Kajian Fiqh: Wakaf | Instrumen ekonomi syariah yang menyejahterakan


Oleh Ust. Achmad Bisri, L.c.

image

Latar Belakang
1. Sudah umum dilakukan di masyarakat
2. Banyak wakaf yang terbengkalai
3. Adanya penyimpangan dalam praktik wakaf

Definisi
Wakaf artinya menahan suatu benda tanpa menjual, menghibah, atau mewariskan lalu menyalurkan hasilnya untuk kepentingan umum dengan mengacu arahan pemberi wakaf (wakif)
Beda wakaf dengan shodaqoh:
Shodaqoh memberi benda sekaligus manfaatnya (1-1), wakaf memberi manfaat benda tapi bukan bendanya (1-banyak). Benda shodaqoh boleh dijual, benda wakaf tidak boleh.

Dasar
1. QS. Ali Imron:92
2. Kisah Abu Tholhah yang mewakafkan kebun dan mata air Bairuha (H.R. Bukhori dan Muslim)
3. Kisah Umar bin Khottob yang mewakafkan tanahnya di Khaibar.

Masalah
1. Pahala wakaf? Berulang selama dimanfaatkan, pahala shodaqoh 1-700 kali lipat.
2. Status kepemilikan wakaf? Tidak dapat diwariskan, diurus oleh nazir wakaf.
3. Ahli waris meminta hak? Tidak ada hak atas benda wakaf.
4. Benda wakaf bergerak, nilainya menurun. Manfaat, pahalanya?

To be continued

2 thoughts on “Kajian Fiqh: Wakaf | Instrumen ekonomi syariah yang menyejahterakan

    1. Itu catatan dari kajian di masjid kantor, Bu. Senang kalo bermanfaat buat banyak orang. Sudah mulai berkebun, Bu? Saya pernah menanam pohon cabe sekarang mulai berbuah meskipun kebanyakan mati karena kurang terurus 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s