Air Bah Itu Bernama Biker


Saya tidak sedang melakukan penghakiman (seperti yang sekarang banyak dilakukan media), cuma berbagi pandangan sebagai seseorang yang sudah lebih dari 5 tahun terakhir menghabiskan waktu 2-6 jam sehari di atas motor. Ini tentang menjadi bagian dari lalu lintas jalan di Jabodetabek yang semakin hari semakin tidak terkendali. Banyak orang (yang tinggal sudah lama di Jabodetabek) bilang, “Dulu hanya jalan-jalan protokol yang macet, sekarang baru keluar gerbang sudah macet. Kemacetan sudah sampe di jalan depan rumah”. Ini bukan omong kosong, benar-benar terjadi di banyak jalan sempit perkampungan di Jabodetabek.

Sore tadi saya terjebak kemacetan parah di pertigaan Jl.Kahfi I, II, dan Jl.Tanah Baru (dekat puteran angkot M.20). Entah apa yang memulai tapi saya menjadi saksi atas bertambah parahnya kemacetan karena saat itu volume motor di jalan memang sedang tinggi-tingginya. Maklum menjelang Maghrib saat ribuan bahkan jutaan pekerja keluar kantor dan beramai-ramai memenuhi jalanan untuk pulang ke rumah masing-masing. Saya bagaikan melihat air bah yang sedang menerjang pertigaan itu, sayang saya tidak sedang membawa kamera sehingga tidak sempat mengambil gambar sebagai ilustrasi di sini.

Motor yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan itu merangsek tak tertahankan, memadati pertigaan dengan arah yang tidak teratur menyebabkan antrean mobil tidak dapat bergerak dari ketiga arah bagaikan terhalang banjir bandang. Ya, biker yang tentu tidak bisa dicegah keinginannya untuk jalan lebih dulu telah menyebabkan lalu lintas terhenti. Tidak ada polisi atau pak Ogah yang ada di sana, dan bila ada pun saya yakin akan butuh perjuangan super-extra untuk mengurai kemacetan itu.

Sebagai biker saya telah mengalami hal semacam ini belasan bahkan puluhan kali, dan saya tidak habis fikir mengapa selalu ada saja biker yang memaksakan diri menyusup di kiri-kanan bahkan depan mobil yang sedang antre seolah-olah tidak khawatir akan ditabrak olehnya. Memang pengendara mobil punya risiko yang terlalu besar untuk melakukan “kekerasan” terhadap motor yang dengan sengaja menghalangi jalannya sehingga “biker nakal nekat” secara leluasa menguasai jalanan.

Tadi saat saya persis berada di tepi kepadatan, yang ada dalam fikiran saya adalah “Kapan ya para biker bisa mengendalikan diri untuk tidak menyerobot semaunya sendiri? Tidakkah terfikir oleh mereka untuk mengantre sehingga lalu lintas meski padat tapi tidak sampe macet parah seperti ini?”. Saya dan beberapa biker sempat menahan diri maju untuk memberikan kesempatan bagi kendaraan dari arah lain berjalan sehingga kemacetan terurai, sayang biker-biker lain tidak mau tau dan langsung saja mengisi kekosongan sehingga kendaraan itu kembali terjebak di tengah-tengah motor dari segala penjuru. Hufff capek deh …

Akhirnya dengan terpaksa kami mengikuti arus air bah itu meninggalkan kemacetan yang entah sampai kapan bisa terurai. Dalam hati saya berdo’a (yang mungkin akan jadi amalan rutin baru saya) “Ya Allah, mudahkan urusan kami atas kemacetan lalu lintas seperti ini, semoga Kau jadikan kami orang-orang yang sabar”.

2 thoughts on “Air Bah Itu Bernama Biker

  1. biker harusnya antre biar gak macet…
    gak selamanya bener mas, sekali2 doang ada benernya hehehe…
    kalau pemerintah menyiapkan kendaraan massal dan infrastruktur jalan yang memadai, biker tak perlu mengendarai motornya di panas matahari atau hujan air… mobiler juga gak ragu utk naek kendaraan umum…
    kita berdoa aja biar pemerintah “sadar”

    http://morahertanto.wordpress.com/2012/02/17/apa-yang-sudah-kita-perbuat-untuk-keselamatan-jalan-raya/

    1. Ya itu sharing pendapat aja sih, Mora. Secara aturan kan jelas, marka jalan tidak untuk diterobos alias mestinya antre di persimpangan kan 🙂

      Untuk mass tranportation saya setuju meskipun tidak ada jaminan ketika tersedia dan nyaman biker dan mobiler akan berpindah moda, mesti studi ilmiah dulu ttg itu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s