wpid-2012-04-15-07.14.48.jpg

Faqih, Apa Cita-citamu Nak?


Pagi ini saya mengantar istri ke Rumah Tajwid di bilangan Depok I, Faqih ikut bersama kami karena dia bangun sejak Subuh. Pulangnya saya mengajak Faqih jalan-jalan, supaya dia mengenal lingkungan tempat tinggalnya sejak kecil. Sampailah kami di sebuah lapangan sepak bola, sebenarnya tidak tepat disebut begitu karena saya tidak melihat ada gawang di sana tapi Faqih segera mengenalinya sebagai tempat bermain sepak bola. Langsung saja dia mengajak saya pulang untuk mengambil bola plastik kesayangannya dan kembali ke lapangan itu untuk bermain bola. Meski waktunya agak sempit tapi saya penuhi saja keinginannya karena tidak ada jeleknya melatih anak berolahraga sejak dini bukan?

Sembari mengambil bola di rumah, saya membangunkan Mufida untuk ikut bersama kami ke lapangan. Biasanya dia ogah-ogahan bangun pagi, tapi entah kenapa kalo hari libur dia malah semangat bangun pagi. Jadilah kami bertiga, tanpa bekal makanan dan minuman, pergi ke lapangan sepak bola untuk bermain bola. Tak disangka sesampainya kami di sana puluhan anak-anak umur SD dan SMP telah memenuhi lapangan itu. Rupanya setiap hari Ahad pagi lapangan itu menjadi tempat berlatih sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB). Untungnya masih ada cukup ruang di pinggir-pinggir lapangan itu buat saya, Faqih dan Fida untuk bermain bola.

image

Betapa senangnya Faqih ketika dia memasuki lapangan sepak bola itu. Terlebih saat dia menendang bola plastiknya, tertawa-tawa dia begitu bersemangat. Bersama kami beberapa anak seusia Faqih dan Fida juga sedang bermain bola di lapangan itu dengan orangtua mereka. Faqih malah sempat berkejar bola dengan seorang anak umur 2 tahun yang ikutan bermain bola dengan ayahnya. He he he, Faqih belum tau yang dihadapinya anak yang lebih kecil sehingga hampir saja anak itu jadi bulan-bulanan tendangan Faqih yang keras tak terarah.

Puas kami bermain tendang bola dan berkejaran merebut bola, anak-anak SSB yang sedari tadi mendapatkan pengarahan dari pelatih mereka akhirnya mulai menyebar di lapangan untuk melakukan pemanasan. Faqih langsung saja terpaku melihat anak-anak itu, beberapa ada yang mungkin tidak terpaut jauh umurnya dengan Faqih. Mereka semua berseragam dan bersepatu bola. Faqih memandangi mereka dengan antusias lalu berkata pada saya, “Bi, Faqih juga mau pake sepatu!”. Hadoh, meski tidak terkejut dengan sikapnya saya hanya bisa menjawab, “Nanti ya, kalo tokonya sudah buka. Kan sekarang masih pada tutup”. Faqih pun mengerti dan kembali memperhatikan anak-anak SSB berlatih.

Faqih berjalan ke tengah lapangan tanpa khawatir mengganggu anak-anak SSB yang sedang berlatih, bahkan ketika Fida menghampirinya untuk mengajaknya ke tepi lapangan tidak juga dia mengalihkan perhatiannya dari anak-anak itu. Memang sejak kecil dia suka sekali bermain bola, terutama sejak dia dibelikan bola kain. Sampe sekarang dia sudah mengoleksi tiga bola: kain, plastik dan karet. Semuanya selalu dia mainkan, bergantian tergantung di mana dia bermain bola. Saat di lapangan luas dia memilih bola plastik yang ukurannya paling besar. Saat di lapangan bulutangkis dia memakai bola karet yang tidak bergesekan dengan lapangan. Dan saat dalam rumah maka Faqih memainkan bola kainnya. Meski belum benar tendangannya cukup kuat, mungkin karena kaki-kakinya besar itu.

Sebenarnya Faqih punya kesenangan lain, yaitu mobil. Boleh dibilang dia sangat tertarik dengan mobil, sampai-sampai saya punya imajinasi suatu saat saya dan Faqih akan ikut rally mobil seperti Paris-Dakkar. Mimpi kali, bahkan mobil beneran pun kami belum punya. Tapi istri saya alias umminya sepertinya kurang setuju, agaknya ia memandang balap mobil (imajinasi saya) berisiko menghilangkan dua laki-laki kesayangannya sekaligus. Hi hi hi, tenang sayang. Namanya juga mimpi, belum tentu tidak terwujud kan. Ups …

Jadi Faqih, apa cita-citamu?

4 thoughts on “Faqih, Apa Cita-citamu Nak?

  1. oh blm to? kt simbah putri dah kemarin… yo wis gpp, doanya insyaAllah terus teriring buat mas Faqih dan keluarga lwt doa rabithah…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s