Berwisata ke Taman Margasatwa Ragunan (Bag. 1)


Hari ini cerah sekali, paginya sejuk, siangnya panas. Sudah lama sejak pindah ke Depok, kami tidak jalan-jalan ke Ragunan. Kebetulan hari ini istri ada acara jalan santai di bimbelnya. Jadi selesai acara, kami bisa jalan-jalan ke Bonbin Ragunan (TMR-red).

Naik Gajah Tunggangan
Saya, Mufida, dan Faqih masuk lebih dulu sedang istri menyusul karena mesti mengantar teman. Setelah puas memandangi burung Pelikan di danau depan, kami trus menuju kandang gajah untuk naik gajah tunggangan.

Meskipun hari panas, antrean cukup panjang juga. Ternyata hari libur ini benar-benar dimanfaatkan oleh keluarga-keluarga Jabodetabek khususnya untuk berwisata bersama keluarga.

Setelah mengantre hampir setengah jam, akhirnya kami dapat juga giliran untuk naik gajah tunggangan. Ini pengalaman pertama buat Fida dan Faqih menaiki punggung gajah. Mereka sangat antusias, meskipun awalnya Faqih sempat ketakutan. Sesudah turun dia bahkan dadah-dadah ke si gajah, trus bilang pada saya besok-besok ingin naik lagi.

Jum’atan Beratap Matahari
Jam menunjukkan waktu 11.30 WIB, kami bergegas menuju ke masjid di kawasan Ragunan. Sudah penuh di dalam dan luar masjid, antrean wudhu di dalam dan di luar juga penuh. Sepertinya bakalan gak dapat tempat nih, fikir saya dalam hati.

Benar saja, setelah mengantar istri dan anak-anak mencari tempat istirahat di sekitar masjid dan mengambil wudhu di antrean luar saya tidak kebagian tempat baik di dalam ataupun di halaman masjid. Di depan masjid sudah banyak yang menggelar tikar, sajadah, sarung dan koran untuk alas sholat. Saya buru-buru mencari penjual koran atau tikar, setelah beberapa saat ada ibu-ibu penjual tikar dan “terpaksa” saya membeli satu lembar seharga 5.000 rupiah.

Sayang tidak ada lagi tempat teduh untuk menggelar tikar, jadinya “terpaksa” saya gelar tikar itu di jalanan tanpa atap. Duduk dengan tenang karena sholat Jum’at akan segera dimulai. Setengah jam berlalu, saya bersama puluhan jama’ah yang tidak kebagian tempat di masjid menunaikan sholat Jum’atan beratapkan matahari.

Naik Delman Istimewa
Selepas sholat Jum’at dan istri juga sholat Dzuhur, kami makan bakso di salah satu warung dekat masjid. Sesudah kenyang dan menghabiskan dua mangkuk bakso serta dua gelas es kelapa dan jus alpukat, kami menuju ke loket delman.

Kami sekeluarga naik satu delman, untungnya badan saya gak boros jadi meski istri dan Fida lumayan berbobot kudanya masih gagah membawa kami keliling satu blok. Biaya satu keliling satu delman 10.000 rupiah, cukup terjangkau setara BBM motor saya untuk 3 hari pp. rumah-kantor.

Fida duduk di depan, samping pak kusir yang sedang bekerja mengendali kuda supaya baik jalannya tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk … tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda. Nah lho koq malah nyanyi he he he …

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s