mereka dengan tangan terbuka menerima bahkan terang-terangan meminta upah atas jerih payahnya. Lima rarus perak, seribu atau dua ribu rupiah setiap kendaraan roda empat yang lewat cukuplah sebagai upahnya. Walhasil di jam-jam sibuk yaitu pagi dan sore hari, hasil yang mereka dapatkan bisa sampai puluhan ribu rupiah. Cukup menggiurkan untuk pekerjaan yang tidak terlalu berat ini. Mereka biasa beroperasi secara berpasangan, bergantian beberapa jam sekali. Mulai dari anak-anak sekolah usia SMP, remaja tanggung, hingga orang dewasa yang sudah punya 2 anak.

Satu sisi pekerjaan ini memang membantu pengguna jalan tapi di sisi lain sebenarnya menjadi “alasan” bagi mereka untuk tidak mencari pekerjaan yang lebih layak. Ini cukup memrihatinkan, karena begitu banyak potensi yang jadi tidak termanfaatkan. Apalagi bila mencermati bahwa hasil yang didapat para remaja tanggung itu habis untuk merokok atau sekedar main PS, sungguh menyedihkan.

Yang saya pikirkan tentang mengatasi permasalahan teknis jalan leher angsa itu adalah membuat traffic light yang secara otomatis memberikan sinyal untuk jalan lebih dulu atau berhenti dulu. Idenya adalah memanfaatkan sensor di bahu jalan pada masing-masing sisi jalan menuju leher angsa di mana kendaraan roda empat yang lebih dulu menutup sinyal sensor akan mendapat lampu hijau lebih dulu dan secara otomatis di sisi lain lampu merah.

Memang ada beberapa kerumitan seperti apakah menghitung waktu atau memasang sensor lain di tengah leher angsa sehingga kondisi lampu tidak berubah sampai kendaraan lewat, bagaimana bila ada deretan kendaraan hampir tak terputus sehingga tidak mungkin bila lampu hijau terus menyala di satu sisi, dan bagaimana penempatan sensornya tanpa penjagaan dan lain-lain. Menurut saya kerumitan itu bisa diperhitungkan, disimulasikan lalu diujicobakan. Yang lebih rumit bagi saya adalah bagaimana “nasib” Polisi Cepek sesudah traffic light terpasang dan berfungsi sempurna?

Perlu kearifan sosial dalam setiap penerapan teknologi, karena ilmu pengetahuan bukan sekedar bagaimana meringankan pekerjaan manusia tetapi bagaimana menjaga manusia tetap manusiawi bukan merasa sebagai dewa. Ah rasanya saya harus belajar lebih banyak ilmu sosial bila benar-benar ingin jadi engineer yang sesungguhnya 🙂

2 thoughts on “Polisi Cepek atau Traffic Light?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s