Jalan Umum untuk Semua!


Kasus 1: Pagi tadi di Jalan Bungur terjadi kemacetan ringan. Dari arah Tanah Baru kendaraan tersendat persis di turunan, sehingga kendaraan dari Kukusan agak mengantre. Ternyata ada seorang ibu paruh baya yang berjalan kaki di pinggir jalan arah Kukusan, karena jalan di turunan itu agak sempit dan tak ada trotoar sehingga mobil yang ada di belakang ibu itu tidak bisa mendahuluinya alias jalan pelan-pelan. Saya lihat ibu itu seperti agak marah, mungkin karena mobil dan motor-motor yang antre di belakangnya membunyikan klakson berkali-kali. Sepertinya mereka merasa mestinya ibu itu mengalah untuk mereka, padahal tidak ada trotoar untuk ibu itu berjalan.

Kasus 2: Kemarin sore seperti biasa saya mengantre di jalan Kavling Polri saat pulang kantor. Beberapa saat kemudian terlihat oleh saya seorang bapak yang mengendarai sepeda mini. Beberapa motor yang tampak tidak sabar membunyikan klakson saat di belakangnya. Karena jalan khusus sepeda tidak ada di situ, si bapak tidak bergeming sampai akhirnya motor-motor di belakangnya bisa mendahuluinya. Mereka tidak sadar, si bapak sedang memboncengkan putrinya yang masih bayi di keranjang depan sepedanya. Untung saja si bapak tidak panik sehingga anak yang tampaknya sedang tidur pun pulas tak terganggu.

Kasus-kasus lain: Beberapa jenis kendaraan atau alat angkut seringkali tersingkir dari jalan umum. Becak sudah dilarang berjalan di jalan-jalan utama karena dianggap menjadi penyebab kemacetan. Bajaj pun demikian, meski masih punya lebih banyak kesempatan untuk beroperasi di jalan-jalan umum. Bemo hanya tinggal di beberapa titik saja kita temui. Gerobak juga sering menjadi korban klakson-klakson galak motor dan mobil di jalan umum.

Pertanyaan: Apakah jalan umum hanya untuk pengguna kendaraan bermotor roda empat dan roda dua saja? Bagaimana dengan pengguna jalan seperti kasus-kasus di atas, apakah mereka tidak berhak?

Pilihan Jawaban:
1. Ya, jalan umum hanya untuk mobil dan motor. Mereka selain itu tidak seharusnya berada di jalan umum.
2. Tidak, jalan umum adalah hak semua orang. Tidak sepantasnya motor dan mobil menganggap selain mereka sebagai pengganggu yang mesti disingkirkan dari jalan umum.
3. Ragu-ragu, saya tidak tahu/tidak peduli/tidak berani berpendapat.

Jadi apa pendapat Anda, jalan umum untuk siapa ya???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s