Keramahan vs Kemarahan (Berkendara)


Pagi tadi saya menuju suatu lokasi di bilangan Pasar Minggu. Tidak seperti biasa, saya berangkat agak siang. Memilih jalan yang biasa dilewati sampailah saya di Jl.Paso arah pertigaan Kp.Kandang. Di depan SPBU, sebuah motor keluar setelah mengisi BBM dan langsung mengambil bahu jalan di samping motor saya tanpa berhenti atau menyalakan lampu sign.

Saya tidak menyangka kalo motor itu tiba-tiba mengambil jalan di depan motor saya meskipun sedikit memaksa karena di depannya selokan. Saya sudah mengerem tapi sepertinya roda ban depan saya sempat menyentuh footstep motor itu meski tidak terjadi apa-apa. Pengendara motor langsung saja melihat ke arah saya dengan mata melotot, sedang saya berusaha untuk tidak bereaksi atas aksi itu. Saya juga tidak meminta maaf padanya karena menurut saya perbuatannya konyol dan membahayakan diri sendiri.

Sesaat pengendara motor itu sudah tenang dan melanjutkan perjalanan. Hingga tiba di suatu lajur di mana saya berkesempatan untuk mendahuluinya karena ulahnya sendiri yang mengambil jalur tengah. Ternyata entah disengaja atau tidak, motor itu mengikuti saya di belakang lalu sesaat ban depannya menabrak halus penutup ban belakang motor saya hingga terasa dorongan meski tidak sampai jatuh. Rupanya pengendara motor itu tidak terima dengan apa yang dialaminya meski saya tidak menyengaja. Dan saya tidak mau melayaninya, perjalanan belum berakhir jadi tidak ada gunanya emosi karena akan memperburuk situasi.

Dari pengalaman ini saya menarik sedikit kesimpulan. Keramahan berkendara saat ini sudah sangat menipis, berganti kemarahan yang bila tidak dikontrol bisa berujung pada pertengkaran bahkan perkelahian. Entah apa yang ada dalam pikiran para pengendara tapi sedikit saran untuk kita semua. Mengawali berkendara dengan niat dan do’a lalu mengisinya dengan fikir dan dzikir boleh jadi bisa mengembalikan keramahan itu. Apakah kita lebih senang menjadi pemarah?

2 thoughts on “Keramahan vs Kemarahan (Berkendara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s