Mau ke Mana sesudah Pensiun?


Pertanyaan di atas kira-kira jawabannya apa ya? Seorang teman pernah bilang mo pensiun dini untuk berbisnis, yang lain mungkin akan bilang ngapain mikir pensiun sih toh masih lama ini.

Tema ini saya angkat sebenarnya setelah mendengar perbincangan dua rekan senior di kantor. Beliau-beliau secara insidental mengungkap tentang masa pensiun mereka setelah saya dengan sengaja meminta maaf karena telah merepotkan mereka untuk suatu urusan kantor.

“Meskipun tinggal 120 hari lagi saya tidak akan berpangku tangan, Mas”, begitu kira-kira kalimat yang terucap dari mulut Bapak Kasubbag ini. “Oh memang sudah siap-siap to. Saya malahan Februari kemarin sudah pensiun, ini karena diperpanjang saja, Pak”, sambut Pak Haji yang fungsional. Setelah itu mereka berdua lanjut perbincangan tentang rekan-rekan lain yang akan pensiun juga tahun ini seperti mengenang lagi masa-masa ketika mereka mulai masuk di lembaga ini.

Tinggallah saya termenung sambil mendengarkan pembicaraan mereka. Bapak Kasubbag telah mengabdi 33 tahun, sedang Pak Haji sama dan akan menambahnya 5 tahun lagi. Saya baru 12 tahun bekerja atau masih 23-28 tahun lagi sebelum pensiun. Akan sampai mana pengabdian saya untuk lembaga ini, lebih jauh lagi apa yang akan saya berikan untuk negara ini? Hmmm …

Perbincangan kedua bapak itu berlanjut ke masalah rencana paska pensiun. Bapak Kasubbag mengungkapkan rencana bolak-balik Jakarta-kampung untuk menjalankan bisnis. Sedang Pak Haji ingin pulang kampung untuk bertani. Untuk yang satu ini terus terang saya juga belum terfikir, masih fokus pada hal di atas toh belum tentu saya punya umur sampai pensiun atau sesudahnya.

Saya pernah memikirkan ini tapi bukan untuk saya, melainkan untuk atasan yang akan pensiun. Waktu itu yang terfikir adalah suatu usaha rumahan berupa peternakan ikan, ternyata setelah beliau pensiun dan ketemu saya di kantor pada suatu kesempatan beliau bilang tentang aktifitas baru paska pensiun: Ternak Teri. Pas banget dong dengan yang saya fikirkan, tapi ternyata bukan itu maksudnya. Tahukah Anda apa itu?

TERNAK TERI yang beliau maksud adalah nganTER aNAK nganTER isterI

Hmmmm bukan pilihan terbaik memang tapi lebih baik daripada hanya diam di rumah bukan?

2 thoughts on “Mau ke Mana sesudah Pensiun?

  1. eeaaaa….
    saya malah berpikir untuk pensiun dini,
    gimana menurut mas???
    untuk ngurangin anggaran belanja negara (teoritis banget ya, hehehe)
    mudah2an bisa berbuat lebih, utk diri sendiri, utk keluarga, utk masyarakat, dan utk negara…
    gimana menurut mas Dion???

    1. Kenapa mesti pake eaaaa … 😛

      Saya mendukung Mora kalo tujuan dan caranya baik 🙂
      Kalo saya sudah meninggalkan jejak, mungkin saya akan hijrah juga 😀

      Ayo, siapa duluan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s