e-KTP | One Stop ID Card


Pagi tadi saya mengikuti pendataan e-KTP di Depok, setelah sehari sebelumnya istri saya juga melakukan hal yang sama. Meski cuma dua hari harapannya seluruh warga terdaftar di RW kami dapat didata seluruhnya. Karena itu Pak RW meminjam peralatan sekaligus operatornya dari panitia e-KTP kota, sedangkan warga di RW lain mesti bersabar menunggu giliran pendataan di kantor lurah.

Mulai pagi warga berdatangan di lokasi pendataan sehingga antrean cukup panjang. Untungnya saya datang cukup pagi sehingga mendapatkan nomor antrean yang tidak terlalu besar. Sesekali beberapa orang yang sangat dikenal panitia menyela giliran sehingga antrean agak tersendat. Memang, meskipun untuk pendataan e-KTP ini tidak dipungut biaya, tidak ada jaminan untuk terhindar 100% dari praktik KKN meskipun skalanya kecil.

e-KTP dan Single Identity
Program e-KTP adalah program nasional besutan Kementerian Dalam Negeri sebagai lanjutan dari program Nomor Induk Kepegawaian (NIK). NIK sendiri digagas untuk menghilangkan praktik KTP ganda yang sering dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Inilah awal konsep single identity di mana setiap individu warga negara didata dengan hanya satu identitas. Sayangnya NIK tidak dilengkapi dengan data unik dari pemilik data sehingga mudah digandakan dengan perubahan satu atau lebih data di dalamnya. Karenanya perlu dilakukan perbaikan terhadap struktur data NIK sehingga hal tersebut bisa dihindarkan.

Konsep single identity kemudian diwujudkan dengan memasukkan biometric sebagai bagian dari data NIK. Dulu sebenarnya sidik jari (cap jempol-red) sebagai biometric paling umum telah digunakan sebagai pendamping atau pengganti tanda tangan tetapi semakin lama semakin tidak populer. Kalo pun masih ada yang menggunakan cal jempol, tidak ada pendataan terhadapnya sebagai bagian dari data pribadi pemilik KTP.

Nah, e-KTP ini mengambil data unik dari 2 biometrik yaitu sidik jari (sepuluh jari bukan hanya jempol) dan iris mata sebagai pelengkap data pemilik KTP. Dengan ini dianggap single identity yang diharapkan dapat terwujud sehingga tidak ada lagi KTP ganda atau palsu. Namun konsep e-KTP sebagai single ID card tampaknya perlu disepakati oleh seluruh pihak baik pemerintah/publik maupun swasta/privat. Maksudnya, supaya e-KTP benar-benar bisa digunakan oleh sistem lain yang membutuhkan single identity, misal ketika suatu perusahaan membuat ID card pegawai yang diimplementasikan dalam sistem absensi maka e-KTP dapat digunakan langsung dengan hanya menambahkan PIN dan atau otentikasi biometrik. Syaratnya, data pemilik KTP harus bisa diakses oleh pihak tertentu dengan izin pemerintah dan pemilik KTP.

Bila e-KTP bisa menjadi one stop ID card maka bisa dibayangkan berapa besar penghematan baik oleh pemerintah maupun swasta dalam penggunaan dan pengelolaan ID card dan data terkait. Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s