wpid-2012-04-08-10.46.10.jpg

Berat Juga Tukang (Batu) Itu Ya


Tadi pagi dan tetangga-tetangga di lingkungan RT melakukan kerja bakti. Sebenarnya rencana kerja bakti ini sudah hampir sebulan lalu, tapi karena beberapa kondisi sehingga tertunda hingga hari ini. Pekerjaannya adalah memperbaiki gang akses utama masuk lingkungan kami dan membuat bak kontrol saluran pembuangan air rumah tangga.

Malam sebelumnya saya sempat bilang kepada anak-anak tentang kerja bakti ini, Faqih yang baru belajar istilah-istilah sangat ingin tau apa itu kerja bakti sehingga sebelum saya pergi ke lokasi kerja bakti ia terus-terusan bertanya mana baktinya-mana baktinya. Akhirnya ia pun ikut ke lokasi dan masih bertanya dengan pertanyaan yang sama. Biarlah Faqih tau kerja bakti bukan dari pengertiannya tapi juga dari pengamatannya.

Ada sekitar 15-an orang yang ikut kerja bakti pagi ini, sayang banyak yang tidak turun meski ada di rumah. Agaknya undangan dari pak RT belum cukup memotivasi mereka yang tidak ikut untuk memerhatikan lingkungan mereka. Namun demikian syukur alhamdulillah meski sampe satu siang pekerjaan baru kelar tapi target yang dituju tercapai juga.

Dari dua pekerjaan yang notabene adalah pekerjaan teknik sipil itu ada tahapan-tahapan pekerjaan yang kami lakukan:
1. Mulai dari membuat lubang di lokasi bak kontrol
2. Membuang tanah dan puing dari lubang tadi
3. Memotong pipa saluran pembuangan dalam lubang
4. Mengangkut batu bata dan adukan semen bakal bak kontrol
5. Membuat bak kontrol rapi
6. Membuat adukan semen, pasir, dan air
7. Membuat plester semen rapi di atas plester gang yang rusak
8. Mengangkut adukan semen bakal plester gang
9. Menaburi semen acian, dan
10. Meratakan plester yang sudah diaci dengan sapu lidi.

Saya yang tidak kekar ini hanya melakukan pekerjaan no. 2, 4, 6 dan 8, hari ini juga tidak terlalu panas tapi saya merasakan bahwa pekerjaan itu cukup berat buat saya. Padahal pekerjaan no. 1 – 10 di atas adalah yang dikerjakan tukang (batu) sehari-hari selama 8 jam. Pekerjaan yang diupah antara 60 – 80 ribu perhari itu jelas tidak ringan dibandingkan pekerjaan klerikal yang dikerjakan 7 jam di ruang ber-AC. Ternyata tukang (batu) itu profesi yang berat, dengan upah yang buat saya tidak setimpal. Bagaimana menurut Anda?

image

image

4 thoughts on “Berat Juga Tukang (Batu) Itu Ya

  1. Saya sampe bergumam, ‘wow’ sewaktu membaca 10 pekerjaan itu dilakukan cuma sama 15 orang🙂
    Kalau tukang batu sungguhan, mungkin bisa menyelesaikan lebih cepat dengan orang yang lebih sedikit.
    Jadi 60-80 ribu memang tidak pantas. Tapi kalo lebih dari itu, orang-orang nggak akan mampu memperkerjakan mereka😐

    1. Iya juga sih, Geng. Tapi dari 15 orang itu yang berprofesi sebagai tukang ada 3 orang atau lebih jadi sisanya cuma jadi kenek alias asisten tukang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s